Atas nama para murid Risale-i Nur di Madrasah Yusufiyah Ketiga, Ceylan
Sinar-Sinar · hlm. 630
Aku melihat bahwa makna-makna yang luas lagi tinggi dari kalimat-kalimat tasyahud dan Al-Fatihah — bukan yang disengaja, melainkan yang datang secara tidak langsung; bukan rinciannya yang menyibukkan dan membuat kehadiran hati menjadi semacam lalai, melainkan makna-maknanya yang ringkas lagi pendek — menghalau keadaan lalai serta menerangi ubudiyah dan munajat. Ia memperlihatkan dengan sempurna nilai salat, Al-Fatihah, dan tasyahud yang sangat tinggi. Adapun yang dimaksud dengan “tidak menyibukkan diri dengan sengaja” di akhir Bagian Kedua adalah bahwa menyibukkan diri secara langsung dengan rincian makna-makna itu terkadang membuat salat terlupakan dan barangkali mengganggu kehadiran hati. Selebihnya, secara tidak langsung dan dengan cara yang ringkas, aku merasakan manfaat-manfaatnya yang besar. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَم۪ينَ سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَٓا اِلَّا مَا عَلَّمْتَنَٓا اِنَّكَ اَنْتَ الْعَل۪يمُ الْحَك۪يمُ
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ وَ بِه۪ نَسْتَع۪ينُ