Demikian pula, Zat Yang Qadîr lagi Alîm, dari tidak ada, membentuk kembali tubuh-tubuh yang laksana batalion dari seluruh hewan serta makhluk hidup lain yang laksana pasukan.
Dengan keteraturan sempurna dan timbangan Hikmah, Dia mencatat serta menempatkan zarah dan daya halus tubuh-tubuh itu melalui perintah kün feyekûn.
Pada setiap abad, bahkan setiap musim semi, Dia menciptakan ratusan ribu jenis serta golongan makhluk hidup laksana pasukan di muka bumi.
Dapatkah dikatakan dengan menganggapnya tidak masuk akal, "Bagaimana Dia dapat mengumpulkan zarah-zarah dasar serta bagian-bagian asli tubuh, yang telah saling mengenal ketika berada dalam tatanan satu tubuh laksana batalion, dengan satu seruan, melalui terompet sangkakala Israfil?" Jika dikatakan, itu adalah kegilaan yang bodoh.
Kadang-kadang Al-Qur'an menyebut Perbuatan-Perbuatan Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq yang menakjubkan di dunia sebagai persiapan agar hati menerima Perbuatan-Perbuatan-Nya yang luar biasa di akhirat, serta sebagai bekal agar pikiran siap membenarkannya.
Atau, Al-Qur'an menyebut Perbuatan-Perbuatan Ilahi yang menakjubkan pada masa depan dan akhirat dengan cara yang membuat kita yakin melalui banyak padanannya yang kita saksikan.
Misalnya,
ﺍَﻭَ ﻟَﻢْ ﻳَﺮَ الْاِنْسَانُ ﺍَﻧَّﺎ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎﻩُ ﻣِﻦْ ﻧُﻄْﻔَﺔٍ ﻓَﺎِﺫَﺍ ﻫُﻮَ ﺧَﺼ۪ﻴﻢٌ ﻣُﺒ۪ﻴﻦٌ
hingga akhir surah...
Dalam pembahasan ini, Al-Qur'an Al-Hakîm membuktikan kebangkitan dalam tujuh atau delapan bentuk, dengan berbagai cara.
Mula-mula, Al-Qur'an menghadapkan perhatian kepada penciptaan pertama.
Al-Qur'an berkata: Kalian melihat pertumbuhan kalian dari nutfah (mani) ke alaqah (gumpalan), dari alaqah ke mudghah (daging), dari mudghah hingga penciptaan manusia.
Bagaimana kalian mengingkari penciptaan berikutnya?
Hal itu serupa dengan yang pertama, bahkan lebih mudah.
Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq juga menunjukkan karunia-karunia-Nya yang besar kepada manusia dengan kata
ﺍَﻟَّﺬ۪ﻯ ﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮِ الْاَخْضَرِ ﻧَﺎﺭًﺍ
dan berkata, "Zat yang memberi kalian nikmat seperti ini tidak membiarkan kalian sesuka hati, sehingga masuk ke kubur dan berbaring tanpa pernah bangkit." Melalui isyarat, Al-Qur'an juga berkata: Kalian melihat pohon-pohon mati hidup dan menghijau.
Kalian gagal membandingkan hal itu dengan tulang-tulang yang seperti kayu kembali hidup, lalu menganggapnya tidak masuk akal.
Apakah Yang menciptakan langit dan bumi akan tak berdaya memberi kehidupan dan kematian kepada manusia, buah langit dan bumi?
Apakah Yang mengatur pohon besar tidak memedulikan buah pohon itu dan menyerahkannya sebagai milik pihak lain?
Apakah kalian mengira Dia meninggalkan hasil seluruh pohon, lalu menjadikan pohon penciptaan, yang seluruh bagiannya diolah dengan Hikmah, sia-sia dan percuma?
Al-Qur'an berkata: Zat Yang akan menghidupkan kalian pada kebangkitan ialah Zat Yang seluruh kainat menjadi seperti prajurit penerima Perintah-Nya, menunduk dengan kepatuhan sempurna terhadap perintah kün feyekûn.
Menciptakan satu musim semi semudah satu bunga bagi-Nya.
Menciptakan seluruh hewan semudah menciptakan seekor lalat bagi Kudrat-Nya.
Terhadap Zat seperti itu, tidak dapat diucapkan
ﻣَﻦْ ﻳُﺤْﻴِﻰ ﺍﻟْﻌِﻈَﺎﻡَ
untuk menantang Kudrat-Nya dengan anggapan bahwa Dia tidak mampu.
Kemudian, melalui ungkapan
ﻓَﺴُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬ۪ﻯ ﺑِﻴَﺪِﻩ۪ ﻣَﻠَﻜُﻮﺕُ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ
, Al-Qur'an menunjukkan bahwa Dia adalah Sang Qadîr Dzul-Jalâl, yang kendali segala sesuatu berada di Tangan-Nya dan kunci segala sesuatu berada di sisi-Nya; Dia membalik malam dan siang serta musim dingin dan musim panas semudah halaman-halaman sebuah buku; seperti dua tempat tinggal, Dia menutup dunia dan membuka akhirat.
