Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia, Hüsrev dan Mehmed Feyzi, Sabri!
Sinar-Sinar · hlm. 490
Aku memercayai kalian dengan seluruh keyakinanku, dan aku menanti untuk masuk ke liang kubur dengan hati yang tenang serta menyerahkan keselamatan Nur kepada kalian; dan aku tahu bahwa tidak akan ada satu pun yang memisahkan kalian satu sama lain. Kini, dengan sebuah rencana yang mengerikan, ada pemberitahuan resmi untuk membuat para pilar Nur saling mendingin satu sama lain.
Selama kalian, apabila perlu, rela mengorbankan nyawa kalian satu sama lain sebagai tuntutan dari kekuatan kesetiaan kalian dan dari betapa kuatnya kalian terikat kepada Nur, maka pastilah kalian wajib mengorbankan perasaan-perasaan kalian yang amat kecil, sementara, dan tidak berarti itu. Jika tidak, aku gemetar karena pada saat seperti ini pasti akan timbul kerugian besar bagi kita, bahkan ada kemungkinan sebagian akan terpisah dari lingkaran Nur.
Sejak tiga hari ini, suatu kesulitan yang belum pernah kualami kembali mengguncangku. Kini aku tahu dengan pasti bahwa sedikit saja sikap merajuk, laksana sehelai rambut yang jatuh ke mata,
di antara orang-orang seperti kalian akan menjadi sebuah bom bagi kehidupan Nur kita. Bahkan, akan kukabarkan pula hal ini kepada kalian: telah banyak diusahakan agar kita ditampilkan berkaitan dengan badai yang lalu itu. Sekarang, mereka berusaha keras menaburkan sedikit rasa asing di antara kalian.
Meskipun demi kalian aku menanggung kepayahan sepuluh kali lipat lebih banyak daripada masing-masing kalian, aku telah memutuskan untuk tidak memandang kesalahan seorang pun di antara kalian. Kalian pun, baik dalam keadaan benar maupun tidak benar, kuminta untuk tidak mengedepankan keakuan; hal ini kuminta atas nama pribadi maknawi para murid yang menjadi Ustaz kami. Jika karena kalian berada bersama-sama di tempat yang aneh itu jari-jari tersembunyi ikut campur, hendaklah salah seorang dari kalian pindah ke bangsal Tahirî.