Risale-i NurSinar-Sinar

Inilah isyarat yang sangat ringkas kepada hujah yang ada di dalamnya:

Sinar-Sinar · hlm. 611

Setiap makhluk berkesadaran yang datang ke rumah tamu dunia ini, setiap kali membuka matanya, melihat bahwa sebuah kudrat telah menggenggam seluruh kainat di dalam genggaman-Nya; dan di dalam kudrat itu terdapat sebuah ilmu yang tak berkesudahan, azali, meliputi segala sesuatu, dan tidak pernah keliru sedikit pun, serta sebuah hikmah dan inayah yang kekal selamanya, yang sangat teliti dan tidak pernah bergerak tanpa timbangan lagi tanpa manfaat. Sebagaimana kudrat itu memutar satu zarah saja dari pasukan zarah laksana darwis Maulawi yang tenggelam dalam cinta lalu mempekerjakannya dalam banyak tugas, demikian pula pada saat yang sama dan dengan hukum yang sama Dia menjalankan bumi — juga laksana darwis Maulawi yang tenggelam dalam cinta — di dalam sebuah lingkaran sepanjang dua puluh empat ribu tahun dalam waktu satu tahun. Dan dengan hukum yang sama yang mendatangkan hasil-hasil musim kepada hewan dan manusia, pada waktu yang sama pula Dia menjadikan matahari sebagai sebuah torak dan sebuah pemintal, memutarnya di pusatnya dengan penuh daya tarik dan penuh pesona, lalu mempekerjakan planet-planet yang merupakan pasukan tata surya dalam tugas-tugasnya dengan timbangan dan keteraturan yang sempurna.

Dan kudrat yang sama itu, pada waktu yang sama dan dengan hukum hikmah yang sama, menuliskan di lembaran bumi ratusan ribu jenis makhluk yang masing-masing berkedudukan sebagai ratusan ribu kitab — bersama-sama, satu di dalam yang lain, tanpa tercampur dan tanpa terlupa — lalu menampakkan ribuan contoh kebangkitan teragung.

Dan kudrat yang sama, pada waktu yang sama, mengubah lembaran udara menjadi sebuah papan tulis yang ditulisi lalu dihapus. Seluruh zarahnya Dia pakai dalam tugas-tugas yang ditetapkan oleh perintah dan kehendak-Nya kepada mereka, seakan-akan masing-masing adalah ujung pena dan titik-titik kitab itu; dan kepada setiap zarah itu Dia telah memberikan kemampuan sedemikian rupa sehingga seolah-olah ia mengetahui seluruh perkataan dan percakapan: ia menerimanya, menyebarkannya, dan tidak pernah keliru. Dengan mempekerjakan zarah-zarah itu sebagai telinga-telinga mungil dan lidah-lidah yang teramat halus, Dia membuktikan bahwa unsur udara adalah sebuah arasy bagi perintah dan kehendak Ilahi.

Maka dengan mengiaskan kepada isyarat yang ringkas ini: Zat yang menjadikan kainat ini laksana sebuah kota yang teratur, sebuah apartemen dan rumah tamu yang sempurna, sebuah kitab yang penuh mukjizat, dan laksana Al-Qur'an; yang dengan timbangan ilmu dan tatanan hikmah menggenggam serta mengatur seluruh lapisan, lingkaran, dan golongan makhluk — dari keseluruhannya sampai kepada satu zarah; yang di dalam kudrat-Nya memperlihatkan hikmah dan rahmat-Nya; dan yang di dalam rububiyah mutlak-Nya memberitahukan serta memperkenalkan keberadaan dan keesaan-Nya laksana matahari dan siang, lalu sebagai balasannya meminta agar Dia dikenal dengan iman, sebagai balasan atas dijadikan-Nya diri-Nya dicintai meminta agar Dia dicintai dengan ubudiyah, dan sebagai balasan atas ihsan-ihsan-Nya meminta syukur dan pujian — maka setan-setan dalam rupa manusia yang tidak mengenal Sang

Rahmân lagi Rahîm semacam itu dan tidak berusaha mencintai-Nya dengan ubudiyah, bahkan dengan mengingkari-Nya justru menyimpan semacam permusuhan terhadap-Nya, sudah pasti berhak atas azab yang tak berkesudahan, karena mereka berkedudukan sebagai Namrud dan Firaun kecil.