Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!
Sinar-Sinar · hlm. 450
Pertama: Janganlah kalian bersedih karena siksaan dan penghinaan yang ditimpakan kepada diriku. Sebab, mereka tidak menemukan satu cacat pun di dalam Risale-i Nur, maka sebagai gantinya mereka menyibukkan diri dengan pribadiku yang tidak berarti lagi penuh cacat ini. Aku senang dengan hal itu. Sekiranya demi keselamatan dan kehormatan Risale-i Nur aku menanggung ribuan derita, bencana, dan penghinaan pribadi, tetap saja bersyukur dengan penuh kebanggaan adalah tuntutan pelajaran yang kuambil dari Nur; karena itu janganlah kalian mengasihaniku dari sisi ini.
Kedua: Serangan dan serbuan yang sangat luas, keras, lagi tanpa belas kasihan ini, untuk sementara telah turun dari dua puluh menjadi satu. Sebagai ganti ribuan murid khas mereka hanya mengumpulkan beberapa orang, dan sebagai ganti ratusan ribu pihak yang terkait mereka hanya mengumpulkan beberapa saudara baru yang terbatas jumlahnya. Berarti dengan inayah Ilahi ia telah diubah menjadi bentuk yang sangat ringan.
Ketiga: Dengan inayah Rabbani, gubernur terdahulu yang selama dua tahun menjalankan rencana untuk memusuhi kami telah disingkirkan. Dan ada kemungkinan yang kuat bahwa kesamaan kampung halaman Menteri Dalam Negeri, yang telah dibuat sangat curiga terhadap kami, serta ketaatan beragama nenek moyangnya secara turun-temurun, telah sangat meringankan serbuan yang dahsyat ini. Karena itu janganlah kalian berputus asa dan janganlah gelisah.
Keempat: Dengan banyak sekali pengalaman dan kejadian, dalam bentuk yang memberikan keyakinan yang pasti, dengan menangisnya Risale-i Nur maka bumi pun bergetar atau udara pun menangis. Sebagaimana banyak kami lihat dengan mata kepala kami sendiri dan sebagiannya bahkan telah kami buktikan di mahkamah; menurut dugaanku, bertepatannya tertawa musim dingin ini — yang pada mulanya tertawa laksana musim panas dengan cara yang tiada bandingnya — dengan tertawa dan tersebarnya Risale-i Nur di balik tabir melalui mesin stensil, serta bersesuaiannya amarah dan tangis musim dingin yang tiba-tiba lagi dahsyat itu dengan tangis Risale-i Nur yang terhenti karena kekhawatiran akan penggeledahan dan penyitaan di segala penjuru, adalah tanda yang kuat bahwa ia merupakan mukjizat teragung hakikat Al-Qur'an yang cemerlang pada abad ini; bumi dan kainat pun terkait dengannya…