Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!

Sinar-Sinar · hlm. 497

Pertama: Kami mengucapkan selamat hari raya kepada kalian dan kepada kawan-kawan kalian yang berada di penjara. Siapa pun yang bersalaman hari raya dengan kalian, aku menerimanya persis seolah-olah ia telah bersalaman hari raya denganku; dan ketahuilah serta beritahukanlah bahwa aku seakan-akan telah melakukan kunjungan hari raya kepada mereka semua secara langsung.

Kedua: Kabar yang diberikan oleh pecahnya tungku besiku yang tebal tanpa sebab, dan badai kecil yang berlalu karena kami pun — berdasarkan isyarat itu — bersikap sangat waspada lagi tenang, telah turun dari seratus menjadi satu; mesiu itu tidak menyambar api. Kini, sekali lagi, terbelahnya botol airku menjadi kepingan-kepingan yang sangat kecil dengan cara yang ajaib tanpa sebab memberitakan kepada kami bahwa kami perlu berpegang kembali kepada ketenangan, ketabahan, dan kehati-hatian yang penuh. Dengan sebuah peringatan maknawi yang kuterima, orang-orang munafik yang tersembunyi hendak memakai orang-orang yang berfoya-foya tanpa salat dan orang-orang komunis yang murtad untuk melawan kaum yang beragama; bahkan mereka telah memasukkan jari-jari mereka ke sini juga.

Sebuah Catatan Kaki Kecil: Kemarin di dalam hatiku ada rasa lega dan kegembiraan. Tiba-tiba aku melihat: saudaraku di Nurs telah mengirimkan madu Nurs di dalam sebuah botol kepadaku ke Emirdağ delapan bulan yang lalu. Kemarin botol itu pun sampai ke sini dari Emirdağ. Aku berkata, "Cepat bawakan kepadaku!" Aku menunggu, tetapi ia tidak datang. Kegembiraan itu berubah menjadi kemarahan. Botol berisi madu yang di sisiku bernilai seharga seratus botol itu diserahkan ke tangan-tangan asing lalu dikirim ke pasar; hal itulah yang menjadi sebab sehingga botol itu tiba-tiba pecah. Dari makanan manis itu — yang merupakan berkah dari kampungku Nurs, tempat kelahiranku, yang tidak kulihat sejak empat puluh delapan tahun — telah kukirimkan sebagian agar setiap saudaraku dapat mencicipi sedikit sebagai kue hari raya.