Risale-i NurSinar-Sinar

Munajat

Sinar-Sinar · hlm. 46

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ اِنَّ ف۪ى خَلْقِ السَّمٰوَاتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّت۪ى تَجْر۪ى فِى الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَٓا اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَٓاءِ مِنْ مَٓاءٍ فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ ف۪يهَا مِنْ كُلِّ دَٓابَّةٍ وَتَصْر۪يفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَٓاءِ وَالْاَرْضِ لَاٰيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

YA ILAHI DAN YA RABBI!

Dengan mata iman, dengan pengajaran Al-Qur'an serta cahayanya, dengan pelajaran Rasul Yang Termulia صلى الله عليه وسلم, dan dengan petunjuk nama Al-Hakîm, aku melihat bahwa: di langit-langit tidak ada satu peredaran dan gerakan pun yang dengan keteraturannya yang demikian itu tidak menjadi isyarat dan tidak menunjukkan wujud-Mu.

Dan tidak ada satu benda langit pun yang dengan keheningannya, dengan tugas yang dijalankannya tanpa suara, dan dengan tegaknya tanpa tiang, tidak bersaksi dan tidak menjadi isyarat atas rububiyah dan kesatuan-Mu.

Dan tidak ada satu bintang pun yang dengan penciptaannya yang seimbang, dengan kedudukannya yang teratur, dengan senyumnya yang bercahaya, dan dengan cap keserupaan serta kemiripannya dengan seluruh bintang, tidak menjadi isyarat dan tidak bersaksi atas kemegahan keilahian-Mu dan keesaan-Mu.

Dan dari dua belas planet itu, tidak ada satu bintang berjalan pun yang dengan gerakannya yang penuh hikmah, dengan ketundukannya yang patuh, dengan tugasnya yang teratur, dan dengan satelit-satelitnya yang penting, tidak bersaksi atas wujud-Mu yang wajib ada dan tidak menjadi isyarat atas kerajaan keilahian-Mu!

Ya, langit bersama para penghuninya, sebagaimana masing-masing bersaksi sendiri-sendiri, demikian pula secara keseluruhan—wahai Pencipta yang menciptakan bumi dan langit!—mereka bersaksi atas wujud-Mu yang wajib ada dengan kesaksian yang begitu jelas pada tingkat yang tak terbantahkan; dan—wahai Zat yang mengatur serta mengurus zarah-zarah dengan segala susunannya yang teratur, yang memutar bintang-bintang berjalan ini beserta satelit-satelitnya yang tersusun rapi dan menundukkannya kepada perintah-Mu!—mereka bersaksi atas kesatuan dan ketunggalan-Mu dengan kesaksian yang begitu kuat, sehingga burhan-burhan yang bercahaya dan dalil-dalil yang berkilau, sebanyak bintang yang ada di wajah langit, membenarkan kesaksian itu.

Kemudian, langit yang jernih, bersih, dan indah ini, dengan benda-bendanya yang luar biasa besar dan luar biasa cepat, memperlihatkan keadaan sebuah pasukan yang teratur dan sebuah armada kerajaan yang dihiasi lampu-lampu listrik; dari sisi ini ia menunjukkan dengan jelas kemegahan rububiyah-Mu dan keagungan kudrat-Mu yang mengadakan segala sesuatu, menjadi isyarat yang kuat atas luas tak berbatasnya kekuasaan-Mu yang meliputi langit-langit yang tak terhingga dan rahmat-Mu yang memangku setiap makhluk hidup, serta bersaksi tanpa ragu bahwa ilmu-Mu—yang berkaitan dengan seluruh urusan dan keadaan segenap makhluk langit, yang menggenggam dan menatanya—meliputi segala sesuatu, dan bahwa hikmah-Mu mencakup setiap perkara. Dan kesaksian serta petunjuk itu demikian jelas, seakan-akan bintang-bintang adalah kata-kata kesaksian dari langit yang menjadi saksi dan dalil-dalilnya yang bercahaya yang menjelma dalam bentuk nyata.

Adapun bintang-bintang di medan langit, di lautannya, dan di angkasanya, dengan keadaannya yang laksana prajurit-prajurit yang patuh, kapal-kapal yang teratur, pesawat-pesawat yang menakjubkan, dan lampu-lampu yang ajaib,

memperlihatkan keagungan yang gemerlap dari kerajaan keilahian-Mu.

Dan dengan petunjuk serta peringatan dari tugas-tugas matahari kita—satu bintang dari anggota pasukan itu—pada planet-planetnya dan di bumi kita, sebagian bintang yang menjadi kawan-kawan matahari menghadap ke alam-alam akhirat; mereka bukan tanpa tugas, melainkan matahari bagi alam-alam yang kekal.

WAHAI WÂJIBUL WUJÛD! WAHAI YANG WÂHID LAGI AHAD!

Bintang-bintang yang menakjubkan ini, matahari-matahari dan bulan-bulan yang mengagumkan ini, berada dalam kerajaan-Mu, di langit-langit-Mu; dengan perintah-Mu, dengan kekuatan dan kudrat-Mu, serta dengan pengaturan dan penataan-Mu, semuanya ditundukkan, ditata, dan diberi tugas. Seluruh benda langit yang tinggi itu bertasbih dan bertakbir kepada satu-satunya Khâliq yang menciptakan, memutar, dan mengurus mereka; dengan lisan keadaan mereka berkata, "Subhanallah, Allahu akbar."

Aku pun menyucikan-Mu dengan seluruh tasbih mereka, wahai Sang Qadîr Dzul-Jalâl yang tersembunyi justru karena Engkau demikian nyata dan yang tidak terlihat karena kebesaran-Mu demikian agung!

WAHAI SANG QADÎR MUTLAK!

Dengan pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm-Mu dan dengan pengajaran Rasul Yang Termulia صلى الله عليه وسلم, aku memahami: sebagaimana langit dan bintang-bintang bersaksi atas wujud dan kesatuan-Mu, demikian pula ruang angkasa dengan awan, kilat, guruh, angin, dan hujannya bersaksi atas wujud-Mu yang wajib ada dan atas kesatuan-Mu.

Ya, awan yang merupakan benda mati lagi tidak sadar itu mengirimkan hujan—air kehidupan—untuk menolong makhluk hidup yang membutuhkannya; hal itu hanya terjadi dengan rahmat dan hikmah-Mu, kebetulan yang serba kacau tidak mungkin ikut campur di dalamnya.

Kemudian kilat, yang merupakan listrik terbesar dan yang menunjuk kepada manfaat-manfaat penerangannya sehingga mendorong manusia memanfaatkannya, ia menerangi kudrat-Mu di angkasa dengan seindah-indahnya.

Kemudian guruh yang membawa kabar gembira akan datangnya hujan, yang membuat angkasa yang luas ini berbicara, dan yang menggemakan langit dengan gemuruh tasbihnya, ia pun berbicara dengan lisan ucapan, menyucikan-Mu, dan bersaksi atas rububiyah-Mu.

Kemudian angin, yang Engkau beri banyak tugas—seperti mengantarkan rezeki yang paling diperlukan bagi hidupnya makhluk hidup sekaligus paling mudah diambil manfaatnya, memberikan napas, dan melegakan jiwa—mengubah angkasa, seakan-akan berdasarkan suatu hikmah, menjadi "papan yang menghapus dan menetapkan" serta "papan yang menulis, menyatakan, lalu menghapus";

dan dengan itu ia menjadi isyarat atas kerja kudrat-Mu serta bersaksi atas wujud-Mu; demikian pula rahmat yang dengan belas kasih-Mu Engkau perah dari awan lalu Engkau kirimkan kepada makhluk hidup, dengan kata-katanya berupa tetesan-tetesan yang seimbang dan teratur, bersaksi atas luasnya rahmat-Mu dan atas kasih sayang-Mu yang lapang.

