Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!

Sinar-Sinar · hlm. 519

Sudah dua tiga kali suatu keadaan jiwa yang penting menimpaku. Kini pada diriku telah bermula pendahuluan dari satu bentuk lain revolusi batin yang menakjubkan — revolusi yang tiga puluh tahun lalu membawaku naik ke Bukit Yusya di Istanbul, membuatku meninggalkan kehidupan sosial Istanbul dan Darulhikmah yang memikat, bahkan tidak mengizinkan aku membawa serta almarhum Abdurrahman, murid pertama sekaligus pahlawan Nur yang berada di Istanbul, sekadar untuk mengurus keperluanku yang mendesak, dan yang menampakkan jati diri Said Baru. Dan aku memperkirakan hal ini merupakan isyarat akan munculnya seorang Said ketiga yang sama sekali meninggalkan dunia.

Artinya, Nur dan para muridnya yang pahlawan itu akan menunaikan tugas-tugasku, sehingga tidak ada lagi kebutuhan sedikit pun kepada diriku. Memang, setiap juz Nur yang menghimpun banyak hakikat dan setiap muridnya yang ikhlas lagi tidak tergoyahkan memberikan pelajaran yang lebih sempurna daripada aku.