Risalah Nur — Bahasa Indonesia

JENDELA KESEPULUH

Tiga Puluh Tiga Jendela · Bahasa Indonesia

JENDELA KESEPULUH

ﻭَﺍَﻧْﺰَﻝَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀِ ﻣَٓﺎﺀً ﻓَﺎَﺧْﺮَﺝَ ﺑِﻪ۪ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺜَّﻤَﺮَﺍﺕِ ﺭِﺯْﻗًﺎ ﻟَﻜُﻢْ ﻭَﺳَﺨَّﺮَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟْﻔُﻠْﻚَ ﻟِﺘَﺠْﺮِﻯَ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ ﺑِﺎَﻣْﺮِﻩ۪ ﻭَﺳَﺨَّﺮَ ﻟَﻜُﻢُ الْاَنْهَارَ ٭ ﻭَﺳَﺨَّﺮَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲَ ﻭَﺍﻟْﻘَﻤَﺮَ ﺩَٓﺍﺋِﺒَﻴْﻦِ ﻭَﺳَﺨَّﺮَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟَّﻴْﻞَ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭَ ٭ ﻭَﺍٰﺗٰﻴﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﻣَﺎ ﺳَﺎَﻟْﺘُﻤُﻮﻩُ ﻭَﺍِﻥْ ﺗَﻌُﺪُّﻭﺍ ﻧِﻌْﻤَﺖَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ لَا ﺗُﺤْﺼُﻮﻫَﺎ

Saling membantu, menjawab serta menopang di antara yang ada dalam kainat ini menunjukkan bahwa seluruh makhluk berada dalam Pendidikan Sang Murabbî yang Tunggal, dalam Pengelolaan Sang Mudabbir yang Tunggal, di bawah Tasarruf Sang Mutasharrif yang Tunggal, dan ialah pelayan-pelayan Sang Sayyid yang Tunggal.

Sebab, melalui kaidah saling membantu, dari matahari yang dengan Perintah Rabb memasak keperluan hidup makhluk-makhluk hidup di bumi dan bulan yang membuat kalender, hingga cahaya, udara, air serta makanan yang berlari menolong makhluk hidup, tumbuhan yang berlari menolong hewan, hewan yang berlari menolong manusia, bahkan anggota tubuh yang berlari saling menolong dan zarah makanan yang berlari menolong sel-sel tubuh; yang ada yang tak bernyawa serta tak sadar itu saling menolong dengan amat penuh Hikmah dan Kemurahan, menjawab suara kebutuhan yang lain serta saling memperkuat, di bawah Hukum Kemurahan, aturan Kasih Sayang dan kaidah Rahmat. Tentu, hal itu jelas menunjukkan bahwa mereka pelayan, petugas serta karya dari satu Zat Wâjibul Wujûd, yang Tunggal dan Tiada Banding, Wâhid dan Ahad, Fard dan Shamad, Qadîr Mutlak, Alîm Mutlak, Rahîm Mutlak serta Karîm Mutlak.

Wahai filsuf bangkrut yang malang! Apa yang engkau katakan tentang jendela agung ini? Dapatkah kebetulanmu ikut campur padanya?

JENDELA KESEBELAS

اَلَا ﺑِﺬِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺗَﻄْﻤَﺌِﻦُّ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏُ

Seluruh ruh serta kalbu selamat dari keguncangan dan kekacauan yang timbul dari kesesatan, serta sakit rohani yang timbul dari keguncangan itu, dengan mengenal Sang Khâliq yang Tunggal. Mereka selamat dengan menyerahkan seluruh yang ada kepada Sang Pembuat yang Tunggal. Mereka tenteram dengan zikir kepada satu Allah سُبْحَانَهُ.

Sebab, jika yang ada yang tak terbatas tidak diserahkan kepada satu Zat, sebagaimana dibuktikan dengan pasti dalam Kalimat Kedua Puluh Dua, setiap sesuatu harus dikaitkan kepada sebab-sebab tak terbatas. Saat itu, wujud satu sesuatu menjadi sesulit seluruh yang ada. Sebab, jika diserahkan kepada Allah سُبْحَانَهُ, benda-benda tak terbatas diserahkan kepada satu Zat. Jika tidak diserahkan kepada-Nya, setiap sesuatu harus diserahkan kepada sebab-sebab tak terbatas. Saat itu, satu buah menimbulkan kesulitan sebanyak kainat, bahkan menjadi lebih sulit. Sebagaimana seorang prajurit yang diserahkan kepada pengelolaan seratus orang berbeda menimbulkan seratus kesulitan, sedangkan seratus prajurit yang diserahkan kepada seorang perwira menjadi mudah seperti seorang prajurit; demikian pula, bersepakatnya banyak sebab berbeda untuk mengadakan satu sesuatu menjadi seratus tingkat lebih sulit. Jika diadakannya banyak sesuatu diserahkan kepada satu Zat, ia menjadi seratus tingkat lebih mudah.

Hanya tauhid Sang Khâliq serta Makrifat Ilahi yang akan menyelamatkan manusia dari keguncangan tak berhingga yang datang dari minat serta pencarian hakikat dalam hakikat dirinya. Karena pada kekufuran serta syirik terdapat kesulitan dan keguncangan tak berhingga, tentu jalan itu mustahil dan tidak mempunyai hakikat. Karena pada tauhid terdapat kemudahan tak berhingga, sesuai mudahnya makhluk diciptakan, banyaknya mereka serta indahnya seni mereka, tentu jalan itu niscaya dan merupakan hakikat.

Wahai ahli kesesatan yang celaka! Lihatlah betapa gelap dan menyakitkan jalan kesesatan! Apa yang memaksamu menempuhnya? Lihatlah pula betapa mudah dan menyenangkan jalan iman serta tauhid! Masuklah ke sana dan selamatlah.

JENDELA KEDUA BELAS

Menurut rahasia

ﺳَﺒِّﺢِ ﺍﺳْﻢَ ﺭَﺑِّﻚَ الْاَعْلٰى ٭ ﺍَﻟَّﺬ۪ﻯ ﺧَﻠَﻖَ ﻓَﺴَﻮّٰﻯ ٭ ﻭَﺍﻟَّﺬ۪ﻯ ﻗَﺪَّﺭَ ﻓَﻬَﺪٰﻯ

, pada seluruh sesuatu, terutama karya-karya ciptaan yang hidup, setiap sesuatu diberi ukuran teratur serta bentuk dengan Hikmah, seolah keluar dari cetakan penuh hikmah; pada bentuk serta ukuran itu terdapat batas-batas berkelok demi manfaat serta faedah. Bentuk pakaian serta ukuran yang mereka ganti selama hidup juga mempunyai bentuk dan ukuran rohani yang teratur, tersusun dari ketentuan hidup dengan cara yang sesuai hikmah serta manfaat. Hal ini jelas menunjukkan bahwa karya-karya tak terbatas itu, yang bentuk serta potongannya disusun dalam lingkup Takdir Sang Qadîr Dzul-Jalâl dan Sang Hakîm Dzul-Kamâl, serta diberi wujud pada tempat kerja Kudrat, menandakan Wujud Niscaya Zat itu, dan bersaksi melalui bahasa-bahasa tak terbatas atas Keesaan serta Kesempurnaan Kudrat-Nya.

Pandanglah tubuh serta anggota-anggotamu, juga buah dan manfaat tempat-tempat berkelok padanya. Lihatlah Kesempurnaan Kudrat dalam Hikmah sempurna.