WAHAI ZAT YANG MAHA MENGATUR LAGI MAHA BERBUAT, DAN WAHAI ZAT YANG MAHA MELIMPAHKAN KARUNIA LAGI MAHATINGGI!

Awan, kilat, guruh, angin, dan hujan yang bersaksi atas wujud-Mu yang wajib ada itu, sebagaimana masing-masing bersaksi satu per satu, demikian pula secara keseluruhan—meskipun sifat-sifatnya berjauhan satu sama lain dan jati dirinya saling berlawanan—dari sisi kesatuan, kebersamaan, saling masuk ke dalam satu sama lain, dan saling menolong dalam tugas masing-masing, mereka menjadi isyarat yang sangat kuat atas kesatuan dan ketunggalan-Mu.

Kemudian, sebagaimana mereka bersaksi atas kemegahan rububiyah-Mu yang menjadikan angkasa yang luas ini sebagai mahsyar segala keajaiban dan yang pada hari-hari tertentu mengisi lalu mengosongkannya beberapa kali, dan atas keagungan kudrat-Mu—yang mengelola angkasa yang lapang itu bagaikan papan yang ditulis lalu diganti, dan bagaikan spons yang diperas untuk menyirami taman bumi—serta atas sampainya kudrat itu kepada segala sesuatu, demikian pula mereka menunjukkan luas tak berbatasnya rahmat dan kekuasaan-Mu yang memandang serta mengurus seluruh bumi dan segenap makhluknya dari balik tirai angkasa, dan menunjukkan sampainya rahmat serta kekuasaan itu kepada segala sesuatu.

Kemudian, udara di angkasa Engkau pekerjakan dalam tugas-tugas yang demikian penuh hikmah, dan awan serta hujan Engkau gunakan untuk manfaat-manfaat yang demikian penuh ilmu, sehingga tanpa ilmu yang meliputi segala sesuatu dan hikmah yang mencakup segala sesuatu, penggunaan dan pengerahan seperti itu mustahil terjadi.

WAHAI FA'ÂLUN LIMÂ YURÎD!

Kudrat-Mu yang dengan kerja-Mu di ruang angkasa senantiasa memperlihatkan satu contoh kebangkitan (hasyr) dan kiamat, yang dalam satu jam mengubah musim panas menjadi musim dingin dan musim dingin menjadi musim panas, yang mendatangkan satu alam dan mengirim satu alam lain ke alam gaib, serta yang berbuat dalam syuunat (keadaan dan kehendak-Mu) semacam itu—kudrat itu memberi isyarat bahwa Engkau akan mengubah dunia menjadi akhirat dan akan memperlihatkan syuunat yang kekal abadi di akhirat.

WAHAI SANG QADÎR DZUL-JALÂL!

Udara di ruang angkasa, awan dan hujan, kilat dan guruh, semuanya berada dalam kerajaan-Mu; dengan perintah dan daya-Mu, dengan kekuatan dan kudrat-Mu, mereka ditundukkan dan diberi tugas. Makhluk-makhluk angkasa yang jati dirinya saling berjauhan ini menyucikan Zat Yang Memerintah dan Menguasai mereka—Yang membuat mereka menaati perintah-perintah yang sangat cepat lagi seketika dan komando-komando yang mendadak lagi tergesa—dan mereka memuji serta menyanjung rahmat-Nya.

WAHAI SANG KHÂLIQ DZUL-JALÂL YANG MENCIPTAKAN BUMI DAN LANGIT-LANGIT!

Dengan pengajaran Al-Qur'an Al-Hakîm-Mu dan dengan pelajaran Rasul Yang Termulia صلى الله عليه وسلم, aku beriman dan mengetahui bahwa: sebagaimana langit-langit dengan bintang-bintangnya dan ruang angkasa dengan segala isinya bersaksi atas wujud-Mu yang wajib ada serta atas ketunggalan dan kesatuan-Mu, demikian pula bumi dengan seluruh makhluk dan keadaannya bersaksi dan menjadi isyarat atas wujud dan kesatuan-Mu sebanyak jumlah makhluk yang ada.

Ya, di bumi tidak ada satu perubahan pun, dan tidak ada satu pergantian pun pada pepohonan serta hewan-hewannya—seperti bergantinya pakaian mereka setiap tahun—baik yang bersifat juz'i (sebagian) maupun yang bersifat kulli (menyeluruh), yang dengan keteraturannya tidak menjadi isyarat atas wujud dan kesatuan-Mu.

Kemudian tidak ada satu hewan pun yang tidak bersaksi atas wujud dan ketunggalan-Mu melalui rezeki yang Engkau berikan dengan penuh rahmat sesuai kadar kelemahan dan kebutuhannya, serta melalui perangkat-perangkat yang diperlukan bagi hidupnya yang Engkau berikan dengan penuh hikmah.

Kemudian, dari tumbuhan dan hewan yang Engkau adakan di depan mata kami pada setiap musim semi, tidak ada satu pun yang tidak memperkenalkan-Mu melalui seninya yang menakjubkan, hiasannya yang lembut, ciri khasnya yang sempurna, keteraturannya, dan ukurannya yang serasi.

Dan keajaiban serta mukjizat kudrat-Mu yang disebut tumbuhan dan hewan, yang memenuhi permukaan bumi—terciptanya mereka dari telur dan telur-telur kecil, dari tetesan-tetesan air, dari biji dan biji-biji kecil, serta dari benih-benih yang terbatas jumlahnya, satu bahannya, dan serupa satu sama lain, tercipta tanpa salah, sempurna, berhias, dan bertanda pembeda—adalah kesaksian atas wujud, kesatuan, hikmah, dan kudrat tak terhingga Sang Pembuat Yang Hakîm bagi mereka; kesaksian yang lebih kuat dan lebih terang daripada kesaksian cahaya atas matahari.

Kemudian tidak ada satu unsur pun—seperti udara, air, cahaya, api, dan tanah—yang tidak bersaksi atas ketunggalan dan wujud-Mu; sebab meskipun tidak memiliki kesadaran, ia menjalankan tugas-tugas yang sempurna seakan-akan penuh kesadaran, dan meskipun sederhana, menguasai serta menyebar ke segala tempat tanpa aturan, ia mendatangkan buah dan hasil yang sangat teratur lagi beraneka ragam dari khazanah gaib.

WAHAI SANG FÂTHIR YANG QADÎR! WAHAI SANG FATTÂH YANG 'ALLÂM! WAHAI SANG FA'ÂL YANG KHALLÂQ!

Sebagaimana bumi dengan seluruh penghuninya bersaksi bahwa Khâliq-nya adalah Wâjibul Wujûd, demikian pula ia bersaksi atas kesatuan dan ahadiyah-Mu—wahai Yang Wâhid lagi Ahad! Wahai Al-Hannân lagi Al-Mannân! Wahai Al-Wahhâb lagi Ar-Razzâq!—melalui cap yang ada pada wajahnya dan cap-cap yang ada pada wajah para penghuninya, serta dari sisi kesatuan, kebersamaan,

saling masuk ke dalam satu sama lain, saling menolong, dan bersatunya nama-nama serta perbuatan rububiyah yang memandang mereka; ia bersaksi atas kesatuan dan ahadiyah-Mu pada tingkat yang tak terbantahkan, bahkan bersaksi sebanyak jumlah makhluk yang ada.

