Risale-i NurSinar-Sinar

Ia pun berkata kepada akalnya:

Sinar-Sinar · hlm. 152

Selama sembilan hakikat yang telah disebutkan itu bersaksi atas kejujuran sosok ini, maka sudah pasti manusia ini adalah sumber kemuliaan bani Adam dan sumber kebanggaan alam ini. Sungguh sangat layak ia disebut "Kebanggaan Alam" dan "Kemuliaan Bani Adam". Dan kerajaan maknawi yang megah dari Al-Qur'an Al-Mu'jizul-Bayân — firman Ar-Rahmân yang berada di tangannya — yang telah menguasai separuh bumi, beserta kesempurnaan pribadinya dan perangai-perangainya yang tinggi, menunjukkan bahwa sosok yang paling penting di alam ini adalah dia, dan perkataan yang paling penting tentang Khâliq kita adalah perkataannya.

Marilah, datang dan lihatlah! Dengan bersandar pada kekuatan ratusan mukjizatnya yang pasti, nyata, lagi terang-benderang, dan pada ribuan hakikat yang tinggi lagi mendasar di dalam agamanya, dasar seluruh dakwaannya dan tujuan seluruh hidupnya adalah menunjukkan dan bersaksi atas wujud Wâjibul Wujûd, atas keesaan-Nya, atas sifat-sifat-Nya, dan atas asma-Nya, serta membuktikan, mengumumkan, dan memaklumkan Wâjibul Wujûd itu.

Jadi, matahari maknawi kainat ini dan burhan Khâliq kita yang paling cemerlang adalah sosok yang disebut Habibullah ini; dan ada tiga ijmak besar — yang tidak tertipu dan tidak menipu — yang menguatkan, membenarkan, serta menandatangani kesaksiannya:

YANG PERTAMA: Pembenaran secara ijmak dari jemaah yang bercahaya, yang termasyhur ke seluruh alam dengan nama Âl Muhammad صلى الله عليه وسلم — jemaah yang menghimpun ribuan kutub dan wali agung yang memiliki pandangan tajam dan mata yang menembus alam gaib, seperti Imam Ali radiyallahu anhu yang berkata: "Seandainya tabir gaib disingkap, keyakinanku tidak akan bertambah," dan seperti Al-Gaus Al-A'zham qaddasallahu sirrahu yang menyaksikan arasy teragung dan kebesaran wujud Israfil sementara ia masih berada di bumi.

YANG KEDUA: Pembenaran dengan iman yang kuat — iman yang membuat mereka sepakat mengorbankan jiwa dan harta, ayah dan kabilah mereka — dari jemaah masyhur yang harum namanya di dunia dengan sebutan sahabat: mereka adalah kaum badui di lingkungan yang ummi, kosong dari kehidupan bermasyarakat dan pemikiran politik, tanpa kitab, dan berada di dalam masa fatrah yang gelap gulita; namun dalam waktu yang amat singkat mereka menjadi guru, pembimbing, diplomat, dan hakim yang adil bagi bangsa-bangsa dan pemerintahan-pemerintahan yang paling beradab, paling luas pengetahuannya, dan paling maju dalam kehidupan bermasyarakat dan politik, lalu memerintah dari timur hingga barat dengan cara yang dikagumi seluruh dunia.

YANG KETIGA: Pembenaran yang saling bersesuaian pada derajat ilmul yakin dari jemaah teragung para ulama peneliti dan para ulama yang luas lagi dalam ilmunya, yang lahir di tengah umatnya — yang pada setiap abad jumlahnya ribuan orang, yang melangkah maju secara jenius dalam setiap cabang ilmu, dan yang bekerja dalam berbagai bidang dan jalan.

Jadi, kesaksian sosok ini atas keesaan Allah bukanlah kesaksian pribadi dan juz'i, melainkan kesaksian yang umum, menyeluruh, tak tergoyahkan, dan yang — seandainya seluruh setan berkumpul sekalipun — tidak akan dapat ditandingi dari segi mana pun. Demikianlah ia memutuskan.

