Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!
Sinar-Sinar · hlm. 508
Ketika sekarang aku membaca Kasidah Jaljalutiyah, pada kalimat بِحَقِّ تَبَارَكَ ثُمَّ نُونٍ وَ سَائِلٍ, saat terlintas di hatiku pertanyaan tentang apakah hubungan Surah ثُمَّ نُونْ — yang berada pada tingkatan kedua puluh enam dan yang mengisyaratkan kepada Risalah Takdir — dengan Kalimat Takdir, seketika itu juga diperingatkan kepadaku: "Bacalah permulaan surah itu!"
Maka ketika membacanya aku pun melihat bahwa: ayat نٓ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ itu adalah kata ن yang mengisyaratkan kepada asal, dasar, sumber azali, dan guru yang kekal selamanya bagi seluruh pena, seluruh penulisan baris demi baris, dan seluruh tulisan; yaitu mengisyaratkan kepada pena takdir serta kepada cahaya Nur dan cahaya ilmu azali. Berarti, sebagaimana وَالذَّارِيَاتِ mengisyaratkan kepada Risalah Zarah, dengan hubungan yang kuat seperti itu pula kata ن memandang kepada Risalah Takdir dengan isyarat yang kuat.