Risale-i NurSinar-Sinar

Jawaban:

Sinar-Sinar · hlm. 596

اَللّٰهُ اَعْلَمْ hikmahnya adalah demikian: Sebagaimana Nabi Isa alaihissalam, dengan perintah Allah, menghapus sebagian beban berat di dalam syariat Musa dan menghalalkan sebagian hal yang disukai nafsu seperti khamar; demikian pula Dajjal Besar, dengan godaan dan kuasa setan, menghapus hukum-hukum syariat Isa alaihissalam dan merusak ikatan-ikatan yang mengatur kehidupan bermasyarakat orang-orang Kristen, sehingga ia menyiapkan lahan bagi anarkisme dan bagi Ya'juj dan Ma'juj.

Dan Sufyan, yang merupakan Dajjal Islam, pun berusaha menghapus sebagian hukum abadi dari syariat Muhammad صلى الله عليه وسلم dengan tipu daya nafsu dan setan, merusak ikatan lahir dan batin kehidupan manusia, membiarkan nafsu-nafsu yang liar, mabuk, dan linglung itu lepas tanpa kendali,

lalu melepaskan rantai-rantai bercahaya seperti rasa hormat dan kasih sayang; dan dengan memberikan kebebasan yang dipaksakan serta kemerdekaan yang sesungguhnya adalah penindasan itu sendiri — agar mereka saling menerkam di dalam rawa hawa nafsu yang membusuk — ia membuka medan bagi anarkisme yang dahsyat, sehingga pada waktu itu manusia-manusia tersebut tidak dapat dikendalikan kecuali dengan penindasan yang sangat keras. PERSOALAN KEDUA: Di dalam berbagai riwayat disebutkan tentang pelaksanaan kedua Dajjal yang luar biasa, tentang kekuasaan mereka yang sangat luar biasa, dan tentang kewibawaan mereka. Bahkan diberitakan bahwa sebagian manusia yang celaka menisbatkan semacam keilahian kepada mereka. Apakah sebabnya?