Maka sudah pasti kami dapat mengatakan: sebagaimana Sayidina Imam Ali radiyallahu anhu pada permulaan berkata
Sinar-Sinar · hlm. 766
بَدَئْتُ بِبِسْمِ اللّٰهِ رُوح۪ى بِهِ اهْتَدَتْ اِلٰى كَشْفِ اَسْرَارٍ بِبَاطِنِهِ انْطَوَتْ — yakni: “Aku memulai dengan Bismillâhirrahmânirrahîm yang merupakan perbendaharaan rahasia-rahasia. Ruhku menyingkap perbendaharaan itu dengannya” — dan dengan karinah isyarat-isyarat yang lain, dalam bentuk sebuah makna isyari dan sebuah madlul majasi, ia memberi ima, bahkan ramz, bahkan isyarat kepada Risalah Bismillah yang bernama Kelimat Pertama, yang pendek namun sangat kuat, yang berkedudukan sebagai Bismillah bagi Risale-i Nur, sebagai pembuka dan basmalahnya, serta yang menerangkan hakikat rahasia besar yang terkandung di dalam “Bismillah”.
Demikian pula — dengan karinah dan kaitan isyarat-isyarat yang lain, serta dengan karinah yang halus berupa mulainya ia memohon pertolongan dengan rahasia-rahasia huruf seraya mengubah ungkapannya, dalam gaya yang menyerupai hakikat delapan risalah kecil bernama Rumuzat-ı Semaniye yang membahas rahasia-rahasia huruf Al-Qur'an — pada bagian-bagian akhir dari doa yang agung, munajat, dan sumpah permohonan pertolongan yang menghimpun itu, dan sesudah isyarat kepada Sözler dan Mektubat, dengan fikrah بِوَاحِ الْوَحَا بِالْفَتْحِ وَالنَّصْرِ اَسْرَعَتْ ia memberi ima, bahkan isyarat, kepada Risalah Fath dan Nasr — yaitu risalah yang paling penting di antara delapan risalah kecil bernama Rumuzat-ı Semaniye dari Surat Kedua Puluh Sembilan yang menerangkan sebagian rahasia huruf-huruf Al-Qur'an, dan yang menarik perhatian Sayidina Imam Ali radiyallahu anhu, sang pahlawan futuhat Islam, karena menerangkan rahasia-rahasia Surah اِذَا جَٓاءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَ الْفَتْحُ yang memberitakan secara gaib banyak futuhat Islam seperti penaklukan Mekah, penaklukan Syam, penaklukan Baitulmakdis, dan penaklukan Istanbul — dan juga kepada sebuah risalah kecil yang sangat berharga bernama Risalah Ayat Al-Fath, yang menarik perhatian Sayidina Imam Ali radiyallahu anhu, sang pahlawan Islam, karena menerangkan dan membuktikan i'jaz ayat yang paling penting lagi paling akhir dari Surah Al-Fath melalui lima segi. Demikianlah keyakinanku. Sekalipun orang tidak turut meyakini yang demikian, hendaknya ia tidak menyanggahnya.