Risale-i NurSinar-Sinar

Poin Kedua

Sinar-Sinar · hlm. 410

Saudara-saudaraku yang Aziz! Ketika aku sedang menulis jawaban atas surat kalian yang penting ini, surat itu juga diserahkan ke tanganku. Aku telah memulai "Poin Kedua", lalu terhenti. Kini aku menyempurnakannya.

Perhatikanlah; jika pikiran ini didukung oleh pengacara kalian yang tidak berfaedah itu, sudah pasti hal itu merupakan siasat orang-orang yang menginginkan kami dihukum, yakni sebuah rencana yang dahsyat agar para ahli di Ankara — seperti para ahli di sini — menjadikan risalah-risalah mahram yang tidak diterbitkan, khususnya Sinar Kelima, sebagai dasar, lalu memberlakukannya kepada seluruh Risale-i Nur dan menyitanya; dan agar persoalan-persoalan Sinar Kelima itu dikatakan sebagai pelajaran seluruh murid yang malang yang membaca Risale-i Nur, sehingga mereka semua diikat sepenuhnya dengan perkara yang dituduhkan kepadaku. Bahwa kepala penjara dan wakil jaksa penuntut umum menyulitkan aku dengan maksud melarangku berbicara dan tidak mengirimkan tulisan-tulisanku ke Ankara dengan cara menyitanya, adalah tanda yang kuat bahwa semua itu dilakukan agar Ankara menjatuhkan putusan terhadap kami sebelum jawaban-jawaban pembelaan kami yang tak terbantahkan sampai ke sana.