Risalah Nur — Bahasa Indonesia

KELIMA:

Surat-Surat · Bahasa Indonesia

KELIMA:

Dalam penjelasan-penjelasan sebelumnya, pada suatu kadar kami telah menunjukkan rahasia serta hikmah kemudahan tak terhitung, kecepatan yang amat tinggi, dan kecepatan tindakan yang tiada batas yang terlihat dalam penciptaan makhluk, serta penciptaan benda-benda dengan kemudahan yang tiada batas. Benda-benda terwujud dengan kecepatan tiada batas serta kemudahan tak terhitung ini memberikan keyakinan pasti kepada orang-orang yang mendapat petunjuk demikian:

Bagi Kudrat Zat yang menciptakan makhluk, surga-surga mudah seperti musim-musim semi, musim-musim semi seperti kebun-kebun, dan kebun-kebun seperti bunga-bunga. Menurut rahasia

ﻣَﺎ ﺧَﻠْﻘُﻜُﻢْ وَلَا ﺑَﻌْﺜُﻜُﻢْ اِلَّا ﻛَﻨَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ,

membangkitkan serta menghimpun umat manusia mudah seperti mematikan dan menghidupkan satu jiwa. Menurut penjelasan tegas

ﺍِﻥْ ﻛَﺎﻧَﺖْ اِلَّا ﺻَﻴْﺤَﺔً ﻭَﺍﺣِﺪَﺓً ﻓَﺎِﺫَﺍﻫُﻢْ ﺟَﻤ۪ﻴﻊٌ ﻟَﺪَﻳْﻨَﺎ ﻣُﺤْﻀَﺮُﻭﻥَ,

menghidupkan seluruh manusia dalam kebangkitan mudah seperti menghimpun satu pasukan yang berpencar untuk beristirahat dengan satu bunyi terompet.

Kecepatan tak terhitung serta kemudahan tiada batas ini dengan jelas merupakan dalil pasti serta hujah yang meyakinkan bagi Kesempurnaan Kudrat Sang Pembuat dan bahwa segala sesuatu mudah bagi⁠-⁠Nya. Meskipun demikian, dalam pandangan orang sesat, benda-benda diberi bentuk serta diciptakan dengan Kudrat Sang Pembuat—yang mudah sampai derajat pasti terjadi—justru disamakan dengan terbentuk sendiri, yang seribu kali mustahil. Yakni, karena mereka melihat sebagian benda biasa terwujud dengan amat mudah, mereka menyangka benda itu terbentuk sendiri, padahal diberi bentuk. Yakni, mereka mengira bahwa benda-benda itu tidak diciptakan, tetapi terwujud sendiri.

Marilah, pandanglah derajat-derajat kebodohan yang tiada batas: Ia menjadikan dalil suatu Kudrat yang tiada batas sebagai dalil bahwa Kudrat itu tidak ada, lalu membuka pintu hal-hal mustahil yang tiada batas. Sebab, dalam keadaan itu, sifat-sifat sempurna seperti Kudrat yang tiada batas serta Ilmu yang meliputi segalanya, yang diperlukan Sang Pembuat seluruh alam, harus diberikan kepada setiap zarah setiap makhluk, agar dapat terbentuk sendiri.

KALIMAT KESEBELAS

ﻭَ ﺍِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻤَﺼ۪ﻴﺮُ

Yakni, akan kembali dari negeri fana ke negeri yang kekal; akan pergi ke pusat kerajaan abadi Dia Yang Tidak Berawal serta Kekal; akan pergi dari banyaknya sebab-sebab ke lingkup Kudrat Dia Yang Wâhid Dzul-Jalâl; akan beralih dari dunia ke akhirat. Tempat kembali kalian ialah hadirat⁠-⁠Nya; tempat berlindung kalian ialah Rahmat⁠-⁠Nya, dan demikian seterusnya...

