AYAT KEDUA PULUH TUJUH
Sinar-Sinar · hlm. 743
Ia adalah يُر۪يدُونَ لِيُطْفِؤُا نُورَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَاللّٰهُ مُتِمُّ نُورِه۪ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ di dalam Surah As-Saff. Kedudukan jifir kalimat نُورَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَاللّٰهُ مُتِمُّ نُورِه۪ pada ayat ini adalah seribu tiga ratus enam belas atau tujuh belas (1316-1317). Adapun tarikh ini, dalam kaitan dengan perubahan pemikiran yang telah disebutkan pada penutup ayat kedua puluh satu, bertepatan dengan tarikh ketika seorang menteri urusan jajahan Eropa berusaha memadamkan cahaya Al-Qur'an, dan bertepatan pula dengan tarikh yang sama ketika penulis Risale-i Nur — berkat perubahan pemikiran itu — berusaha memancarkan cahaya tersebut untuk menghadapinya; demikian pula تِلْكَ اٰيَاتُ الْكِتَابِ yang disebut tujuh kali di dalam tujuh surah menunjuk kepada tarikh yang sama; demikian pula
طٰسٓ تِلْكَ اٰيَاتُ الْقُرْاٰنِ pun kepada tarikh yang sama; demikian pula هَدٰين۪ى رَبّ۪ٓى اِلٰى صِرَاطٍ مُسْتَق۪يمٍ kepada tarikh yang sama; demikian pula اِنَّ رَبّ۪ى عَلٰى صِرَاطٍ مُسْتَق۪يمٍ — dengan memandang bahwa "nun" yang bertasydid dihitung satu "nun" dan tanwin tidak dihitung — kepada tarikh yang sama; demikian pula firman فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ kepada tarikh yang sama; demikian pula نُورَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَاللّٰهُ مُتِمُّ نُورِه۪ kepada tarikh yang sama. Maka kesepakatan seluruhnya kepada tarikh yang satu ini sudah pasti lebih daripada sekadar ramz, isyarat, atau petunjuk; ia adalah sebuah penyebutan yang terang-terangan, yang dengan makna isyarinya memberikan kabar gembira bahwa Risale-i Nur akan menjadi sekilau cahaya dari Nur Ilahi itu dan akan melenyapkan gelapnya syubhat yang datang dari pihak musuh-musuhnya.
Lagi pula, tawafuk-tawafuk jifir yang berbilang lagi penuh makna ini bersandar kepada kaitan maknawi yang kuat. Benar, sudah jelas bahwa seratus dua puluh sembilan risalah Risale-i Nur, bagaikan seratus dua puluh sembilan kaca lampu listrik, terpasang pada ujung kabel-kabel yang terulur dari cahaya teragung Al-Qur'an lalu menyebarkan cahaya itu. Dan dengan adanya separuh nama Risale-i Nur sebanyak dua kali di dalam kalimat ayat ini, kaitan tersebut menjadi sangat halus.