Risale-i NurSinar-Sinar

Kepada Mahkamah Pidana Berat Afyon,

Sinar-Sinar · hlm. 573

Terhadap tindakan pihak penuntut yang mengikutsertakan aku dalam kejahatan Ustazku Bedîüzzaman yang hanya berdasar waham itu, secara ringkas aku berkata:

Tanpa menyesal sedikit pun atas pertalianku dengan beliau, khidmah yang kulakukan untuk Ustazku dan untuk Risale-i Nur hanyalah seperti membalas karunia dan pemberian sebesar samudra dengan setetes air. Sebagaimana pecahan-pecahan kaca yang kecil dikorbankan tanpa ragu di jalan untuk memiliki khazanah intan yang sangat berharga, demikian pula setiap saat aku siap mengorbankan hidupku demi Risale-i Nur yang menjadi sarana bagi selamatnya hidup abadiku. Meninggalkan manfaat yang besar itu — manfaat ukhrawi dan duniawi Risale-i Nur yang tak terhingga dan telah terbukti nyata — hanya karena penjara dan kesempitan yang fana lagi tidak berarti, dan hanya agar kehidupan dunia yang singkat lagi penuh kegaduhan ini tidak terkena mudarat; lalu menunjukkan sikap dingin terhadap Risale-i Nur dan Ustazku: aku tahu bahwa semua itu merupakan pengkhianatan besar terhadap Ustaz yang penuh berkah itu, terhadap allamah zaman yang suci itu, dan terhadap satu-satunya tujuan beliau,

yaitu iman dan Al-Qur'an. Dan aku tidak ingin bertindak menyalahi izin dan perintah beliau walau sezarah pun.

Majelis Hakim yang terhormat!

Mengapa dipandang berlebihan bahwa aku yang miskin ini menjadi murid seorang ulama agama yang besar, yang mengambil barisan yang kuat menghadapi Bolshevisme yang hendak menyebarkan kuman-kuman beracunnya ke tanah air kita yang indah? Tidak diragukan lagi, keadaan ini membuktikan bahwa kekayaan yang ada di dalam Nur jauh berada di atas kekayaan dunia. Demi menyelamatkan iman pemuda Turki yang melampaui jutaan orang seperti diriku ini, dan agar mereka menjadi anggota-anggota yang bermanfaat bagi tanah air, biarkanlah Ustazku dan Risale-i Nur senantiasa bebas.

Kebutuhan kami, pemuda Turki, kepada Risale-i Nur adalah ribuan derajat lebih besar daripada kebutuhan seseorang yang terkurung di dalam penjara yang tertutup kepada udara, kebutuhan seseorang yang berada dalam gelap gulita kepada cahaya, kebutuhan seorang manusia yang kelaparan dan kehausan di padang pasir kepada air dan makanan, serta kebutuhan siapa pun yang hampir tenggelam di lautan kepada kapal penyelamat.

Maka, karena hakikat-hakikat yang telah kusebutkan sebagiannya di atas itulah, Bedîüzzaman meraih husnuzan dan perhatian kami yang luar biasa, dan kami mengikatkan diri kepada beliau dengan ikatan yang tidak terputuskan. Membiarkan beliau, dan begitu banyak orang tak berdaya yang dengan niat yang baik menjadi murid beliau, membusuk di dalam penjara seperti ini tidak dapat dipertemukan dengan kehormatan keadilan.