Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!
Sinar-Sinar · hlm. 529
Aku menerima peringatan untuk menuliskan kepada kalian dua peristiwa yang terjadi dalam dua jam — dua peristiwa yang aneh dan halus, secara lahiriah kecil namun pada hakikatnya penting.
Yang Pertama: Kepada dua orang calon murid Nur, aku membacakan persoalan yang diperingatkan pada Lailatul Qadar dari Panduan Pemuda. Pada akhirnya, pada detik yang sama ketika aku berkata, "Tingkat pendidikan yang dicapai para hoca madrasah dalam lima sepuluh tahun, diraih oleh murid-murid Nur dalam sepuluh minggu," terlintaslah ke dalam hati: sebagaimana Said Lama, ketika berumur lima belas tahun, dengan inayah Ilahi berhasil membaca dalam lima belas minggu ilmu yang menurut cara madrasah dibaca dalam lima belas tahun; demikian pula, dengan rahmat Rabbani, di dalam ilmu hakikat dan ilmu iman, Risale-i Nur pun — pada zaman tanpa madrasah ini — lima belas minggu telah mencukupi sebagai ganti lima belas tahun; dan dalam lima belas tahun ini barangkali lima belas ribu orang telah membenarkannya dengan pengalaman mereka sendiri.
Yang Kedua: Pada jam yang sama, jendela kami yang berat itu — nyaris tanpa sebab — jatuh menimpa bejana-bejana, botol-botol, dan makananku. Kami menduga bahwa kacanya beserta seluruh botol dan gelasku pecah dan makanan di dalamnya pun rusak. Padahal secara luar biasa tidak ada satu pun yang pecah dan tidak ada kerugian apa pun. Hanya daging yang kumasak, yang datang sebagai hadiah untukku, yang tumpah. Akan tetapi, karena daging itu menjadi rezeki bagi murid-murid baru calon Nur, hal itu menjaga kaidahku untuk tidak menerima hadiah dan, dengan keluarbiasaannya, membenarkan peristiwa yang pertama serta membubuhkan tanda tangan padanya.