Karena demikian, sebagai hasil seluruh dalil,
ﻭَﺍِﻟَﻴْﻪِ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ
, yakni Dia akan menghidupkan kalian dari kubur, membawa kalian ke tempat kebangkitan, serta memperhitungkan amal kalian di hadirat Kebesaran-Nya.
Ayat-ayat ini menyiapkan pikiran untuk menerima kebangkitan dan juga menyiapkan hati.
Sebab, melalui Perbuatan-Perbuatan di dunia, ayat-ayat itu juga memperlihatkan padanannya.
Kadang-kadang Al-Qur'an menyebut Perbuatan-Perbuatan-Nya di akhirat dengan cara yang membuat padanannya di dunia terasa, agar tidak tersisa ruang untuk menganggapnya tidak masuk akal dan mengingkarinya.
Misalnya,
ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻛُﻮِّﺭَﺕْ ﺍﻟﻰ ﺍﺧﺮ
,
ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀُ ﺍﻧْﻔَﻄَﺮَﺕْ ﺍﻟﻰ ﺍﺧﺮ
, dan
ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀُ ﺍﻧْﺸَﻘَّﺖْ
.
Dalam surah-surah ini, perubahan-perubahan besar serta Perbuatan-Perbuatan Rububiyah pada kiamat dan kebangkitan disebut dengan cara yang membuat manusia mudah menerima perubahan yang menggetarkan hati dan tidak tertampung dalam akal itu.
Sebab, manusia melihat padanannya di dunia, misalnya pada musim gugur dan musim semi.
Bahkan sekadar menunjukkan ringkasan makna tiga surah ini akan sangat panjang.
Karena itu, kita akan memperlihatkan satu kata saja sebagai contoh.
Misalnya, melalui kata
ﺍِﺫَﺍﺍﻟﺼُّﺤُﻔُﻨُﺸِﺮَﺕْ
dinyatakan bahwa pada kebangkitan seluruh amal setiap orang dibentangkan tertulis dalam satu halaman.
Masalah ini sendiri sangat menakjubkan, sehingga akal tidak dapat menemukan jalan kepadanya.
Namun, sebagaimana ditunjukkan surah itu, pada kebangkitan musim semi terdapat padanan bagi pokok-pokok lainnya, dan padanan bagi pembentangan lembaran-lembaran ini sangat jelas.
Sebab, setiap pohon berbuah dan tumbuhan berbunga memiliki amal, tindakan, serta tugas.
Mereka juga memiliki ubudiyah sesuai cara mereka bertasbih dengan memperlihatkan Asma Ilahi.
Seluruh amal beserta riwayat hidup mereka ditulis dalam seluruh biji serta benih kecilnya, lalu keluar pada musim semi lain dan tanah lain.
Dengan bahasa bentuk serta rupa yang diperlihatkan, mereka menyebut amal induk dan asalnya dengan sangat fasih; melalui cabang, ranting, daun, bunga, serta buahnya, mereka membentangkan catatan amalnya.
Yang menjalankan pekerjaan ini di depan mata kita dengan penuh Hikmah, menjaga, mengatur, mendidik, serta berlaku lembut, Dialah Yang berkata,
ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺼُّﺤُﻒُ ﻧُﺸِﺮَﺕْ
.
Bandingkan pokok-pokok lain dengan ini dan simpulkanlah jika engkau mampu.
Untuk membantumu, kita akan menyampaikan ini pula:
ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻛُﻮِّﺭَﺕْ
.
Firman ini, melalui kata takwir, yakni makna membungkus dan mengumpulkan, menunjukkan perumpamaan yang cemerlang serta mengisyaratkan padanannya.
Yang Pertama: Ya, Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq membuka tirai keadaan tidak ada, eter (medium), serta langit, lalu mengeluarkan lampu laksana berlian yang menerangi dunia seperti matahari dari Khazanah Rahmat-Nya dan memperlihatkannya kepada dunia.
Setelah dunia ditutup, Dia akan membungkus berlian itu dalam tirai-tirainya dan mengangkatnya.
Yang Kedua: Atau, matahari merupakan petugas yang diberi tugas menyebarkan barang dagangan berupa cahaya, serta membungkus kepala bumi dengan cahaya bergantian dengan gelap.
Sebagaimana setiap petang petugas itu dibuat mengumpulkan dan menyembunyikan barang dagangannya, kadang melalui tirai awan perdagangannya dikurangi; kadang bulan menjadi tirai di depan wajahnya, sehingga perdagangannya dikurangi sampai batas tertentu.
Sebagaimana barang dagangan serta buku transaksi dagangnya dikumpulkan, tentu petugas itu suatu saat akan lepas dari tugas tersebut.
Bahkan, jika tidak terdapat sebab pemberhentian lainnya, dua bintik pada wajahnya yang sekarang kecil tetapi mulai membesar akan membesar.
