Risale-i NurSinar-Sinar

PERSOALAN KESEMBILAN

Sinar-Sinar · hlm. 287

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ اٰمَنَ الرَّسُولُ بِمَٓا اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَبِّه۪ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰٓئِكَتِه۪ وَكُتُبِه۪ وَرُسُلِه۪ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِنْ رُسُلِه۪ اِلٰى اٰخِرِ الْاٰيَة

Sebuah pertanyaan maknawi yang dahsyat dan sebuah keadaan yang lahir dari tersingkapnya satu nikmat Ilahi yang agung telah menjadi sebab bagi penjelasan satu nukta yang menyeluruh lagi panjang dari ayat yang paling menghimpun, paling tinggi, dan paling besar ini. Yaitu, secara maknawi terlintas ke dalam ruh:

Mengapa orang yang mengingkari satu hakikat iman yang juz'i menjadi kafir, dan orang yang tidak menerimanya tidak menjadi seorang Muslim? Padahal iman kepada Allah dan iman kepada akhirat, masing-masing laksana matahari, semestinya melenyapkan gelap gulita itu. Dan mengapa pula orang yang mengingkari satu rukun dan satu hakikat iman menjadi murtad lalu jatuh ke dalam kufur mutlak, sedangkan orang yang tidak menerimanya keluar dari Islam? Padahal jika ia masih memiliki iman kepada rukun-rukun iman yang lain, semestinya hal itu menyelamatkannya dari kufur mutlak?

Jawaban: Iman adalah satu hakikat tunggal yang lahir dari enam rukunnya, yang tidak menerima pemisahan; ia adalah satu perkara menyeluruh yang tidak dapat dipecah-pecah; dan ia adalah satu kesatuan utuh yang tidak dapat dibagi. Sebab setiap rukun iman, dengan hujah-hujah yang membuktikan dirinya sendiri, membuktikan pula rukun-rukun iman yang lain. Masing-masing menjadi hujah teragung yang sangat kuat bagi masing-masing yang lain. Kalau demikian, satu pemikiran batil yang tidak mengguncangkan seluruh rukun beserta seluruh dalilnya, dalam pandangan hakikat tidak akan dapat membatalkan dan mengingkari satu rukun pun, bahkan satu hakikat pun. Ia hanya dapat melakukan kufur karena keras kepala, dengan memejamkan matanya di balik tabir sikap tidak menerima. Lambat laun ia jatuh ke dalam kufur mutlak, sirnalah kemanusiaannya, lalu ia pergi ke neraka lahir sekaligus neraka maknawi.

Maka pada maqam ini, dengan isyarat-isyarat yang teramat ringkas — sebagaimana di dalam Risalah Buah, ketika membuktikan kebangkitan, telah diterangkan dengan saripati yang sangat singkat bahwa rukun-rukun iman yang lain pun membuktikan kebangkitan — pada maqam ini pun, dengan ringkasan pokok yang global dan saripati yang singkat, dengan inayah Allah, nukta teragung ini akan diterangkan dalam enam poin.