Risale-i NurSinar-Sinar

RAMZ KELIMA

Sinar-Sinar · hlm. 766

Karena Kasidah Jaljalutiyah turun kepada Nabi alaihis-salâtu was-salâm melalui wahyu. Dan karena ia mengungkapkan makna dengan ilmu Allâmul-Ghuyûb. Dan karena Jaljalutiyah, di dalam fikrah اَقِدْ كَوْكَب۪ى dan تُقَادُ سِرَاجُ النُّورِ, dengan makna majasi memberitakan secara terang-terangan tentang Risale-i Nur yang membuktikan hakikat kasidah itu, dan memberitakan secara isyarat tiga belas risalahnya yang penting; di samping itu, di dalam فَيَا حَامِلَ الْاِسْمِ الَّذ۪ى جَلَّ قَدْرُهُ pun ia memberitakan — secara ima, ramz, dan isyarat, dengan makna majasi — tentang penulis Risale-i Nur yang banyak menyibukkan diri dengan اَلْاِسْمُ الْمُعَظَّمُ yang merupakan salah satu dasar kasidah itu dan banyak memohon pertolongan dengannya, serta tentang tiga belas peristiwa penting di dalam hidupnya. Dan karena untuk dimaksudkannya makna majasi dan mafhum isyari, cukuplah satu karinah yang lemah, satu tanda yang tersembunyi, dan satu kaitan saja. Dan karena isyarat-isyarat kepada Risale-i Nur, kepada risalah-risalahnya, kepada penulisnya, dan kepada keadaan-keadaannya saling menjadi karinah bagi yang lain. Bahkan, dari sisi kesatuan persoalannya, seluruh isyarat itu beserta karinah-karinahnya berkedudukan sebagai karinah yang kuat dan tanda yang kokoh bagi masing-masingnya.