BUAHNYA YANG KEDUA DAN SALAH SATU FAEDAHNYA YANG MENGHADAP KEPADA KEHIDUPAN PRIBADI:
Sinar-Sinar · hlm. 268
Inilah hasil yang teramat penting, yang telah dijelaskan dalam Persoalan Ketiga dan yang memiliki catatan kaki di dalam Panduan Pemuda.
Ya, kecemasan paling penting yang senantiasa dipikirkan oleh setiap manusia adalah perkara masuknya ia ke rumah hukuman mati itu, sebagaimana sahabat dan kerabatnya sendiri yang telah masuk ke pekuburan. Manusia malang yang rela mengorbankan nyawanya demi seorang sahabat saja itu — ketika ia menyangka bahwa ribuan, bahkan jutaan dan miliaran sahabatnya dihukum mati di dalam perpisahan yang abadi, lalu, dari ujung pikiran itu saja, tampaklah baginya derita yang lebih pedih daripada azab neraka — datanglah iman kepada akhirat, membukakan matanya dan menyingkapkan tabir. "Lihatlah!" katanya. Ia pun memandang dengan iman itu. Dengan menyaksikan bahwa sahabat-sahabatnya itu selamat dari kematian abadi dan dari membusuk, dan bahwa di sebuah alam yang bercahaya mereka dengan penuh suka cita menanti kedatangannya pula, ia memperoleh kenikmatan ruhani yang mengabarkan kenikmatan surga. Karena hasil ini telah dijelaskan dengan hujah-hujah di dalam Risale-i Nur, kami merasa cukup dengan itu dan memendekkannya di sini.