Risale-i NurSinar-Sinar

Dan selama pada permulaannya

Sinar-Sinar · hlm. 772

بَدَئْتُ بِبِسْمِ اللّٰهِ رُوح۪ى بِهِ اهْتَدَتْ اِلٰى كَشْفِ اَسْرَارٍ بِبَاطِنِهِ انْطَوَتْ sebagaimana ia memandang kepada Risalah Bismillah yang merupakan permulaan risalah-risalah dan Kelimat Pertama, demikian pula pada akhir sumpah agung yang menghimpun segalanya itu ia memandang kepada Lem'a-Lem'a dan Sinar-Sinar terakhir yang merupakan bagian-bagian penutup risalah-risalah, terutama kepada Lem'a Kedua Puluh Sembilan berbahasa Arab yang menakjubkan — yang merupakan sebuah ayatul kubra tauhid — dan kepada Risalah Enam Asma,

serta kepada Risalah Isyarat Huruf-Huruf Al-Qur'an, dan terutama kepada Sinar yang untuk saat ini paling akhir dan kepada risalah menakjubkan yang jati dirinya sanggup membatalkan seluruh sihir maknawi kesesatan laksana tongkat Musa serta dalam satu makna menyandang nama Ayatul Kubra — tampaklah suatu gaya ungkapan yang seakan-akan memandang kepada semuanya itu.

Dan selama tanda-tanda dan karinah-karinah yang terdapat pada satu persoalan saling memberi kekuatan dari sisi kesatuan persoalan itu, sehingga setetes rembesan pun — sekalipun dengan kaitan yang lemah — digabungkan kepada sumbernya;