Kemudian, sebagaimana bumi menunjukkan kemegahan rububiyah-Mu dan sampainya kudrat-Mu kepada segala sesuatu—melalui keadaannya sebagai sebuah markas tentara, sebuah pameran, dan sebuah lapangan latihan, serta melalui perangkat yang berbeda-beda yang diberikan secara teratur kepada empat ratus ribu umat yang bermacam-macam dalam barisan tumbuhan dan hewan—demikian pula Engkau memberikan rezeki yang berbeda-beda kepada seluruh makhluk hidup yang tak terhingga, tepat pada waktunya, dari tanah yang kering dan sederhana, dengan penuh rahmat dan kemuliaan; dan makhluk yang tak terhingga itu menaati perintah-perintah Rabbani dengan ketundukan yang sempurna—semua itu memperlihatkan bahwa rahmat-Mu mencakup segala sesuatu dan kekuasaan-Mu meliputi segala sesuatu.

Kemudian, penggiringan dan pengaturan kafilah-kafilah makhluk yang silih berganti di bumi, pergantian mati dan hidup, serta pengaturan dan penataan hewan dan tumbuhan—yang semuanya hanya dapat terlaksana dengan ilmu yang berkaitan dengan segala sesuatu dan dengan hikmah tak terbatas yang berlaku pada segala sesuatu—menunjukkan bahwa ilmu-Mu meliputi segala sesuatu dan menunjukkan hikmah-Mu.

Dan bagi manusia — yang di bumi ini menjalankan tugas-tugas tak terhingga dalam waktu yang teramat singkat, yang dilengkapi dengan potensi dan perangkat batin seolah-olah ia akan hidup selama masa yang tak terhingga, serta yang mengelola segala yang ada di bumi — maka di medan latihan dunia ini, di perkemahan sementara di bumi ini, dan di pameran yang sementara ini, perhatian yang sedemikian besar, biaya yang tak terhingga, pancaran rububiyah yang tiada berkesudahan, seruan-seruan tak terhingga dari Zat Yang Mahasuci, serta pemberian-pemberian Ilahi yang tiada berujung itu, sudah pasti dan sama sekali tidak akan muat di dalam umur yang teramat pendek lagi penuh duka ini, tidak pula di dalam kehidupan yang kacau lagi menyedihkan ini, tidak pula di dunia yang fana lagi penuh bala ini. Justru karena semua itu hanya mungkin diadakan untuk sebuah umur lain yang abadi dan untuk sebuah negeri kebahagiaan yang kekal, maka semuanya mengisyaratkan — bahkan bersaksi — atas karunia-karunia akhirat yang tersedia di alam yang kekal.

WAHAI KHÂLIQ SEGALA SESUATU!

Seluruh makhluk di bumi diatur dan ditundukkan di dalam kerajaan-Mu, di bumi-Mu, dengan daya dan kekuatan-Mu, dengan kudrat dan kehendak-Mu, serta dengan ilmu dan hikmah-Mu. Dan rububiyah yang aktivitasnya disaksikan di muka bumi memperlihatkan cakupan dan liputan yang sedemikian luas. Pengaturan, tadbir, dan tarbiyah-Nya pun sedemikian sempurna lagi sedemikian teliti. Dan pelaksanaan-Nya di segala penjuru sedemikian menyatu, sedemikian seiring, dan sedemikian serupa, sehingga hal itu memberitahukan adanya satu tasarruf dan satu rububiyah yang berkedudukan sebagai satu keseluruhan yang tidak menerima pembagian dan sebagai satu kesatuan menyeluruh yang

mustahil terpecah-belah.

Dan bumi beserta seluruh penghuninya, dengan lisan-lisan tak terhingga yang jauh lebih jelas daripada lisan ucapan, menyucikan dan bertasbih kepada Khâliq-nya; dan dengan lisan keadaan nikmat-nikmat-Nya yang tiada berujung, mereka memanjatkan hamd, pujian, dan sanjungan kepada Sang Razzâq Dzul-Jalâl mereka.

Wahai Zat Yang Mahasuci, Yang tersembunyi justru karena teramat terang wujud-Nya, dan Yang terhijab justru karena keagungan kebesaran-Nya!

Dengan seluruh takdis dan tasbih yang dipanjatkan bumi, aku menyucikan Engkau dari cacat, dari kelemahan, dan dari sekutu; dan dengan seluruh tahmid dan sanjungannya, aku memuji dan bersyukur kepada-Mu.

WAHAI RABB DARATAN DAN LAUTAN!

Dengan pelajaran Al-Qur'an dan dengan didikan Rasul Yang Termulia صلى الله عليه وسلم aku memahami bahwa: sebagaimana langit, angkasa, dan bumi bersaksi atas keesaan dan wujud-Mu, demikian pula lautan, sungai-sungai besar, mata air, dan sungai-sungai bersaksi dengan sangat jelas atas wujud-Mu yang wajib ada dan atas keesaan-Mu.

Ya, di lautan yang bagi dunia kita ini berkedudukan sebagai ketel-ketel uap, sumber segala keajaiban, tidak ada satu pun makhluk, bahkan tidak ada setetes air pun, yang tidak memperkenalkan Khâliq-nya dengan wujudnya, keteraturannya, manfaatnya, dan keadaannya.

Dan di antara makhluk-makhluk ajaib yang rezekinya diberikan dengan sempurna di dalam pasir yang sederhana dan air yang sederhana, di antara hewan-hewan laut yang penciptaannya sangat teratur, terutama ikan-ikan yang seekornya saja meramaikan lautan dengan sejuta butir telurnya — tidak ada satu pun yang tidak mengisyaratkan kepada Zat yang menciptakannya dan tidak bersaksi kepada Ar-Razzâq-nya melalui penciptaannya, tugasnya, pengaturan dan pemberian makannya, serta tadbir dan tarbiyahnya.

Dan di antara permata-permata di lautan yang berharga, berkhasiat, lagi indah, tidak ada satu pun yang tidak mengenal-Mu dan tidak memperkenalkan-Mu melalui penciptaannya yang indah, fitrahnya yang memikat, dan khasiatnya yang bermanfaat.

Ya, sebagaimana mereka bersaksi satu per satu, dan sebagaimana secara keseluruhan mereka bersaksi atas keesaan-Mu dari sisi kebersamaan, bercampurnya satu sama lain, satunya cap penciptaan, sangat mudahnya diciptakan, dan sangat banyaknya jumlah satuan mereka; demikian pula — dari sisi menahan bumi beserta tanahnya dan lautan luas yang mengelilingi bola bumi ini tetap tergantung di angkasa, tanpa tertumpah dan tanpa

tercerai-berai memutarnya mengelilingi matahari, tidak membiarkan lautan menenggelamkan daratan, menciptakan hewan-hewannya yang beraneka ragam lagi teratur serta permata-permatanya dari pasir dan airnya yang sederhana, mengatur rezeki dan segala urusan mereka secara menyeluruh lagi sempurna dan mengurus tadbirnya, serta tidak adanya satu pun dari jenazah tak terhingga yang seharusnya terapung di permukaannya — dari semua sisi itu, lautan bersaksi atas wujud-Mu dan atas kenyataan bahwa Engkau adalah Wâjibul Wujûd, dengan isyarat sebanyak jumlah makhluk yang ada.

Dan sebagaimana mereka menunjukkan dengan sangat jelas keagungan kerajaan rububiyah-Mu dan kebesaran kudrat-Mu yang meliputi segala sesuatu, demikian pula mereka menunjukkan luasnya rahmat dan kekuasaan-Mu yang tak terhingga — rahmat dan kekuasaan yang menjangkau serta memerintah segala sesuatu, mulai dari bintang-bintang yang sangat besar lagi teratur di atas langit hingga ikan-ikan yang sangat mungil di dasar lautan yang diberi makan dengan teratur — dan dengan keteraturannya, manfaatnya, hikmahnya, timbangan serta ukurannya yang seimbang, mereka mengisyaratkan ilmu-Mu yang meliputi segala sesuatu dan hikmah-Mu yang mencakup segala sesuatu.

