Sebuah Bagian dari Kata Terakhir
Sinar-Sinar · hlm. 359
Tuan-tuan! Karena aku tidak dapat mengetahui kehidupan bermasyarakat masa kini, sementara kami telah memberikan banyak sekali jawaban yang pasti terhadap tuduhan mendirikan perkumpulan yang Anda ajukan dengan sangat gigih — menurut jalannya sikap pihak penuntut — sebagai dalih bagi penghukuman kami yang bagi Anda sudah diputuskan sejak semula, dan jawaban-jawaban itu pun telah dibenarkan secara sepakat oleh para ahli Ankara, maka ketika aku sedang sangat heran dan takjub atas sikap Anda yang begitu bersikeras pada titik ini, datanglah makna ini ke dalam hatiku:
Selama persahabatan, perkumpulan yang bersaudara, berkumpul bersama, serta perhimpunan ukhrawi dan persaudaraan yang tulus itu merupakan salah satu batu asas kehidupan bermasyarakat, sebuah kebutuhan yang mesti ada bagi fitrah manusia, ikatan yang paling diperlukan lagi paling kuat mulai dari kehidupan keluarga hingga kehidupan kabilah, bangsa, Islam, dan kemanusiaan, serta sebuah titik sandaran dan sumber penghiburan menghadapi serbuan sebab-sebab lahiriah dan maknawi yang dilihat setiap manusia di dalam kainat dan tidak dapat dihadapinya seorang diri, yang menjadi sumber bahaya dan keheranan serta menghalangi penunaian tugas-tugas kemanusiaan dan keislaman; maka orang-orang yang memberi nama "perkumpulan politik" kepada berkumpulnya para murid Risale-i Nur dalam pelajaran iman — suatu perkumpulan yang sangat layak dipuji dan disanjung, yang sama sekali tidak memiliki sisi politik, dan yang terutama membawa persahabatan yang tulus dalam pelajaran iman dan Al-Qur'an sebagai sarana yang pasti bagi kebahagiaan dunia, agama, sekaligus akhirat, membawa persaudaraan di jalan hakikat, serta membawa sikap saling menopang terhadap hal-hal yang membahayakan tanah air dan bangsanya — sudah pasti dan tentulah ia, entah dengan cara yang sangat buruk
telah tertipu, atau ia adalah seorang anarkis yang sangat kejam yang memusuhi kemanusiaan dengan cara yang biadab, memusuhi Islam dengan cara Namrud, memusuhi kehidupan bermasyarakat dengan sikap anarkisme yang paling rusak lagi paling bejat, dan melawan tanah air ini, bangsa ini, hakimiyah Islam, serta segala yang disucikan agama dengan sikap murtad, keras kepala, lagi sangat degil. Atau ia adalah seorang zindik al-khannâs (pembisik yang bersembunyi) yang berusaha memutus dan merusak urat nadi bangsa ini demi kepentingan pihak asing, yang memperdaya pemerintah dan mengacaukan lembaga peradilan, agar senjata-senjata maknawi yang sampai hari ini kami gunakan melawan para setan, para firaun, dan para anarkis itu ia palingkan kepada saudara-saudara kami dan tanah air kami, atau ia patahkan lewat tangan orang lain.