Risale-i NurSinar-Sinar

Kelimat PERTAMA

Sinar-Sinar · hlm. 603

لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ.

Adapun hujah di dalamnya ialah Risalah Ayatul Kubra yang telah dicetak. Karena kehebatan hujah yang tiada bandingnya itulah, Imam Ali radiyallahu anhu, ketika memberitakan bagian-bagian Nur, berkata: وَ بِالْاٰيَةِ الْكُبْرٰى اَمِنّ۪ى مِنَ الْفَجَتْ lalu ia menjadikan Ayatul Kubra itu sebagai pemberi syafaat. Sebagaimana risalah itu, dengan kemenangannya di Mahkamah Ankara dan Mahkamah Denizli serta dengan penyebarannya yang berpengaruh di balik tabir, menjadi sebab diperolehnya putusan bebas bagi para muridnya ketika para murid Nur berada di penjara Denizli; demikian pula dicetaknya risalah itu secara sembunyi-sembunyi menjadi sarana bagi ditahannya para murid selama sembilan bulan — sehingga hal itu membenarkan dengan sangat nyata karamah gaib Imam Ali radiyallahu anhu sekaligus doanya sebagai ganti para murid Nur.

Benar, Sinar Ayatul Kubra memperlihatkan tiga puluh tiga ijmak yang agung dan hujah-hujah yang menyeluruh pada seluruh maujud secara keseluruhan, lalu dengan mengisyaratkan burhan-burhan yang tak terhingga pada setiap hujah yang menyeluruh itu — dengan kata-kata langit dan bintang-bintang pada mulanya; dengan ucapan dan kalimat bumi, hewan, dan tumbuhan; dan seterusnya hingga dengan kata-kata dari himpunan kainat, segala isinya, seluruh maujud, serta hakikat hudûts, imkân, dan perubahan — ia membuktikan wujud Wâjibul Wujûd dan keesaan-Nya dengan keterangan laksana terbitnya matahari dan dengan kepastian laksana siang hari.

Siapa yang menginginkan iman yang tidak tergoyahkan dan mencari pedang yang tidak dapat dipatahkan untuk menghadapi anarkisme tanpa agama, hendaklah ia merujuk kepada Ayatul Kubra.