Ada banyak hakikat seperti itu yang diungkapkan kata ini. Di antara hakikat-hakikat tersebut, hakikat yang menyatakan bahwa kalian akan kembali ke surga dengan kebahagiaan abadi telah diteguhkan begitu pasti melalui dua belas hujah pasti yang meyakinkan dalam Kalimat Kesepuluh, serta enam dasar yang memuat banyak dalil pasti dalam Kalimat Kedua Puluh Sembilan, sehingga tidak memerlukan penjelasan lain. Dengan kepastian seperti matahari yang terbenam akan terbit kembali keesokan paginya, kedua Kalimat itu telah meneguhkan bahwa:

Kehidupan, matahari rohani dunia ini, setelah terbenam bersama hancurnya dunia, juga akan terbit secara kekal pada pagi kebangkitan. Sebagian jin serta manusia akan memperoleh kebahagiaan abadi, dan sebagian lainnya kesengsaraan abadi. Karena Kalimat Kesepuluh serta Kalimat Kedua Puluh Sembilan telah meneguhkan hakikat ini sepenuhnya, kami merujukkan pembahasan kepadanya dan hanya berkata:

Sebagaimana telah diteguhkan dengan pasti dalam penjelasan sebelumnya, Sang Pembuat Yang Hakîm kainat ini serta Sang Khâliq Yang Rahîm manusia ini, Pemilik Ilmu yang meliputi segalanya dan tiada batas, Kehendak menyeluruh yang tak terhitung, serta Kudrat mutlak yang tiada batas, telah menjanjikan surga dan kebahagiaan abadi kepada ahli iman di antara umat manusia melalui seluruh kitab serta Firman samawi⁠-⁠Nya. Karena Dia telah berjanji, tentu Dia akan melakukannya. Sebab, mustahil Dia mengingkari janji⁠-⁠Nya. Tidak memenuhi janji merupakan kekurangan yang amat buruk. Dia Yang Sempurna Mutlak bebas dan suci dari kekurangan. Tidak melakukan apa yang dijanjikan berarti tidak mampu melakukannya karena tidak mengetahui atau karena tidak berdaya. Padahal, karena tidak mengetahui serta tidak berdaya mustahil bagi Sang Qadîr Mutlak dan Sang Alîm atas segala sesuatu itu, mengingkari janji pun mustahil.

Seluruh nabi, wali, orang suci, serta ahli iman, terutama Kebanggaan Alam ﷺ, juga terus mengharap, memohon, berdoa, serta meminta kepada Sang Rahîm Yang Karîm kebahagiaan abadi yang telah dijanjikan⁠-⁠Nya. Mereka juga memintanya bersama seluruh Asma Allah سُبْحَانَهُ Yang Indah. Sebab, kebanyakan Asma Allah سُبْحَانَهُ Yang Indah, seperti terutama Kasih serta Rahmat⁠-⁠Nya, Keadilan serta Hikmah⁠-⁠Nya, Nama Ar-Rahmân, Ar-Rahîm, Al-Âdil, serta Al-Hakîm, Pemeliharaan serta Penguasaan⁠-⁠Nya, Kerajaan⁠-⁠Nya, dan Nama Rabb serta Allah سُبْحَانَهُ, menuntut serta mengharuskan alam akhirat dan kebahagiaan abadi, serta bersaksi dan menunjukkan bahwa semua itu akan terwujud. Bahkan, sebagaimana diteguhkan dalam Kalimat Kesepuluh, seluruh makhluk dengan seluruh hakikatnya mengisyaratkan negeri akhirat.

Firman teragung, Al-Qur'an Al-Hakîm, juga menunjukkan serta mengajarkan hakikat itu melalui ribuan ayat dan bukti nyata, serta hujah-hujahnya yang benar dan pasti. Sang Kekasih Yang Paling Mulia ﷺ, yang menjadi kebanggaan umat manusia, dengan bersandar pada ribuan mukjizat yang terang, sepanjang hidup beliau dan dengan seluruh kekuatan beliau telah mengajarkan, meneguhkan, mengumumkan, melihat, serta memperlihatkan hakikat itu.

ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَ ﺳَﻠِّﻢْ ﻭَ ﺑَﺎﺭِﻙْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَ ﻋَﻠٰﻰ ﺍٰﻟِﻪ۪ ﻭَ ﺻَﺤْﺒِﻪ۪ ﺑِﻌَﺪَﺩِ ﺍَﻧْﻔَﺎﺱِ ﺍَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَ ﺍﺣْﺸُﺮْﻧَﺎ ﻭَ ﻧَﺎﺷِﺮَﻩُ ﻭَ ﺭُﻓَﻘَﺎﺋَﻪُ ﻭَ ﺻَﺎﺣِﺒَﻪُ ﺳَﻌ۪ﻴﺪًﺍ ﻭَ ﻭَﺍﻟِﺪ۪ﻳﻨَﺎ ﻭَ ﺍِﺧْﻮَﺍﻧَﻨَﺎ ﻭَ ﺍَﺧَﻮَﺍﺗِﻨَﺎ ﺗَﺤْﺖَ ﻟِﻮَﺍﺋِﻪ۪ ﻭَﺍﺭْﺯُﻗْﻨَﺎ ﺷَﻔَﺎﻋَﺘَﻪُ ﻭَ ﺍَﺩْﺧِﻠْﻨَﺎ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻣَﻊَ ﺍٰﻟِﻪ۪ ﻭَ ﺍَﺻْﺤَﺎﺑِﻪ۪ ﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﻳَﺎ ﺍَﺭْﺣَﻢَ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤ۪ﻴﻦَ ﺍٰﻣ۪ﻴﻦَ ﺍٰﻣ۪ﻴﻦَ ﺭَﺑَّﻨَﺎ لَا ﺗُﺆَﺍﺧِﺬْﻧَٓﺎ ﺍِﻥْ ﻧَﺴ۪ﻴﻨَٓﺎ ﺍَﻭْ ﺍَﺧْﻄَﺎْﻧَﺎ ٭ ﺭَﺑَّﻨَﺎ لَا ﺗُﺰِﻍْ ﻗُﻠُﻮﺑَﻨَﺎ ﺑَﻌْﺪَ ﺍِﺫْ ﻫَﺪَﻳْﺘَﻨَﺎ ﻭَﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻟَﺪُﻧْﻚَ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﺍِﻧَّﻚَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻮَﻫَّﺎﺏُ ﺭَﺏِّ ﺍﺷْﺮَﺡْ ﻟ۪ﻰ ﺻَﺪْﺭ۪ﻯ ٭ ﻭَﻳَﺴِّﺮْ ﻟ۪ٓﻰ ﺍَﻣْﺮ۪ﻯ ٭ ﻭَﺍﺣْﻠُﻞْ ﻋُﻘْﺪَﺓً ﻣِﻦْ ﻟِﺴَﺎﻧ۪ﻰ ٭ ﻳَﻔْﻘَﻬُﻮﺍ ﻗَﻮْﻟ۪ﻰ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺗَﻘَﺒَّﻞْ ﻣِﻨَّﺎ ﺍِﻧَّﻚَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟﺴَّﻤ۪ﻴﻊُ ﺍﻟْﻌَﻠ۪ﻴﻢُ ٭ ﻭَ ﺗُﺐْ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺍِﻧَّﻚَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟﺘَّﻮَّﺍﺏُ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢُ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ لَا ﻋِﻠْﻢَ ﻟَﻨَٓﺎ اِلَّا ﻣَﺎ ﻋَﻠَّﻤْﺘَﻨَٓﺎ ﺍِﻧَّﻚَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻌَﻠ۪ﻴﻢُ ﺍﻟْﺤَﻜ۪ﻴﻢُ