بِاسْمِه۪ سُبْحَانَهُ وَ اِنْمِنْ شَىْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِه۪ اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللّٰهِ وَ بَرَكَاتُهُ
Sinar-Sinar · hlm. 332
Guru kami yang sangat mubarak, sangat berharga, dan sangat kami cintai, junjungan kami!
"Buah" yang mengandung keindahan-keindahan yang sangat besar bagi bangsa dan negeri ini, dengan sembilan persoalannya, tidak hanya menjadi sebab keselamatan murid-muridnya pada zaman yang dahsyat, di tengah para pemberontak yang mengerikan, di antara musuh-musuh yang terbesar, dengan cara yang sungguh menakjubkan; bahkan dengan Persoalan Kesepuluh dan Kesebelasnya ia menyambut murid-murid Nur dengan tepuk tangan di jalan-jalan hakikat. Dan dengan membuat kami mencintai perbincangan serta pendampingan malaikat yang akan kami lihat dan kami ajak bicara di bawah tanah — yaitu keadaan kami di dalam kubur, tempat sejati yang akan kami tuju, sebuah persinggahan yang membuat setiap orang gemetar dan yang teramat menakutkan, teramat menyakitkan, lagi teramat memilukan, khususnya bagi orang-orang yang lalai — serta dengan memperlihatkan keakraban yang lebih besar kepada tempat itu, ia meredakan ketakutan kami yang melampaui batas terhadap persinggahan pertama yang menakutkan ini, dan membuat kami dapat bernapas lega. Terlebih lagi, di tangan orang-orang yang seperti aku tidak dapat melihat kehidupan bercahaya alam itu, sinar-sinarnya berkedudukan sebagai sebuah lampu listrik yang membentang sampai jarak ratusan ribu tahun. Ia juga telah menjadi sebuah taman bunga percontohan yang senantiasa dapat dicium harumnya.
Ya, kami menyampaikan kepada guru kami tercinta bahwa kami ingin mempersembahkan limpahan karunia yang kami peroleh dari Nur kepada guru kami tercinta pada setiap waktu, seperti seorang murid yang setiap hari membacakan pelajarannya kepada gurunya. Akan tetapi, untuk sementara guru kami tercinta telah menghentikan perbincangan beliau.
Wahai guruku yang Aziz! Hakikat Risale-i Nur, keindahan Buah, dan limpahan karunia bunganya telah membuatku berbicara sedikit dengan penuh rasa terima kasih atas nama negeriku, dan telah memberi kehidupan kepada banyak kalbu yang berbicara sepertiku. Kini, di lingkungan kami, langkah-langkah yang diayunkan dan tangan-tangan yang diulurkan kepada Risale-i Nur semakin bertambah kokoh dengan bunga Kesebelas dari Buah, semakin berkembang, dan telah mulai bergerak.