Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!

Sinar-Sinar · hlm. 483

Pecahnya tungku pemanasku serta hancur berkeping-kepingnya dua gelas air milik para Feyzi, Sabri, dan Hüsrev telah memberitakan datangnya sebuah musibah yang dahsyat. Ya, mutlak diperlukan sikap saling menopang yang hakiki — yang merupakan titik sandaran kita yang paling kuat — dan sikap tidak melihat kekurangan satu sama lain, serta sama sekali tidak tersinggung oleh seorang pahlawan Nur seperti Hüsrev, karena ia berada di tempatku dan menjadi wakil yang sangat penting bagi pribadi maknawi Nur.

Karena beberapa hari ini aku merasakan kesulitan dan rasa putus asa yang dahsyat, aku sangat gelisah seraya berkata, "Musuh-musuh kita telah menemukan satu cara untuk mengalahkan kita." Ternyata tungku pemanasku maupun penglihatanku — yang tampak seperti khayal namun merupakan hakikat itu sendiri — sama-sama telah memberitakan yang benar.

Jangan, jangan, sekali-kali jangan! Segeralah perbaiki sikap saling menopang kalian yang sampai kini kuat laksana besi. Demi Allah, kemungkinan bahwa peristiwa ini mendatangkan kerugian bagi khidmah Al-Qur'an dan iman kita — terlebih pada saat seperti ini — jauh lebih kuat daripada kerugian yang ditimbulkan oleh masuknya kita ke penjara.