Saudara-saudaraku yang Aziz lagi baru, dan para tahanan lama!
Sinar-Sinar · hlm. 459
Telah datang kepadaku keyakinan yang pasti bahwa salah satu sebab penting masuknya kami ke tempat ini, dari sisi inayah Ilahi, adalah kalian. Yakni, dengan hiburan-hiburan Risale-i Nur
dan dengan hakikat-hakikat iman, menyelamatkan kalian dari kesusahan musibah penjara ini dan dari banyak kerugian duniawi kalian, serta menyelamatkan hidup kalian — yang berlalu tanpa guna dengan duka dan kesedihan — agar tidak sia-sia dan tidak lenyap dengan percuma, dan menyelamatkan kalian dari menangisnya akhirat kalian sebagaimana dunia kalian menangis; lalu memberikan hiburan yang sempurna kepada kalian.
Karena hakikatnya memang demikian. Sudah pasti kalian pun harus bersaudara satu sama lain seperti para tahanan Denizli dan murid-murid Risale-i Nur. Kalian melihat bahwa demi mencegah masuknya sebilah pisau ke tengah kalian dan mencegah kalian saling menyerang, seluruh barang yang datang dari luar, makanan, roti, dan sup kalian pun mereka aduk-aduk. Para sipir yang melayani kalian dengan setia menanggung banyak kepayahan. Kalian juga tidak keluar bersama-sama untuk menghirup udara, seolah-olah kalian akan saling menerkam seperti binatang buas dan makhluk liar.
Maka sekarang, wahai kawan-kawan baru yang membawa urat kepahlawanan fitri seperti kalian, dengan kepahlawanan maknawi yang besar pada zaman ini katakanlah kepada pihak pengurus penjara: “Jangankan pisau, sekalipun mauser dan revolver diserahkan ke tangan kami dan perintah pun diberikan, kami tidak akan menyentuh kawan-kawan kami yang malang dan yang tertimpa musibah seperti kami ini. Sekalipun dahulu ada seratus permusuhan dan kebencian di antara kami, kami telah memutuskan — dengan perintah dan bimbingan Al-Qur'an, iman, persaudaraan Islam, serta kebaikan kami sendiri — untuk menghalalkan mereka dan berusaha tidak menyakiti hati mereka.” Dengan mengatakan demikian, ubahlah penjara ini menjadi sebuah ruang belajar yang penuh berkah.