Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz, setia, lagi tidak tergoyahkan!

Sinar-Sinar · hlm. 509

Pertama: Sesuai dengan rahasia اَلْخَيْرُ ف۪ى مَا اخْتَارَهُ اللّٰهُ, terdapat kebaikan pada ditangguhkannya perkara kita. Hatiku dan kebebasan Nur memang menghendaki demikian. Kalian pun — dengan saling menghibur satu sama lain, dengan menguatkan kekuatan maknawi, dengan menelaah ilmu melalui perbincangan yang manis, serta dengan menulis dan menelaah Nur — akan menghapus titik dari kepayahan yang sementara ini; insya Allah kalian akan berhasil mengubahnya menjadi rahmat dan mengubah jam-jam yang fana ini menjadi jam-jam yang kekal selamanya.

Kedua: Karena saling mengucapkan selamat hari raya di antara kita berlangsung di tempat tahanan sementara milik mahkamah, maka sebagai manisan hari raya aku mengirimkan air zamzam yang dibawa oleh Zübeyr, sang pahlawan Konya, kepadaku, beserta madu dari desa Nurs yang menurutku sangat penuh makna. Tuangkanlah air ke dalam wadah madu itu, lalu aduklah. Setelah itu tuangkanlah zamzam ke dalamnya, dan minumlah dengan penuh afiat.