Dan adanya kolam-kolam rahmat-Mu yang demikian di rumah penginapan dunia ini bagi para musafir, serta ditundukkannya lautan itu bagi perjalanan manusia, bagi kapalnya, dan bagi manfaatnya, mengisyaratkan bahwa Zat yang di sebuah penginapan di tepi jalan memuliakan para tamu-Nya semalam saja dengan sedemikian banyak hadiah lautan, sudah pasti telah menyediakan lautan-lautan rahmat yang kekal di pusat kerajaan-Nya yang abadi, sehingga lautan di sini hanyalah contoh-contoh kecilnya yang fana.

Maka beradanya lautan di sekeliling bumi dengan keadaan yang demikian menakjubkan lagi luar biasa, dan diaturnya serta ditarbiyahnya makhluk-makhluk laut dengan sangat teratur, menunjukkan dengan sangat nyata bahwa mereka tunduk kepada perintah-Mu di dalam kerajaan-Mu, hanya dengan kekuatan dan kudrat-Mu serta dengan kehendak dan tadbir-Mu. Dan dengan lisan keadaan mereka, mereka menyucikan Khâliq-nya seraya berkata, "Allahu akbar."

WAHAI SANG QADÎR DZUL-JALÂL, YANG MENJADIKAN GUNUNG-GUNUNG SEBAGAI TIANG-TIANG PENUH KHAZANAH BAGI BAHTERA BUMI!

Dengan didikan Rasul Yang Termulia صلى الله عليه وسلم dan dengan pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm aku memahami bahwa sebagaimana lautan mengenal-Mu dan memperkenalkan-Mu dengan segala keajaibannya, demikian pula gunung-gunung — dengan khidmah dan hikmah yang mereka lakukan dalam menenangkan bumi dari guncangan gempa, dalam meredamnya dari badai gejolak yang bergolak di dalam perutnya, dalam menyelamatkannya dari luapan lautan, dalam membersihkan udara dari gas-gas

yang berbahaya, dalam menyimpan dan menabung air, serta dalam menjadi bendahara bagi barang-barang tambang yang diperlukan makhluk hidup — juga mengenal-Mu dan memperkenalkan-Mu.

Ya, di antara sekian jenis batu di pegunungan, di antara sekian bagian zat-zat yang menjadi obat bagi berbagai penyakit, di antara sekian macam barang tambang yang sangat diperlukan lagi sangat beragam bagi makhluk hidup, terutama bagi manusia, dan di antara sekian golongan tumbuhan yang menghiasi gunung dan padang sahara dengan bunga-bunganya serta meramaikannya dengan buah-buahnya — tidak ada satu pun yang tidak bersaksi dengan sangat jelas atas wujud yang wajib ada bagi Sang Pembuat Yang tiada terhingga Qadîr-Nya, tiada terhingga Hakîm-Nya, tiada terhingga Rahîm dan Karîm-Nya; yaitu melalui hikmahnya, keteraturannya, keindahan penciptaannya, dan manfaatnya yang mustahil diserahkan kepada kebetulan, terutama melalui barang tambang seperti garam, garam lemon, sulfat, dan tawas yang meskipun secara lahir tampak serupa namun rasanya sangat bertentangan, dan terlebih lagi melalui tumbuh-tumbuhan yang dari tanah yang sederhana muncul dengan jenisnya yang bermacam-macam serta dengan bunga dan buahnya yang berbeda-beda. Dan sebagaimana mereka bersaksi demikian, mereka pun bersaksi atas keesaan dan ahadiyah Sang Pembuat itu dari sisi kesatuan pengaturan dan kesatuan tadbir pada keseluruhan mereka, dari sisi kesamaan dan kesatuan pada asal, tempat tinggal, penciptaan, dan seninya, serta dari sisi murahnya, mudahnya, banyaknya, dan cepatnya mereka dibuat.

Dan sebagaimana ciptaan-ciptaan yang berada di permukaan gunung dan di dalam perutnya dibuat di seluruh penjuru bumi — setiap jenisnya pada waktu yang sama, dengan cara yang sama, tanpa kesalahan, sangat sempurna, lagi cepat — serta diciptakan tanpa satu pekerjaan menghalangi pekerjaan yang lain dan tanpa tercampur aduk meskipun bercampur bersama jenis-jenis yang lain; semua itu menunjukkan keagungan rububiyah-Mu dan kebesaran kudrat-Mu yang tidak merasa berat oleh apa pun.

Demikian pula, dari sisi dipenuhinya permukaan gunung dan bagian dalamnya dengan pepohonan, tumbuhan, dan barang tambang yang teratur — sedemikian rupa sehingga memuaskan kebutuhan tak terhingga seluruh makhluk hidup di muka bumi, bahkan berbagai penyakitnya, bahkan berbagai kesenangannya dan selera masing-masing — serta dari sisi ditundukkannya semua itu bagi mereka yang membutuhkan, gunung-gunung menunjukkan luasnya rahmat-Mu yang tak terhingga dan luasnya kekuasaan-Mu yang tiada berujung; dan karena semua itu, meskipun berada di dalam lapisan tanah dalam keadaan tersembunyi, gelap, lagi bercampur baur, disiapkan dengan mengetahui, dengan melihat, tanpa keliru, dengan teratur, dan sesuai kebutuhan, maka semuanya mengisyaratkan dan menunjukkan dengan sangat jelas bahwa ilmu-Mu yang berkaitan dengan segala sesuatu meliputi semuanya dan bahwa hikmah-Mu yang menata setiap sesuatu mencakup segala sesuatu; serta — melalui disiapkannya obat-obatan dan ditimbunnya bahan-bahan tambang — mengisyaratkan keindahan tadbir rububiyah-Mu yang penuh kasih lagi penuh kemuliaan dan kelembutan inayah-Mu yang penuh kehati-hatian.

Dan dari sisi dijadikannya gunung-gunung yang besar sebagai gudang cadangan yang teratur bagi perbekalan dan kebutuhan masa depan para musafir yang bertamu di penginapan dunia ini, sebagai lumbung perlengkapan, dan sebagai gudang yang sempurna bagi banyak harta terpendam yang diperlukan bagi kehidupan, semua itu mengisyaratkan — bahkan menunjukkan, bahkan bersaksi — bahwa Sang Pembuat Yang demikian Karîm lagi gemar memuliakan tamu, demikian Hakîm lagi menaburkan kasih sayang, dan demikian Qadîr lagi memelihara dengan rububiyah-Nya, sudah pasti dan sama sekali memiliki khazanah-khazanah abadi berisi karunia-Nya yang abadi di sebuah alam yang abadi, bagi para tamu yang sangat Dia cintai itu. Sebagai ganti gunung-gunung di sini, di sana bintang-bintanglah yang menjalankan tugas itu.

WAHAI SANG QADÎR ATAS SEGALA SESUATU!

Gunung-gunung dan makhluk-makhluk yang ada di dalamnya tunduk dan tersimpan di dalam kerajaan-Mu, dengan kekuatan dan kudrat-Mu serta dengan ilmu dan hikmah-Mu. Mereka menyucikan dan bertasbih kepada Khâliq-nya yang memberi mereka tugas dan menundukkan mereka dengan cara demikian.

WAHAI KHÂLIQ YANG RAHMÂN! WAHAI RABB YANG RAHÎM!

Dengan didikan Rasul Yang Termulia صلى الله عليه وسلم dan dengan pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm aku memahami: sebagaimana langit, angkasa, bumi, laut, dan gunung beserta segala isi dan makhluknya mengenal-Mu dan memperkenalkan-Mu, demikian pula seluruh pohon dan tumbuhan di bumi, dengan daun, bunga, dan buahnya, memperkenalkan-Mu dan mengenal-Mu dengan tingkat yang sangat jelas.

