Risale-i NurSinar-Sinar

Sebagai jawaban kepadanya mereka berkata:

Sinar-Sinar · hlm. 211

"Risale-i Nur tidak sekadar memperbaiki satu kerusakan yang bersifat juz'i dan satu rumah kecil. Bahkan ia sedang memperbaiki sebuah kerusakan yang menyeluruh dan sebuah benteng besar yang melingkupi Islam serta memiliki batu-batu sebesar gunung. Dan ia tidak sekadar berusaha memperbaiki satu hati tertentu dan satu hati nurani khusus, melainkan berusaha mengobati — dengan i'jaz Al-Qur'an — hati umum dan pendapat umum yang telah dilubangi secara dahsyat oleh alat-alat perusak yang disiapkan dan ditimbun sejak seribu tahun, juga hati nurani umum yang mulai rusak karena patahnya dasar-dasar Islam, arus-arusnya, dan syiar-syiarnya yang menjadi tempat bersandar orang banyak, terutama kaum awam dari kalangan mukmin; dan ia berusaha menyembuhkan luka-lukanya yang lebar dengan obat-obat Al-Qur'an dan iman. Maka untuk kerusakan, lubang, dan luka yang demikian menyeluruh lagi dahsyat itu, sudah pasti harus ada hujah-hujah sekuat gunung pada derajat haqqul yakin, ada perangkat-perangkat, ada obat-obat teruji yang berkhasiat seperti seribu penawar, dan ada obat-obat yang tak terhingga; maka pada zaman ini Risale-i Nur yang keluar dari i'jaz maknawi Al-Qur'an Al-Mu'jizul-Bayân menunaikan tugas itu, sekaligus menjadi sebab bagi kemajuan dan tersingkapnya hakikat pada tingkatan-tingkatan iman yang tak terhingga." Demikianlah sebuah percakapan panjang berlangsung. Aku pun mendengarnya seluruhnya dan bersyukur tak terhingga. Aku persingkat saja.