Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!
Sinar-Sinar · hlm. 451
Hari ini tiba-tiba terlintas dalam hatiku: berkenaan dengan persoalan Nur, ucapkanlah selamat — bukan belasungkawa — kepada mereka yang datang ke madrasah ini dengan giringan takdir Ilahi dan bagian yang telah ditetapkan. Sebab kebanyakan mereka, masing-masing datang menggantikan dua puluh, tiga puluh, boleh jadi seratus, boleh jadi seribu saudara kita yang tidak bersalah, lalu menyelamatkan mereka sampai kadar tertentu dari kesulitan.
Lagi pula, seiring dengan terus berlangsungnya khidmah kalian kepada iman dengan Nur, masing-masing mereka telah berkhidmah begitu banyak dalam waktu yang singkat; sebagian mereka seolah-olah telah mengerjakan pekerjaan seratus tahun dalam sepuluh tahun.
Lagi pula, mereka memasuki perjuangan yang penuh kesulitan ini untuk hadir dalam ujian Madrasah Yusufiyah yang baru ini dan untuk secara nyata turut memperoleh bagian dari hasil-hasilnya yang luas, menyeluruh, lagi berharga. Dan dengan mudah mereka berjumpa dengan saudara-saudara mereka yang tulus lagi setia, yang selama ini mereka rindukan untuk dilihat, lalu saling mengambil dan memberi pelajaran yang manis.
Lagi pula, selama masa-masa istirahat dunia tidak berlangsung terus dan berlalu dengan sia-sia, sudah pasti orang-orang yang meraih keuntungan sebesar itu dengan kesulitan yang sedikit layak diberi ucapan selamat.
Saudara-saudaraku, serbuan yang meluas ini ditujukan kepada futuhat Risale-i Nur. Akan tetapi mereka telah memahami bahwa semakin Cahaya-cahaya itu diusik, semakin bertambah pula cahayanya; lingkaran pelajarannya kian meluas dan kian penting, serta ia tidak terkalahkan. Ia hanya masuk ke bawah tabir “sirran tanawwarat” (bercahaya secara diam-diam). Karena itulah mereka mengubah rencana; secara lahiriah mereka tidak mengusik Cahaya-cahaya itu.
Selama kita berada di bawah inayah, sudah pasti kita harus bersyukur di dalam kesabaran yang sempurna.