Dan setiap satu dari daun-daun seluruh pepohonan dan tumbuhan yang bergerak dalam zikir penuh gelora rindu, dari bunga-bunga yang dengan perhiasannya menyifati dan memperkenalkan asma Sang Pembuatnya, serta dari buah-buah yang tersenyum karena kelembutan dan manifestasi kasih sayang-Nya — semuanya bersaksi dengan tingkat yang sangat jelas atas wujud yang wajib ada bagi Sang Pembuat Yang tiada terhingga Rahîm dan Karîm-Nya, yaitu melalui aturan di dalam seni menakjubkan yang sama sekali mustahil diserahkan kepada kebetulan, timbangan di dalam aturan itu, perhiasan di dalam timbangan itu, ukiran-ukiran di dalam perhiasan itu, aroma yang indah dan berbeda-beda di dalam ukiran itu, serta rasa buah-buahan yang bermacam-macam di dalam aroma itu. Dan sebagaimana mereka bersaksi demikian, secara keseluruhan mereka pun bersaksi dengan sangat nyata atas keesaan dan ahadiyah Sang Pembuat Wâjibul Wujûd itu melalui sisi-sisi seperti: kesatuan dan kebersamaan di seluruh muka bumi, saling menyerupai satu sama lain, kesamaan pada cap penciptaan, kaitan pada tadbir dan pengaturan, kesesuaian pada perbuatan mencipta yang berkaitan dengan mereka dan pada asma Rabbani, serta pengaturan serentak atas satuan-satuan tak terhingga dari seratus ribu jenis itu tanpa keliru meskipun mereka bercampur satu sama lain.

Dan sebagaimana mereka bersaksi atas wujud-Mu yang wajib ada dan atas keesaan-Mu, demikian pula pemberian makan dan pengaturan dalam ratusan ribu cara atas satuan-satuan tak terhingga dari pasukan makhluk hidup di muka bumi yang terdiri atas empat ratus ribu umat — yang dikerjakan dengan sempurna, tanpa keliru dan tanpa tercampur aduk — menunjukkan keagungan rububiyah-Mu di dalam keesaan, kebesaran kudrat-Mu yang menciptakan satu musim semi semudah menciptakan satu bunga, serta kaitan kudrat itu dengan segala sesuatu; demikian pula semuanya menunjukkan dengan pasti luasnya rahmat-Mu yang tak terhingga — rahmat yang menyiapkan bermacam-macam makanan yang tak terhingga bagi hewan-hewan dan manusia yang tak terhingga di seluruh penjuru bumi yang luas ini — dan luasnya kekuasaan-Mu yang tak terhingga, yaitu melalui berjalannya pekerjaan, pemberian nikmat, pengaturan, pemberian makan, dan pelaksanaan yang tak terhingga itu dengan keteraturan yang sempurna, serta melalui taat dan tunduknya segala sesuatu, bahkan zarah-zarah sekalipun, kepada perintah dan pelaksanaan itu. Beserta itu semua, karena setiap sesuatu dan setiap urusan dari pepohonan dan tumbuhan itu — dari setiap daun, bunga, buah, akar, dahan, dan rantingnya — dikerjakan dengan mengetahui dan melihat, sesuai dengan manfaat, kebaikan, dan hikmahnya, maka mereka menunjukkan dengan sangat jelas dan mengisyaratkan dengan jari-jari mereka yang tak terhingga bahwa ilmu-Mu meliputi segala sesuatu dan hikmah-Mu mencakup segala sesuatu. Dan dengan lisan-lisan mereka yang tak terhingga, mereka menyanjung dan memuji keindahan seni-Mu yang teramat sempurna serta kesempurnaan nikmat-Mu yang teramat indah.

Dan lagi, di penginapan yang sementara ini, di rumah singgah yang fana ini, dalam waktu yang begitu singkat dan umur yang begitu pendek, sekian banyak karunia dan nikmat yang teramat berharga serta sekian banyak biaya dan jamuan yang luar biasa — yang diberikan melalui tangan pepohonan dan tetumbuhan — mengisyaratkan, bahkan bersaksi, bahwa:

Zat Yang Rahîm, Yang Mahakuasa lagi Mahamurah, yang di sini mencurahkan kasih sayang sedemikian rupa kepada para tamu-Nya — supaya seluruh biaya dan karunia yang Dia keluarkan itu tidak berbuah kebalikan dari maksud yang dituju, yakni agar Dia dikenal dan dicintai; supaya seluruh makhluk tidak berkata dan tidak dibuat berkata, "Dia membuat kami mencicipi, tetapi Dia membinasakan kami tanpa mengenyangkan kami"; supaya kerajaan keilahian-Nya tidak digugurkan; supaya rahmat-Nya yang tak terhingga tidak diingkari dan tidak dibuat diingkari; dan supaya seluruh sahabat-Nya yang rindu tidak berbalik menjadi musuh karena terhalang dari karunia-Nya — dari sisi-sisi inilah, pasti dan mesti Dia telah menyiapkan bagi hamba-hamba yang akan Dia kekalkan selama-lamanya, di sebuah alam yang abadi, di sebuah negeri yang abadi, dari khazanah-khazanah rahmat-Nya yang abadi, di dalam surga-surga-Nya yang abadi, pepohonan yang berbuah dan tetumbuhan yang berbunga, yang abadi dan layak bagi surga. Adapun yang ada di sini hanyalah contoh untuk diperlihatkan kepada para pembeli.

Dan lagi, sebagaimana pepohonan dan tetumbuhan seluruhnya menyucikan, bertasbih, dan memuji-Mu dengan kata-kata berupa daun, bunga, dan buahnya,

maka setiap kata itu pun menyucikan-Mu secara tersendiri. Terlebih lagi buah-buahan: karena ia dibuat dengan cara yang menakjubkan — dagingnya sangat beragam, seninya sangat mengagumkan, bijinya sungguh luar biasa — lalu nampan-nampan hidangan itu diletakkan ke tangan pepohonan dan ditaruh di atas kepala tetumbuhan untuk dikirimkan kepada para tamu yang hidup; maka dari sisi ini, tasbih mereka yang berupa lisan keadaan naik hingga ke derajat lisan ucapan, karena begitu nyatanya. Semuanya berada di dalam kerajaan-Mu, tunduk dengan kekuatan dan kudrat-Mu, dengan kehendak dan karunia-Mu, dengan rahmat dan hikmah-Mu, serta taat kepada setiap perintah-Mu.

Wahai Sang Pembuat Yang Hakîm dan Sang Khâliq Yang Rahîm, yang tersembunyi justru karena teramat nyata, dan yang terselubung oleh keagungan kebesaran-Mu!

Dengan lidah dan sebanyak bilangan seluruh pepohonan dan tetumbuhan, seluruh daun, bunga, dan buah, aku menyucikan-Mu dari segala cacat, dari kelemahan, dan dari sekutu, seraya memuji dan menyanjung-Mu.

WAHAI SANG FÂTHIR YANG QADÎR! WAHAI SANG PENGATUR YANG HAKÎM! WAHAI SANG MURABBI YANG RAHÎM!

Dengan pengajaran Rasul Yang Termulia صلى الله عليه وسلم dan dengan pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm, aku memahami dan mengimani bahwa sebagaimana tetumbuhan dan pepohonan mengenal-Mu serta memperkenalkan sifat-sifat suci-Mu dan asmaul husna-Mu, demikian pula tidak ada satu pun dari makhluk hidup yang bernyawa — yakni manusia dan hewan — melainkan ia bersaksi atas keharusan wujud-Mu dan atas nyatanya sifat-sifat-Mu: dengan anggota tubuh bagian dalam dan bagian luar yang bekerja dan digerakkan bagaikan jam yang sangat teratur, dengan alat-alat dan indra yang ditempatkan pada tubuhnya melalui tatanan yang teramat halus, timbangan yang teramat peka, dan faedah-faedah yang teramat penting, serta dengan perangkat-perangkat jasmani yang diletakkan di dalam jasadnya dalam susunan yang penuh seni, penataan yang penuh hikmah, dan timbangan yang teramat teliti.

