Kepada Mahkamah Afyon aku nyatakan bahwa:
Sinar-Sinar · hlm. 436
Menggerebek tempat tinggalku tanpa dasar hukum dari tiga segi yang telah disebutkan di dalam keteranganku yang disampaikan kepada pandangan Tuan-tuan dan kepada keadilan undang-undang, lalu memeriksaku dan menahanku; hal itu berarti mematahkan kehormatan tiga mahkamah besar dan mengusik harga diri serta keadilan mereka, bahkan barangkali meremehkan mereka.
Sebab, setelah tiga mahkamah dan tiga kelompok para ahli selama dua tahun meneliti dengan sangat cermat kitab-kitab dan surat-suratku yang berumur dua puluh tahun, dengan sepakat kami diberi putusan bebas dan kitab-kitab serta surat-surat kami pun dikembalikan. Dan setelah putusan bebas itu, selama tiga tahun, dalam pengasingan diri yang luar biasa dan di bawah pengintaian yang keras, aku hanya menulis satu surat yang tidak berbahaya dalam sepekan kepada sebagian sahabatku. Hubunganku dengan dunia seakan-akan telah terputus, sehingga meskipun kebebasan telah diberikan, aku tidak pergi ke kampung halamanku. Kini, menyegarkan kembali perkara yang sama itu, seolah-olah menganggap tidak berarti putusan-putusan yang adil dari ketiga mahkamah tersebut, sungguh mematahkan kehormatan mereka.
Demi menjaga harga diri mahkamah-mahkamah yang telah berlaku adil terhadapku itu, aku memohon kepada mahkamah Tuan-tuan: carilah sebab lain, persoalan lain, selain kemungkinan perkara yang itu-itu juga — yaitu "Risale-i Nur", "membentuk perkumpulan", "menjalankan tarekat", dan "mengganggu keamanan serta merusak ketertiban" — lalu tuntutlah aku dengan hal itu. Cacatku banyak. Aku pun telah memutuskan untuk membantu Tuan-tuan mengenai pertanggungjawabanku.
Sebab, di luar penjara aku telah menderita siksa yang jauh lebih besar daripada di dalam penjara. Kini, sumber ketenangan bagiku hanyalah kubur atau penjara. Sungguh, aku telah jemu terhadap kehidupan. Penyiksaan dan pengintaian penuh siksa selama dua puluh tahun di dalam kurungan sendirian ini,
beserta segala penghinaan, sudah cukup. Nanti hal itu akan menyentuh ghirah Allah, dan sungguh malang nasib tanah air ini. Aku mengingatkan hal ini kepada Tuan-tuan. Tempat berlindung dan perisai kami yang paling kukuh ialah: حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَك۪يلُ ٭ حَسْبِىَ اللّٰهُ لَٓا اِلٰهَ اِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظ۪يمِ