Adapun jawaban untuk poin pertama:
Sinar-Sinar · hlm. 240
Ya, sebuah peristiwa yang lebih besar daripada Perang Dunia ini, dan sebuah perkara yang lebih penting daripada perkara hakimiyah menyeluruh di muka bumi ini, telah terbuka atas kepala setiap orang dan terutama atas kepala kaum Muslimin — peristiwa dan perkara yang sedemikian rupa sehingga setiap orang, seandainya ia memiliki kekuatan dan kekayaan sebesar Jerman dan Inggris serta memiliki akal, niscaya akan mencurahkan semuanya tanpa ragu-ragu untuk memenangkan satu perkara itu.
Adapun perkara itu adalah apa yang dikabarkan secara sepakat oleh seratus ribu manusia masyhur dan oleh bintang-bintang serta para pembimbing umat manusia yang tak terhingga banyaknya — dengan bersandar kepada ribuan janji dan perjanjian Pemilik dan Pengatur kainat, dan sebagiannya mereka lihat dengan mata kepala sendiri — yaitu bahwa atas kepala setiap orang telah terbuka perkara memenangkan atau kehilangan sebuah ladang dan milik yang kekal lagi tetap, yang dihiasi dengan kebun-kebun dan istana-istana seluas permukaan bumi ini, sebagai imbalan iman. Jika ia tidak menggenggam surat bukti imannya dengan kuat, ia akan kehilangan. Dan pada abad ini, dengan wabah paham materialis, banyak orang kehilangan perkaranya itu. Bahkan seorang ahli kasyaf dan tahkik menyaksikan pada saat sekarat bahwa di suatu tempat, dari empat puluh orang yang meninggal, hanya beberapa orang saja yang memenangkannya, sedangkan yang lain kehilangan. Apakah kiranya seluruh kerajaan dunia, seandainya diberikan kepada orang itu, dapat mengisi tempat perkara yang telah hilang itu?
Maka, karena kami mengetahui bahwa meninggalkan khidmah-khidmah yang memenangkan perkara itu serta tugas-tugas yang mempekerjakan seorang pengacara perkara yang luar biasa — yang tidak membiarkan sembilan puluh persen orang kehilangan perkara itu — lalu menyibukkan diri dengan hal-hal luar yang tidak berguna, seolah-olah akan tinggal selamanya di dunia, adalah kebodohan yang sempurna; maka kami, murid-murid Risale-i Nur, memiliki keyakinan bahwa sekalipun akal kami masing-masing seratus derajat lebih banyak, ia hanya boleh dicurahkan untuk tugas ini.
Wahai saudara-saudaraku yang baru dalam musibah penjara ini! Kalian belum melihat Risale-i Nur sebagaimana saudara-saudaraku yang lama, yang datang bersamaku. Dengan menjadikan mereka dan ribuan murid seperti mereka sebagai saksi, aku berkata, aku buktikan, dan telah aku buktikan bahwa yang memenangkan perkara agung itu bagi sembilan puluh persen dari mereka; yang dalam dua puluh tahun telah meletakkan iman tahkiki ke tangan dua puluh ribu orang — yaitu surat bukti, sanad, dan piagam kemenangan perkara itu; yang lahir dan terbit dari mukjizat maknawi Al-Qur'an Al-Hakîm; dan yang menjadi pengacara perkara nomor satu pada zaman ini — ialah Risale-i Nur.
Selama delapan belas tahun ini, musuh-musuhku, kaum zindik, dan kaum materialis telah menyerangku dengan tipu daya yang sangat kejam dan memperdaya sebagian pembesar pemerintah untuk membinasakan kami, sehingga dahulu pun — sebagaimana kali ini — mereka memasukkan kami ke dalam penjara dan bui; namun demikian, di dalam benteng baja Risale-i Nur,
dari seratus tiga puluh bagian perangkatnya, mereka hanya dapat menyentuh dua atau tiga bagian saja. Artinya, siapa yang hendak menyewa pengacara, cukuplah baginya memperoleh Risale-i Nur itu.
Lagi pula, janganlah kalian takut; Risale-i Nur tidak akan dilarang. Risalah-risalahnya yang penting — kecuali dua tiga buah — dahulu beredar dengan bebas di tangan para anggota dewan dan para pembesar pemerintahan republik. Insya Allah, kelak akan tiba masanya, demi menjadikan penjara-penjara sebagai tempat perbaikan yang sesungguhnya, para direktur dan pegawai yang berbahagia akan membagikan risalah-risalah Nur itu kepada para tahanan laksana roti dan obat.