Sebab, ke dalam seni yang halus lagi penuh penglihatan, hikmah yang lembut lagi penuh kesadaran, dan timbangan sempurna yang penuh pengaturan seperti itu, sudah pasti kekuatan yang buta, alam yang tidak sadar, dan kebetulan yang serampangan tidak dapat ikut campur; itu bukan pekerjaan mereka dan tidak mungkin terjadi. Adapun terbentuk dengan sendirinya, hal itu mustahil di dalam mustahil, seratus derajat mustahilnya. Sebab, kalau demikian, setiap zarah pada tubuh itu harus mengetahui, melihat, dan mampu mengerjakan segala sesuatu tentang dirinya dan tentang tersusunnya jasad itu, bahkan segala sesuatu yang berhubungan dengannya di dunia ini; ia harus memiliki ilmu dan kudrat yang meliputi segala sesuatu, seakan-akan seperti ilah. Barulah sesudah itu tugas membentuk jasad dapat diserahkan kepadanya, dan dapat dikatakan, "Ia terjadi dengan sendirinya."

Dan pada himpunan keseluruhannya terdapat kesatuan pengaturan, kesatuan pengurusan, kesatuan pada tiap jenis, dan kesatuan pada tiap bangsa; terdapat pula kesatuan stempel fitrah yang disaksikan pada kesamaan letak titik-titik seperti mata, telinga, dan mulut di wajah mereka semua, kesatuan stempel hikmah yang terlihat pada raut wajah setiap individu dari tiap jenis, kebersamaan dalam pemberian rezeki dan dalam penciptaan, serta keadaan saling berada di dalam satu sama lain — tidak ada satu pun dari keadaan-keadaan itu melainkan ia bersaksi dengan pasti atas keesaan-Mu. Dan tidak ada satu individu pun padanya melainkan padanya terdapat manifestasi seluruh nama yang menghadap kepada kainat, sehingga ia menjadi isyarat kepada ahadiyah-Mu di dalam wâhidiyah.

Dan lagi, sebagaimana ratusan ribu jenis hewan yang tersebar di seluruh muka bumi bersama manusia — yang diperlengkapi, dilatih, taat, dan tunduk bagaikan sebuah pasukan yang teratur, dan yang padanya perintah-perintah rububiyah berjalan dengan tertib mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar — menunjukkan derajat keagungan rububiyah-Mu; dan sebagaimana mereka menunjukkan derajat kebesaran kudrat-Mu, sebab meskipun jumlahnya teramat banyak mereka tetap teramat berharga dan teramat sempurna namun dibuat dengan teramat cepat, dan meskipun teramat penuh seni mereka dibuat dengan teramat mudah; demikian pula mereka semua — mulai dari mikroba hingga badak, dari lalat yang paling kecil hingga burung yang paling besar, yang tersebar dari timur sampai barat dan dari utara sampai selatan — menunjukkan dengan pasti betapa luas rahmat-Mu yang tak terhingga, karena Engkau menyampaikan rezeki mereka semua; dan menunjukkan dengan pasti betapa luas kekuasaan-Mu yang tidak berujung, karena masing-masing menjalankan tugas fitrinya bagaikan prajurit yang siap menerima perintah, dan karena muka bumi pada setiap musim semi menjadi markas bagi sebuah pasukan yang baru dipanggil kembali ke bawah senjata sebagai pengganti mereka yang dibebastugaskan pada musim gugur.

Dan lagi, sebagaimana setiap hewan — yang bagaikan salinan kecil kainat dan miniaturnya — dibuat dengan ilmu yang teramat dalam dan hikmah yang teramat halus, tanpa mencampuradukkan bagian-bagiannya yang bercampur, tanpa keliru pada bentuk masing-masing hewan yang berbeda-beda, tanpa salah, tanpa lupa, dan tanpa kurang, maka sebanyak bilangan mereka pula mereka mengisyaratkan bahwa ilmu-Mu meliputi segala sesuatu dan hikmah-Mu mencakup segala sesuatu.

Demikian pula, karena masing-masing dibuat dengan begitu berseni dan begitu indah hingga setiap satunya menjadi mukjizat seni dan keajaiban hikmah, mereka mengisyaratkan kesempurnaan keindahan seni Rabbani yang sangat Engkau cintai dan Engkau kehendaki untuk dipertunjukkan, serta keindahan seni itu yang tiada tara; dan karena masing-masing — terlebih anak-anak mereka — dipelihara dengan cara yang teramat manja lagi lembut, dan karena hasrat serta keinginan mereka dipenuhi, mereka memberikan isyarat yang tak terhingga kepada keindahan inayah-Mu yang teramat manis.

WAHAI AR-RAHMÂNUR-RAHÎM! WAHAI ZAT YANG MAHABENAR JANJI-NYA LAGI MAHA TERPERCAYA! WAHAI MÂLIKI YAUMID-DÎN!

Dengan pengajaran Rasul-Mu Yang Termulia صلى الله عليه وسلم dan dengan bimbingan Al-Qur'an Al-Hakîm-Mu, aku memahami bahwa: Karena hasil kainat yang paling terpilih adalah kehidupan. Dan saripati kehidupan yang paling terpilih adalah ruh. Dan bagian yang paling terpilih dari makhluk bernyawa adalah makhluk yang berkesadaran. Dan yang paling menghimpun di antara makhluk berkesadaran adalah manusia. Dan seluruh kainat tunduk melayani kehidupan serta bekerja untuknya. Dan makhluk hidup tunduk melayani makhluk bernyawa, dan mereka dikirim ke dunia untuk makhluk bernyawa itu. Dan makhluk bernyawa tunduk melayani manusia serta menolong mereka. Dan manusia secara fitri sungguh-sungguh mencintai Khâliq-nya, sedangkan Khâliq mereka pun mencintai mereka dan membuat diri-Nya dicintai oleh mereka melalui setiap sarana. Dan potensi manusia beserta perangkat batinnya menghadap kepada sebuah alam lain yang kekal dan kepada kehidupan yang abadi. Dan hati serta kesadaran manusia dengan segenap kekuatannya menghendaki agar kekal selamanya. Dan lidahnya, dengan doa-doanya yang tak terhingga, memohon kepada Khâliq-nya agar ia dikekalkan.

Maka sudah pasti dan mesti, tidaklah mungkin dan tidak dapat diterima bahwa manusia — yang begitu mencintai dan begitu dicintai, yang menjadi kekasih sekaligus pencinta — dimatikan untuk tidak dibangkitkan lagi, lalu disakiti hatinya dengan permusuhan abadi padahal ia diciptakan untuk kecintaan yang abadi. Sebaliknya, dengan hikmah agar ia hidup berbahagia di alam abadi yang lain, ia dikirim ke dunia ini untuk bekerja dan meraih negeri itu. Dan nama-nama yang bertajalli (memancar) pada diri manusia, dengan manifestasi nama-nama itu di dalam hidup yang fana dan singkat ini, mengisyaratkan bahwa manusia — yang menjadi cermin nama-nama itu di alam yang kekal — akan menjadi tempat tampaknya (mazhar) manifestasi nama-nama itu selama-lamanya.

Ya, sahabat setia Zat Yang Mahaabadi akan menjadi abadi. Dan cermin berkesadaran milik Zat Yang Mahakekal sudah semestinya kekal pula.

Bahwa ruh-ruh hewan akan tetap kekal; bahwa sebagian individu tertentu seperti Hudhud Nabi Sulaiman alaihissalam dan semutnya, unta Nabi Saleh alaihissalam, serta anjing Ashabul Kahfi akan pergi ke alam yang kekal dengan ruh sekaligus jasadnya; dan bahwa setiap jenis akan memiliki satu jasad yang sesekali dipakai — semua itu dipahami dari riwayat-riwayat yang sahih, dan di samping itu hikmah dan hakikat serta rahmat dan rububiyah pun menghendaki demikian.