Maka sebagai isyarat singkat atas pelajaran yang diperoleh musafir dunia dan pengembara kehidupan — yang mengembara bersama akalnya di masa kebahagiaan — dari madrasah yang bercahaya itu, pada tingkat keenam belas Maqam Pertama dikatakan demikian: لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ الْوَاجِبُ الْوُجُودِ اَلْوَاحِدُ الْاَحَدُ الَّذ۪ى دَلَّ عَلٰى وُجُوبِ وُجُودِه۪ ف۪ى وَحْدَتِه۪ فَخْرُ الْعَالَمِ وَ شَرَفُ نَوْعِ بَن۪ى اٰدَمَ بِعَظَمَةِ سَلْطَنَةِ قُرْاٰنِه۪ وَ حَشْمَةِ وُسْعَةِ د۪ينِه۪ وَ كَثْرَةِ كَمَالَاتِه۪ وَ عُلْوِيَّةِ اَخْلَاقِه۪ حَتّٰى بِتَصْد۪يقِ اَعْدَائِه۪ وَ كَذَا شَهِدَ وَ بَرْهَنَ بِقُوَّةِ مِاٰتِ مُعْجِزَاتِهِ الظَّاهِرَةِ الْبَاهِرَةِ الْمُصَدِّقَةِ الْمُصَدَّقَةِ وَ بِقُوَّةِ اٰلَافِ حَقَائِقِ د۪ينِهِ السَّاطِعَةِ الْقَاطِعَةِ بِاِجْمَاعِ اٰلِه۪ ذَوِى الْاَنْوَارِ وَ بِاِتِّفَاقِ اَصْحَابِه۪ ذَوِى الْاَبْصَارِ وَ بِتَوَافُقِ مُحَقِّق۪ى اُمَّتِه۪ ذَوِى الْبَرَاه۪ينِ وَ الْبَصَائِرِ النَّوَّارَةِ

Kemudian pengembara yang tak kenal lelah dan tak pernah merasa kenyang ini — yang mengetahui bahwa tujuan hidup di dunia ini, dan hayat bagi kehidupan itu sendiri, adalah iman — berkata kepada hatinya: "Marilah kita merujuk kepada kitab yang bernama Al-Qur'an Al-Mu'jizul-Bayân, yaitu kitab yang disebut sebagai perkataan dan kalam Zat yang kita cari, kitab yang paling masyhur, paling cemerlang, dan paling berkuasa di dunia ini, yang pada setiap abad menantang setiap orang yang tidak tunduk kepadanya; lalu kita ketahui apa yang dikatakannya. Namun yang pertama-tama harus dilakukan adalah membuktikan bahwa kitab ini benar-benar kitab Khâliq kita." Lalu ia pun mulai menyelidiki.

Karena pengembara ini hidup pada zaman sekarang, mula-mula ia memandang kepada Risale-i Nur yang merupakan kilau-kilau dari i'jaz maknawi Al-Qur'an, dan ia melihat bahwa seratus tiga puluh risalahnya adalah nukta-nukta, cahaya-cahaya, dan tafsir-tafsir mendasar bagi ayat-ayat Al-Furqan. Dan Risale-i Nur, pada abad yang demikian membangkang

dan demikian mengingkari Allah ini, telah menyebarkan hakikat-hakikat Al-Qur'an ke segala penjuru dengan penuh perjuangan, sementara tidak seorang pun mampu tampil menghadapinya; hal itu membuktikan bahwa gurunya, sumbernya, tempat rujukannya, dan mataharinya, yaitu Al-Qur'an, adalah samawi, bukan perkataan manusia.

Bahkan Kelimat Kedua Puluh Lima beserta bagian akhir Surat Kesembilan Belas — yang merupakan satu hujah Al-Qur'an saja dari ratusan hujah Risale-i Nur — telah membuktikan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat dari empat puluh segi, sedemikian rupa sehingga siapa pun yang telah melihatnya bukan hanya tidak mengkritik dan membantah, melainkan justru terkagum-kagum pada bukti-bukti yang dipaparkannya, menghargainya, dan memujinya dengan pujian yang banyak.

Dengan menyerahkan kepada Risale-i Nur tugas membuktikan segi i'jaz Al-Qur'an dan bahwa ia benar-benar kalamullah, ia hanya memperhatikan beberapa nukta yang dengan isyarat singkat menunjukkan keagungannya: