MUKADIMAH
Sinar-Sinar · hlm. 110
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dengan rahasia ayat teragung ini, hikmah dan tujuan dikirimkannya manusia ke dunia ini adalah mengenal Sang Khâliq kainat, beriman kepada-Nya, dan beribadah kepada-Nya. Dan tugas fitrah manusia itu serta kewajiban yang menjadi tanggungannya ialah makrifatullah dan iman kepada Allah, serta membenarkan wujud dan keesaan-Nya dengan hati yang menerima secara mantap dan dengan keyakinan yang pasti.
Ya, bagi manusia yang malang — yang secara fitrah menginginkan hidup yang kekal dan hidup selamanya, yang memiliki angan-angan tak terhingga dan derita yang tak berkesudahan — sudah pasti segala sesuatu dan segala kesempurnaan selain iman kepada Allah dan makrifatullah, yang merupakan asas yang paling dasar dan kunci bagi hidup yang kekal itu, beserta segala perantaranya, adalah rendah jika dinisbatkan kepada manusia itu. Bahkan kebanyakannya tidak memiliki nilai sama sekali.
Karena hakikat ini telah dibuktikan di dalam Risale-i Nur dengan burhan-burhan yang kuat, maka dengan menyerahkan hakikat ini kepada Risale-i Nur, kami hanya akan menjelaskan dua jurang bahaya yang pada abad ini mengguncang keyakinan iman itu dan menimbulkan keraguan, di dalam empat persoalan.