HUJAH DAN TANDA KETIGA:
Sinar-Sinar · hlm. 35
Inilah cap-cap tauhid yang tidak terhitung dan tidak terhingga, yang diisyaratkan oleh لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ. Ya, pada wajah segala sesuatu — juz'i maupun menyeluruh, dari zarah-zarah hingga planet-planet — terdapat sebuah cap sedemikian rupa sehingga, sebagaimana manifestasi matahari di dalam cermin menunjukkan matahari itu sendiri, demikian pula cermin cap itu menunjuk kepada Matahari azali dan abadi serta bersaksi atas keesaan-Nya. Karena amat banyak dari cap-cap yang tak terhingga itu telah dijelaskan secara terperinci di dalam Sirajunnur, di sini kami hanya akan memandang tiga di antaranya dengan sebuah isyarat singkat. Yaitu demikian:
Sebagaimana pada wajah keseluruhan kainat telah diletakkan sebuah cap keesaan yang luas, yang tersusun dari tolong-menolong, saling menopang, saling menyerupai, dan saling masuknya jenis-jenis makhluk satu sama lain; dan sebagaimana cap tauhid yang Dia letakkan di muka bumi dengan memberikan rezeki, senjata, pakaian, perintah, dan pembebasan tugas yang berbeda-beda kepada bala tentara Subhani yang tersusun dari empat ratus ribu golongan hewan dan tumbuhan — diberikan dengan keteraturan yang sempurna, tepat pada waktunya, tanpa keliru sedikit pun terhadap satu pun di antara mereka; dan sebagaimana cap keesaan Allah yang Dia letakkan pada wajah manusia melalui adanya tanda pembeda pada setiap wajah terhadap seluruh wajah yang lain — demikian pula pada wajah setiap ciptaan, baik yang juz'i maupun yang menyeluruh, disaksikan sebuah cap tauhid, dan pada kepala setiap makhluk, baik besar maupun kecil, sedikit maupun banyak, disaksikan sebuah stempel ahadiyah. Dan cap makhluk-makhluk hidup terutama sangatlah berkilau. Bahkan setiap makhluk hidup itu sendiri merupakan sebuah cap tauhid, sebuah stempel keesaan, sebuah meterai ahadiyah, dan sebuah lambang kebesaran Zat Yang Shamad.
Ya, setiap bunga, setiap buah, setiap daun, setiap tumbuhan, dan setiap hewan merupakan meterai ahadiyah dan stempel Zat Yang Shamad sedemikian rupa sehingga setiap pohon Dia ubah menjadi sepucuk surat Rabbani, setiap golongan makhluk menjadi sebuah kitab Rahmani, dan setiap kebun menjadi sebuah firman Subhani; lalu pada surat pohon itu dibubuhkan meterai sebanyak bunganya, tanda tangan sebanyak buahnya, dan lambang kebesaran sebanyak daunnya. Dan pada kitab jenis dan golongan itu pun dibubuhkan stempel sebanyak jumlah individunya, untuk memperlihatkan dan memperkenalkan Penulisnya. Dan pada firman kebun itu dibubuhkan cap sebanyak jumlah tumbuhan, pohon, dan hewan yang berada di dalam kebun itu, untuk memperkenalkan dan menjelaskan Sultannya.
Bahkan pada permulaan setiap pohon, pada penghujungnya, pada bagian luarnya, dan pada bagian dalamnya, terdapat empat cap tauhid yang diisyaratkan oleh nama-nama هُوَ الْاَوَّلُ وَالْاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ:
Sebagaimana diisyaratkan oleh ISMUL AWWAL: benih yang menjadi asal mula setiap pohon berbuah {(Catatan kaki): Ungkapan "tumbuh dari benih" yang sejak zaman dahulu beredar sebagai peribahasa di lidah orang banyak dan di lisan manusia dapat disebut sebagai sebuah isyarat gaib yang tersirat dalam ungkapan umum bagi penulis risalah ini. Sebab, dengan limpahan cahaya Al-Qur'an, orang yang menjadi khadim Risale-i Nur telah menyingkap dua mi'raj makrifat untuk tauhid pada benih dan bunga, lalu menemukan air kehidupan di tempat yang justru menenggelamkan kaum naturalis, dan ia pun tumbuh dari benih menuju hakikat dan cahaya makrifat; seringnya kedua hal ini diulang di dalam Risale-i Nur adalah karena hikmah ini.} adalah sebuah peti kecil yang membawa program, daftar isi, dan rancangan pohon itu; sebuah bengkel yang membawa perangkat, perlengkapan, dan susunan bangunannya; serta sebuah mesin yang membawa pemasukannya yang teramat kecil pada permulaan, pengeluarannya yang lembut, dan penataannya.
Dan sebagaimana diisyaratkan oleh ISMUL AKHIR: hasil dan buah setiap pohon adalah sebuah lembar keterangan yang menjelaskan bentuk-bentuk, keadaan, dan sifat-sifat pohon itu; sebuah maklumat yang menerangkan tugas-tugas, manfaat-manfaat, dan khasiat-khasiatnya; serta sebuah ringkasan yang menjelaskan dan mengajarkan — melalui benih-benih yang berada di dalam hati buah itu — hal-hal yang serupa dengannya, keturunannya, dan generasi mendatangnya.
Dan sebagaimana diisyaratkan oleh ISMUZ ZAHIR: rupa dan bentuk yang dikenakan setiap pohon adalah sebuah hullah dan sebuah pakaian yang demikian bersenikan lagi bersulam indah, yang dipotong, digunting, dan dihiasi tepat menurut tinggi tubuhnya beserta dahan, ranting, anggota, dan bagian-bagiannya. Dan ia demikian peka, demikian seimbang, lagi demikian sarat makna sehingga ia mengubah pohon itu menjadi sebuah kitab, sebuah surat, dan sebuah kasidah.
Dan sebagaimana diisyaratkan oleh NAMA AL-BÂTHIN: bengkel yang bekerja di dalam setiap pohon adalah sebuah pabrik yang sedemikian rupa, sehingga sebagaimana ia menakar dengan timbangan yang teramat peka bagaimana seluruh bagian dan anggota pohon itu dibentuk, dijalankan, dan diatur, demikian pula ia mengirim, membagi, dan mengantarkan bahan-bahan serta rezeki yang diperlukan oleh setiap anggotanya yang berbeda-beda di bawah keteraturan yang sungguh sempurna; dan pabrik yang menakjubkan itu bekerja dengan kecepatan bagaikan kilat yang menyambar, dengan kemudahan bagaikan memutar jarum jam, serta dengan kesatuan dan kebersamaan bagaikan memerintahkan "Maju!" kepada sebuah pasukan — kecepatan, kemudahan, dan kesatuan yang membuat akal tercengang.