Risale-i NurSinar-Sinar

Jawaban:

Sinar-Sinar · hlm. 33

Suatu keburukan yang menghasilkan atau menampakkan banyak keindahan, secara tidak langsung juga merupakan sebuah keindahan. Dan lenyapnya atau tidak tampaknya suatu keburukan yang menjadi sebab tidak terlihat dan tersembunyinya banyak keindahan, bukan hanya sekali buruk, melainkan buruk berkali-kali. Misalnya, jika tidak ada keburukan sebagai satuan pembanding, hakikat kebagusan hanya akan menjadi satu jenis saja, dan amat banyak tingkatannya akan tetap tersembunyi. Dan dengan masuknya keburukan itu, tingkatan-tingkatan kebagusan pun tersingkap. Sebagaimana dengan adanya dingin tampaklah tingkatan-tingkatan panas, dan dengan adanya gelap tampaklah derajat-derajat cahaya; demikian pula dengan adanya kejahatan, kerugian, musibah, dan keburukan yang juz'i, tampaklah kebaikan-kebaikan yang menyeluruh, manfaat-manfaat yang menyeluruh, nikmat-nikmat yang menyeluruh, dan keindahan-keindahan yang menyeluruh. Maka penciptaan keburukan itu bukanlah buruk, melainkan indah. Sebab kebanyakan hasilnya adalah indah. Ya, seorang pemalas yang dirugikan oleh hujan tidak dapat menggugurkan hasil-hasil baik yang membuat hujan itu dinamakan rahmat, dan ia tidak dapat mengubah rahmat menjadi derita.

Adapun fana, sirnanya segala sesuatu, dan kematian, telah dibuktikan di dalam Surat Kedua Puluh Empat dengan burhan-burhan yang sangat kuat lagi pasti bahwa semua itu tidak bertentangan dengan rahmat yang umum,

dengan kebagusan yang meliputi segala sesuatu, dan dengan kebaikan yang mencakup segalanya; bahkan semua itu justru merupakan tuntutan dari rahmat, kebagusan, dan kebaikan tersebut. Bahkan setan pun, karena ia menjadi sebab bagi perlombaan dan perjuangan yang merupakan pegas penggerak kemajuan batin umat manusia, maka penciptaan jenis itu pun merupakan kebaikan, dan dari sisi itu ia indah. Bahkan orang kafir pun, karena dengan kekafirannya ia melanggar hak seluruh kainat dan menghina kemuliaannya, maka menimpakan azab neraka kepadanya adalah indah. Karena kedua hal ini telah dijelaskan secara terperinci di dalam risalah-risalah lain, di sini kami mencukupkan diri dengan sebuah isyarat singkat.