WAHAI SANG QADÎR YANG QAYYÛM!

Seluruh makhluk hidup, makhluk bernyawa, dan makhluk berkesadaran berada di dalam kerajaan-Mu; hanya dengan kekuatan dan kudrat-Mu, hanya dengan kehendak dan pengaturan-Mu, serta dengan rahmat dan hikmah-Mu, mereka ditundukkan kepada perintah-perintah rububiyah-Mu dan diberi tugas-tugas fitri. Dan sebagian dari mereka ditundukkan kepada manusia oleh rahmat, bukan karena manusia kuat dan unggul, melainkan justru

karena secara fitri ia lemah dan tidak berdaya. Dan dengan lisan keadaan serta lisan ucapan, mereka menyucikan Sang Pembuat dan Ma'bûd mereka dari segala cacat dan dari sekutu, bersyukur dan memuji atas nikmat-nikmat-Nya, lalu masing-masing menunaikan ibadah khususnya sendiri.

Wahai Zat Yang Mahasuci, yang tersembunyi justru karena teramat nyata, dan yang terhijab oleh keagungan kebesaran-Nya!

Dengan tasbih seluruh makhluk bernyawa, aku berniat menyucikan-Mu seraya mengucapkan: سُبْحَانَكَ يَا مَنْ جَعَلَ مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ

YÂ RABBAL-'ÂLAMÎN! YÂ ILÂHAL-AWWALÎNA WAL-ÂKHIRÎN! YÂ RABBAS-SAMÂWÂTI WAL-ARDHÎN!

Dengan pengajaran Rasul Yang Termulia صلى الله عليه وسلم dan dengan pelajaran Al-Qur'an Al-Hakîm, aku memahami dan mengimani bahwa sebagaimana langit, angkasa, bumi, daratan dan lautan, pepohonan, tetumbuhan, dan hewan — dengan seluruh individunya, bagian-bagiannya, dan zarah-zarahnya — mengetahui dan mengenal-Mu serta bersaksi, menunjukkan, dan mengisyaratkan wujud dan keesaan-Mu; demikian pula makhluk hidup yang merupakan saripati kainat, manusia yang merupakan saripati makhluk hidup, dan para nabi, para wali, serta para asfiya yang merupakan saripati manusia — dengan apa yang disaksikan langsung dan tersingkap bagi hati dan akal mereka, dengan ilham yang ditanamkan kepada mereka, dan dengan kesimpulan yang mereka gali — bersaksi dan mengabarkan, dengan kepastian sekuat ratusan ijmak dan ratusan berita mutawatir, atas keharusan wujud-Mu serta atas keesaan dan ahadiyah-Mu. Mereka membuktikan berita mereka dengan mukjizat, karamah, dan burhan-burhan yang yakin.

Ya, tidak ada satu pun lintasan gaib di dalam hati yang menunjuk kepada Zat pemberi peringatan di balik tabir gaib; tidak ada satu pun ilham yang benar yang mengarahkan pandangan kepada Zat pemberi ilham; tidak ada satu pun iktikad yang yakin yang menyingkap sifat-sifat suci dan asmaul husna-Mu dalam bentuk hakkul yakin; tidak ada satu pun hati bercahaya pada para nabi dan para wali yang menyaksikan cahaya-cahaya Wâjibul Wujûd dengan ainul yakin; dan tidak ada satu pun akal bercahaya pada para asfiya dan para siddiqin yang membenarkan dan membuktikan dengan ilmul yakin tanda-tanda keharusan wujud serta burhan-burhan keesaan Sang Khâliq segala sesuatu — melainkan semuanya bersaksi atas keharusan wujud-Mu, atas sifat-sifat suci-Mu, atas keesaan dan ahadiyah-Mu, serta atas asmaul husna-Mu; semuanya menunjukkan dan mengisyaratkannya.

Dan terlebih lagi, tidak ada satu pun mukjizat yang terang-benderang yang membenarkan berita Rasul Yang Termulia صلى الله عليه وسلم — imam, pemimpin, dan saripati seluruh nabi, wali, asfiya, dan siddiqin — dan tidak ada satu pun hakikat beliau yang tinggi lagi

menunjukkan kebenaran beliau; tidak ada satu pun ayat tauhid yang qath'i dari Al-Qur'an Al-Mu'jizul-Bayân yang merupakan saripati dari segala saripati seluruh kitab yang suci lagi benar; dan tidak ada satu pun persoalan suci dari persoalan-persoalan iman — melainkan semuanya bersaksi atas keharusan wujud-Mu, atas sifat-sifat suci-Mu, atas keesaan dan ahadiyah-Mu, serta atas asma dan sifat-sifat-Mu; semuanya menunjukkan dan mengisyaratkannya.

Dan lagi, sebagaimana ratusan ribu pembawa berita yang benar itu bersaksi atas wujud dan keesaan-Mu dengan bersandar kepada mukjizat, karamah, dan hujah-hujah mereka; demikian pula dengan ijmak dan kesepakatan mereka, mereka mengumumkan, mengabarkan, dan membuktikan derajat keagungan rububiyah-Mu — yang berjalan mulai dari mengatur urusan-urusan menyeluruh arasy teragung yang meliputi segala sesuatu, sampai kepada mengetahui, mendengar, dan mengatur lintasan hati yang paling tersembunyi dan paling kecil beserta segala keinginan dan doanya — serta derajat kebesaran kudrat-Mu, yang di depan mata kita menciptakan sekaligus benda-benda yang tak terhingga dan bermacam-macam, tanpa satu perbuatan menghalangi perbuatan lain dan tanpa satu pekerjaan merintangi pekerjaan lain, dan yang mengerjakan sesuatu yang paling besar semudah mengerjakan seekor lalat yang paling kecil.

Dan sebagaimana mereka mengabarkan betapa luas tak terhingga rahmat-Mu — rahmat yang menjadikan kainat ini laksana sebuah istana yang sempurna bagi makhluk bernyawa, terutama bagi manusia; yang menyiapkan surga dan kebahagiaan abadi bagi jin dan manusia; yang tidak melupakan makhluk hidup yang paling kecil sekalipun; dan yang bekerja untuk memuaskan serta menyenangkan hati yang paling lemah — dan mengabarkan pula betapa tiada berujung luasnya kekuasaan-Mu yang membuat seluruh jenis makhluk, mulai dari zarah sampai bintang-bintang yang beredar, taat kepada perintah-Mu, yang menundukkan mereka dan memberi mereka tugas, lalu membuktikan semua itu dengan mukjizat dan hujah-hujah mereka; demikian pula, terhadap ilmu-Mu yang meliputi segala sesuatu — ilmu yang menjadikan kainat ini laksana sebuah kitab besar yang di dalamnya terdapat risalah-risalah sebanyak bagian-bagiannya; yang mencatat dan menuliskan seluruh perjalanan hidup segenap yang ada di dalam Imam Mubin dan Kitab Mubin, yaitu buku-buku catatan Lauh Mahfuz; dan yang menuliskan secara teratur tanpa satu kesalahan pun daftar isi dan program seluruh pohon di dalam seluruh benih, serta riwayat hidup para pemiliknya di dalam seluruh daya ingat yang ada di kepala makhluk yang berkesadaran — dan terhadap hikmah suci-Mu yang mencakup setiap sesuatu — hikmah yang menyematkan banyak hikmah pada setiap yang ada; bahkan yang membuahkan hasil pada setiap pohon sebanyak buahnya; yang mengejar berbagai manfaat dan kebaikan pada setiap makhluk hidup sebanyak anggota tubuhnya, bahkan sebanyak bagian-bagian dan sel-selnya; bahkan hikmah yang, di samping membebankan banyak tugas kepada lidah manusia, melengkapinya pula dengan timbangan-timbangan kecil pencecap rasa sebanyak jumlah rasa makanan — dan terhadap tajalli nama-nama keagungan dan keindahan-Mu yang contoh-contohnya terlihat di dunia ini, bahwa semuanya akan terus berlangsung selama-lamanya dalam bentuk yang jauh lebih cemerlang; serta terhadap karunia-karunia-Mu yang contoh-contohnya disaksikan di alam fana ini, bahwa semuanya akan terus ada dan kekal di negeri kebahagiaan dalam bentuk yang jauh lebih

gemerlap; dan terhadap para perindu yang di dunia ini melihat karunia-karunia itu, bahwa mereka pun akan tetap menyertainya dan berada bersamanya di alam yang kekal selamanya — kepada semua itu mereka bersaksi, menunjukkan, dan mengisyaratkan dengan ijmak dan kesepakatan.

