JENDELA KEDUA PULUH LIMA
Sebagaimana yang dipukul tentu menunjukkan pemukul; karya berseni menuntut pembuat seni; anak menuntut orang tua; yang di bawah mengharuskan yang di atas; dan seterusnya, seperti seluruh sifat nisbi yang disebut perkara-perkara berhubungan, yang satu tidak ada tanpa yang lain, sifat mungkin ada yang terlihat pada hal-hal juz'i serta keseluruhan kainat ini juga memperlihatkan sifat niscaya. Terkenanya tindakan yang terlihat pada semuanya memperlihatkan Perbuatan. Sifat diciptakan yang terlihat pada seluruhnya memperlihatkan Sifat Sang Khâliq. Yang beraneka serta tersusun yang terlihat pada seluruhnya mengharuskan Keesaan. Sifat niscaya, Perbuatan, Sifat Sang Khâliq serta Keesaan jelas dan tentu menuntut Sang Pemiliknya, Yang Niscaya, Sang Pelaku, Wâhid dan Sang Khâliq, yang bukan mungkin ada, terkena tindakan, beraneka, tersusun ataupun diciptakan.
Maka, seluruh sifat mungkin ada, seluruh keadaan terkena tindakan, seluruh sifat diciptakan serta seluruh keragaman dan susunan di segenap kainat jelas bersaksi atas Zat Wâjibul Wujûd, Fa'alun lima yurîd, Sang Khâliq segala sesuatu, Wâhid dan Ahad.
Kesimpulannya,
sebagaimana sifat niscaya terlihat dari sifat mungkin ada, Perbuatan dari terkenanya tindakan, dan Keesaan dari yang beraneka; adanya yang terakhir menunjukkan dengan pasti adanya yang pertama. Demikian pula, sifat-sifat yang terlihat pada yang ada, seperti diciptakan dan diberi rezeki, menunjukkan dengan pasti adanya Keadaan-Keadaan seperti membuat dan memberi rezeki. Adanya sifat-sifat ini tentu dan jelas menunjukkan Wujud Sang Pembuat yang Rahîm, Khallâq dan Razzâq.
Jadi, melalui bahasa ratusan sifat semacam ini yang dibawanya, setiap yang ada bersaksi atas ratusan Asma indah Zat Wâjibul Wujûd. Jika kesaksian-kesaksian ini tidak diterima, seluruh sifat semacam itu pada yang ada harus diingkari.
JENDELA KEDUA PULUH ENAM
{(Catatan): Jendela ini tidak umum. Ia khusus bagi ahli kalbu serta ahli cinta.}
Keindahan serta keelokan yang diperbarui, datang dan pergi pada wajah yang ada di kainat ini menunjukkan bahwa mereka semacam bayangan manifestasi Keindahan kekal. Ya, setelah gelembung-gelembung pada wajah sungai bersinar lalu pergi, yang datang di belakangnya bersinar seperti yang telah pergi; hal itu memperlihatkan bahwa mereka cermin-cermin sinar matahari yang terus ada. Demikian pula, kilauan-kilauan keindahan yang bersinar pada yang ada yang berjalan di sungai waktu yang mengalir menunjukkan Keindahan kekal dan ialah semacam tanda bagi-Nya.
Cinta yang sungguh-sungguh dalam kalbu kainat memperlihatkan Sang Kekasih yang tidak pernah sirna. Ya, sesuatu yang tidak ada dalam hakikat pohon tidak terdapat secara mendasar dalam buahnya; berdasarkan petunjuk itu, cinta ilahi yang sungguh-sungguh pada jenis manusia, buah peka pohon kainat, memperlihatkan bahwa di segenap kainat terdapat cinta serta kasih sejati, tetapi dalam bentuk-bentuk lain. Maka, cinta serta kasih sejati dalam kalbu kainat ini memperlihatkan Sang Kekasih Azali.
Berbagai keadaan tertarik, gelora serta daya tarik yang tampak pada dada kainat memperlihatkan kepada kalbu yang sadar bahwa semuanya melalui Tarikan suatu Hakikat Azali yang memikat.
Berdasarkan kesepakatan ahli kasyaf serta kewalian, golongan makhluk yang paling peka dan bercahaya, mereka bersandar pada penghayatan serta apa yang mereka saksikan, lalu bersama-sama memberitakan bahwa mereka menjadi tempat tampaknya manifestasi serta Tajalli Sang Jamîl Dzul-Jalâl, dan melalui penghayatan mengetahui bahwa Sang Jalîl Dzul-Jamâl itu membuat Diri-Nya dikenali dan dicintai. Hal ini juga bersaksi dengan pasti atas Wujud Zat Wâjibul Wujûd, Sang Jamîl Dzul-Jalâl, serta Dia membuat Diri-Nya dikenali manusia.
Pena memperindah serta menghias yang bekerja pada wajah kainat dan di atas segala yang ada memperlihatkan dengan jelas Keindahan Asma Zat Pemilik Pena itu.
Keindahan pada wajah kainat, cinta dalam kalbunya, daya tarik dalam dadanya, kasyaf serta pengalaman melihat pada matanya, keelokan dan hiasan pada wujudnya, membuka jendela yang amat lembut serta bercahaya. Melaluinya ia memperlihatkan kepada akal dan kalbu yang sadar Sang Jamîl Dzul-Jalâl, yang seluruh Asma-Nya indah, Sang Kekasih yang tidak pernah sirna, serta Sang Ma'bûd yang tidak pernah lenyap.
Wahai orang lengah yang meronta dalam gelap materi, gelap sangkaan dan syubhat yang mencekik! Sadarlah. Naiklah dengan cara yang layak bagi manusia. Pandanglah melalui keempat lubang ini; lihatlah Keindahan Keesaan, peroleh iman yang sempurna dan jadilah manusia sejati!