Risale-i NurSinar-Sinar

PERINGATAN

Sinar-Sinar · hlm. 174

Setiap hakikat yang bersaksi pada sembilan belas tingkat dalam Bab Pertama Maqam Kedua yang telah lalu, sebagaimana ia menunjukkan wujud yang wajib ada melalui nyata dan adanya, demikian pula ia menunjukkan kesatuan dan ahadiyah melalui cakupannya yang meliputi segala sesuatu. Akan tetapi, karena pada mulanya ia membuktikan wujud secara terang, maka ia dihitung sebagai dalil-dalil wujud yang wajib ada.

Adapun Bab Kedua dari Maqam Kedua, karena sejak awal dan secara terang ia membuktikan kesatuan lalu membuktikan wujud di dalamnya, maka ia disebut burhan-burhan tauhid. Kalau tidak demikian, sesungguhnya keduanya sama-sama membuktikan keduanya. Untuk mengisyaratkan perbedaan keduanya, pada Bab Pertama diulang-ulang kalimat بِشَهَادَةِ عَظَمَةِ اِحَاطَةِ حَق۪يقَةِ sedangkan pada Bab Kedua, sebagai isyarat bahwa kesatuan itu tampak seakan-akan terlihat langsung, diulang-ulang kalimat بِمُشَاهَدَةِ عَظَمَةِ اِحَاطَةِ حَق۪يقَةِ

Aku telah berniat menjelaskan tingkat-tingkat Bab Kedua yang akan datang sebagaimana Bab Pertama. Akan tetapi, karena terhalang oleh beberapa keadaan, aku terpaksa meringkas dan memadatkannya. Penjelasan yang sebenar-benarnya kami serahkan kepada Risale-i Nur.