Dengan Perintah Rabbani, cahaya yang melalui Izin Ilahi telah dibungkuskan matahari pada kepala bumi ditarik kembali dan dibungkuskan pada kepala matahari.
Dia berkata kepadanya, "Ayo, tidak ada lagi pekerjaanmu di bumi.
Pergilah ke neraka; bakarlah mereka yang menyembahmu dan dengan tidak setia menghina petugas yang tunduk sepertimu." Dengan wajah hitamnya yang berbintik, matahari membaca Firman
ﺍِﺫَﺍ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻛُﻮِّﺭَﺕْ
pada wajahnya.
--
BAGIAN KELIMA TAMBAHAN
Ya, berdasarkan keterangan tegas hadis, seratus dua puluh empat ribu nabi, yang merupakan pribadi-pribadi paling istimewa umat manusia, dengan ijmak dan mutawatir bersama-sama memberitakan adanya akhirat, bahwa manusia akan diarahkan ke sana, serta bahwa Sang Khâliq kainat ini akan mendatangkan akhirat yang telah Dia janjikan secara pasti.
Mereka bersandar sebagian pada apa yang disaksikan langsung dan sebagian pada haqqulyaqin.
Seratus dua puluh empat juta wali, yang membenarkan kabar para nabi melalui tersingkapnya hakikat dan dengan melihat langsung dalam bentuk ilmulyaqin, juga bersaksi atas adanya akhirat.
Seluruh Asma Sang Pembuat Yang Hakîm dari kainat ini, melalui Manifestasi Asma-Asma itu di dunia, dengan jelas menuntut alam yang kekal, sehingga juga menunjukkan adanya akhirat.
Pada setiap musim semi, Kudrat Azali yang tanpa batas menghidupkan jenazah pohon-pohon mati yang tak terhitung dan berdiri di muka bumi melalui perintah kün feyekûn, sehingga semuanya dibangkitkan setelah kematian.
Sebagai ratusan ribu contoh kebangkitan dan hidup kembali, Dia menghimpun dan menyebarkan tiga ratus ribu jenis dari golongan tumbuhan serta bangsa hewan.
Hikmah Abadi yang tak terhitung dan tanpa pemborosan, Rahmat Yang Kekal serta Perhatian Yang Tetap, yang memberi makan seluruh makhluk berjiwa yang membutuhkan rezeki dengan Kasih Sayang sempurna dan dengan cara sangat menakjubkan, serta memperlihatkan jenis hiasan dan keindahan tak terhitung dalam waktu singkat pada setiap musim semi, juga dengan jelas mengharuskan adanya akhirat.
Pada manusia, buah paling sempurna kainat, ciptaan yang paling dicintai Sang Khâliq kainat, serta yang paling erat berkaitan dengan segala yang ada dalam kainat, terdapat "cinta kepada hidup kekal", "semangat untuk kekal selamanya", serta "harapan akan hidup selamanya", yang kuat, tak tergoyahkan, dan tetap.
Semua itu juga memberi isyarat serta menunjukkan dengan jelas.
Semuanya membuktikan adanya alam yang kekal, negeri akhirat, serta negeri kebahagiaan setelah alam sementara ini dengan kepastian sedemikian rupa, sehingga mengharuskan menerima adanya akhirat sejelas adanya dunia. {(Catatan kaki): Ya, mudahnya memberitakan sesuatu yang ada serta sangat sulitnya mengingkari dan menyangkal dapat terlihat dari perumpamaan ini: Seseorang berkata, "Ada suatu kebun yang sangat menakjubkan di atas bola bumi, yang buahnya adalah kaleng-kaleng susu." Orang lain berkata, "Tidak ada." Orang yang membuktikan dapat dengan mudah membuktikan pernyataannya hanya dengan memperlihatkan tempat kebun itu atau sebagian buahnya.
Orang yang mengingkari dapat membuktikan penyangkalannya dengan melihat dan memperlihatkan seluruh bola bumi.
Demikian pula, terlepas dari fakta bahwa para pemberi kabar tentang surga telah memperlihatkan ratusan ribu limpahan, buah, serta jejaknya, kesaksian dua saksi yang jujur atas adanya surga sudah cukup.
Adapun orang yang mengingkarinya hanya dapat membuktikan pengingkarannya dan memperlihatkan bahwa surga tidak ada setelah memandang, melihat, serta memeriksa kainat tanpa batas dan waktu abadi tanpa batas.
Wahai saudara-saudaraku yang lanjut usia, pahamilah betapa kuatnya iman kepada akhirat.
Said Nursî} Karena pelajaran terpenting yang diberikan Al-Qur'an Al-Hakîm kepada kita ialah iman kepada akhirat, iman itu begitu kuat, dan di dalamnya terdapat harapan serta penghiburan sedemikian rupa, sehingga jika seratus ribu masa tua menimpa satu orang, penghiburan dari iman ini dapat menghadapinya, kita yang lanjut usia harus mengucapkan "Elhamdülillahi alâ kemali'l-iman" dan bergembira atas masa tua kita.