Dan dengan bersandar kepada ratusan mukjizat mereka yang nyata dan ayat-ayat yang pasti — terutama mukjizat Rasul Yang Termulia صلى الله عليه وسلم dan Al-Qur'an Al-Hakîm — seluruh nabi yang merupakan pemilik ruh-ruh yang bercahaya, seluruh wali yang merupakan kutub hati-hati yang bercahaya, dan seluruh asfiya yang merupakan pemilik akal-akal yang bercahaya; dengan bersandar kepada janji-janji dan ancaman-ancaman yang berulang-ulang Engkau nyatakan di dalam seluruh suhuf dan kitab-kitab suci; dengan berpegang kepada sifat-sifat suci-Mu seperti kudrat, rahmat, inayah, hikmah, jalal, dan jamal-Mu, kepada syuun-Mu, kepada keperkasaan dan keagungan-Mu, serta kepada kerajaan rububiyah-Mu; dan dengan kasyaf mereka, dengan apa yang mereka saksikan langsung, serta dengan keyakinan ilmul yakin mereka — mereka menyampaikan kabar gembira kebahagiaan abadi kepada jin dan manusia. Dan mereka mengabarkan serta mengumumkan bahwa neraka Jahanam itu ada bagi orang-orang yang sesat; mereka pun mengimani dan bersaksi atas hal itu.

WAHAI SANG QADÎR YANG HAKÎM! WAHAI AR-RAHMÂN YANG RAHÎM! WAHAI ZAT YANG MAHABENAR DALAM JANJI LAGI MAHAMULIA! WAHAI PEMILIK KEPERKASAAN, KEBESARAN, DAN KEAGUNGAN, SANG QAHHÂR DZUL-JALÂL!

Engkau Mahasuci seratus ribu derajat, Mahabersih dan Mahatinggi tanpa batas, dari membenarkan orang-orang yang sesat dan orang-orang kafir dalam mengingkari kebangkitan — yaitu mereka yang mendustakan sekian banyak sahabat-Mu yang setia, sekian banyak janji-Mu, dan sekian banyak sifat serta syuunat-Mu; yang menolak tuntutan pasti dari kerajaan rububiyah-Mu, dan menolak doa-doa serta tuntutan-tuntutan yang tak terhingga dari hamba-hamba-Mu yang tak terhingga banyaknya lagi diterima di sisi-Mu — hamba-hamba yang Engkau cintai dan yang membuat diri mereka dicintai oleh-Mu dengan membenarkan dan menaati-Mu; serta mereka yang dengan kufur dan pembangkangan, dan dengan mendustakan janji-Mu, menyentuh keagungan kebesaran-Mu, melukai keperkasaan dan keagungan-Mu, mengusik kehormatan keilahian-Mu, dan menyedihkan kasih sayang rububiyah-Mu!

Aku menyucikan keadilan-Mu yang tiada terhingga, keindahan-Mu, dan rahmat-Mu dari kezaliman dan keburukan yang tak terhingga seperti itu! Aku ingin mengucapkan ayat سُبْحَانَهُ وَ تَعَالٰى عَمَّا يَقُولُونَ عُلُوًّا كَب۪يرًا sebanyak jumlah seluruh zarah dalam tubuhku!

Bahkan para utusan-Mu yang setia dan para penyeru kerajaan-Mu yang benar itu bersaksi, mengisyaratkan, dan menyampaikan kabar gembira — dalam bentuk haqqul yakin, ainul yakin, dan ilmul yakin — tentang khazanah-khazanah rahmat ukhrawi-Mu, tentang simpanan-simpanan karunia-Mu di alam yang kekal, serta tentang manifestasi yang indah lagi menakjubkan dari asma-Mu yang indah, yang tampak dengan sempurna di negeri kebahagiaan. Dan mereka mengimani bahwa satu sinar terbesar dari nama "Al-Haq" — nama yang merupakan tempat kembali, matahari, dan pelindung seluruh hakikat — adalah

hakikat kebangkitan yang teragung ini; dengan iman itulah mereka memberikan pelajaran kepada hamba-hamba-Mu.

WAHAI RABB PARA NABI DAN PARA SIDDÎQÎN!

Mereka semua tunduk dan bertugas di dalam kerajaan-Mu, dengan perintah dan kudrat-Mu, dengan kehendak dan pengaturan-Mu, serta dengan ilmu dan hikmah-Mu. Dengan takdis, takbir, tahmid, dan tahlil, mereka telah memperlihatkan bumi ini laksana sebuah tempat zikir yang teragung dan kainat ini laksana sebuah masjid yang terbesar.

WAHAI RABB-KU DAN WAHAI RABB SELURUH LANGIT DAN BUMI! WAHAI KHÂLIQ-KU DAN WAHAI KHÂLIQ SEGALA SESUATU!

Demi kudrat-Mu, kehendak-Mu, hikmah-Mu, kekuasaan-Mu, dan rahmat-Mu yang telah menundukkan langit beserta bintang-bintangnya, bumi beserta segala isinya, dan seluruh makhluk beserta segala keadaannya — tundukkanlah nafsuku kepadaku! Dan tundukkanlah pula kepadaku apa yang kucari dan kuinginkan! Tundukkanlah hati manusia kepada Risale-i Nur demi khidmah kepada Al-Qur'an dan iman! Dan berikanlah kepadaku serta kepada saudara-saudaraku iman yang sempurna dan Husnul Khatimah. Sebagaimana Engkau telah menundukkan laut kepada Nabi Musa alaihissalam, api kepada Nabi Ibrahim alaihissalam, gunung dan besi kepada Nabi Daud alaihissalam, jin dan manusia kepada Nabi Sulaiman alaihissalam, serta matahari dan bulan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, tundukkanlah pula hati dan akal manusia kepada Risale-i Nur! Dan peliharalah aku serta para murid Risale-i Nur dari kejahatan nafsu dan setan, dari azab kubur, dan dari api neraka Jahanam; jadikanlah kami berbahagia di surga Firdaus. Amin, amin, amin! سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَٓا اِلَّا مَا عَلَّمْتَنَٓا اِنَّكَ اَنْتَ الْعَل۪يمُ الْحَك۪يمُ وَ اٰخِرُ دَعْوٰيهُمْ اَنِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَم۪ينَ

Jika aku telah berbuat khilaf dalam mempersembahkan pelajaran yang kuambil dari Al-Qur'an dan dari Jausyan al-Kabir — munajat Nabi صلى الله عليه وسلم — ke hadirat Rabb-ku Yang Rahîm sebagai sebuah ibadah tafakur, maka dengan menjadikan Al-Qur'an dan Jausyan al-Kabir sebagai pemberi syafaat, aku memohon ampunan dari rahmat-Nya atas khilafku itu.