Risale-i NurSinar-Sinar

بِاسْمِه۪ سُبْحَانَهُ

Sinar-Sinar · hlm. 492

Pertama: Dengan bisikan sebagian guru agama yang gemar berbuat bidah, di dalam surat dakwaan mereka menyanggah salah satu persoalan dalam Sinar Kelima, seolah-olah tidak menerima kedatangan Dajjal Islam dan beberapa Dajjal yang berbilang.

Sebagai jawaban atas hal itu, di dalam hadis sahih berikut, yang memperlihatkan sebuah mukjizat kenabian صلى الله عليه وسلم yang sangat cemerlang lagi pasti: لَنْ تَزَالَ الْخِلَافَةُ ف۪ى وِلْدِ عَمّ۪ى صِنْوِ اَبِى الْعَبَّاسِ حَتّٰى يُسَلِّمُوهَا اِلَى الدَّجَّالِ

Yakni: "Khilafah Islamiyah akan berlangsung pada keturunan pamanku, saudara ayahku, yaitu Abbas. Hingga akhirnya khilafah itu, yakni kesultanan khilafah, berpindah ke tangan Dajjal yang menghancurkan."

Yakni: Khilafah Abbasiyah akan berwujud dan berlangsung dalam masa yang panjang, kira-kira lima ratus tahun. Kemudian salah satu dari tiga Dajjal, yang disebut Jengis dan Hulagu, akan melenyapkan kesultanan khilafah itu; lalu ia memerintah di dalam Islam dengan cara yang dajjaliyah. Jadi, ini merupakan dalil yang nyata bahwa akan datang tiga Dajjal di dalam Islam, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadis. Pemberitaan gaib dalam hadis ini merupakan dua mukjizat yang pasti:

Salah satunya; Khilafah Abbasiyah akan berwujud dan berlangsung selama lima ratus tahun.

Yang kedua, pada akhirnya khilafah itu akan runtuh di tangan seorang Dajjal bernama Jengis dan Hulagu, yang paling zalim lagi paling menghancurkan.

Mungkinkah Sang Pemilik Syariat صلى الله عليه وسلم, yang di dalam kitab-kitab hadis mengabarkan bahkan hal-hal kecil yang berkaitan dengan Al-Qur'an dan dengan syiar-syiar Islam, sama sekali tidak mengabarkan peristiwa-peristiwa yang sangat aneh pada zaman kita ini? Dan mungkinkah pula di dalam peristiwa-peristiwa yang aneh ini tidak terdapat isyarat kepada murid-murid Risale-i Nur, yang berkhidmah kepada Al-Qur'an dengan teguh — di medan yang luas, pada masa yang paling aneh, dan di bawah syarat-syarat yang paling berat — sedangkan buah-buah khidmah itu dibenarkan oleh kawan dan lawan sekaligus?