Risalah Nur — Bahasa Indonesia

Bagian Pertama Zülfikar

Zulfikar · Bahasa Indonesia

Bagian Pertama Zülfikar

Surat Kesembilan Belas beserta Tambahan-Tambahannya

Mengenai Kerasulan Ahmad ﷺ

Tambahan Pertama: Kalimat Kesembilan Belas beserta tambahannya, Mukjizat Terbelahnya Bulan.

Tambahan Kedua: Jawaban atas tiga persoalan penting dari Kalimat Ketiga Puluh Satu.

Tambahan Ketiga: Tingkatan Keenam Belas Âyetü’l-Kübra Risalesi (Risalah Tanda Terbesar).

Penulis

Bedîüzzaman Said Nursî

Risalah ini menjelaskan lebih dari tiga ratus mukjizat. Sebagaimana menjelaskan mukjizat kerasulan Ahmad ﷺ, ia sendiri pun merupakan karamah dari mukjizat tersebut. Ia luar biasa dalam tiga atau empat segi:

Pertama: Meskipun berupa nukilan serta riwayat dan lebih dari seratus halaman, seluruhnya disusun dari hafalan tanpa merujuk kitab, di sudut gunung dan kebun, selama tiga atau empat hari dengan bekerja dua atau tiga jam sehari, seluruhnya dalam dua belas jam; itu peristiwa yang luar biasa.

Kedua: Meskipun panjang, risalah ini tidak menjemukan ketika ditulis, dan rasa manisnya tidak hilang ketika dibaca. Ia membangkitkan semangat serta kegigihan para penulis yang malas, sehingga dalam masa yang menyesakkan dan membosankan ini, di sekitar sini hampir tujuh puluh salinan ditulis dalam setahun; hal itu memberi orang-orang yang mengetahuinya keyakinan bahwa ini merupakan karamah dari mukjizat kerasulan tersebut.

Ketiga: Dalam salinan yang ditulis tanpa saling melihat oleh seorang pemula yang tidak mengetahui tawafuk (saling bertepatan) dan delapan penyalin lainnya, sebelum tawafuk tampak kepada kami, terlihat susunan lafaz "Resul-i Ekrem aleyhissalâtü vesselâm" dalam seluruh risalah dan lafaz "Kur'an" dalam bagian kelimanya saling bertepatan dengan cara demikian, sehingga orang yang mau berlaku adil walau sezarah tidak menyandarkannya kepada kebetulan. Siapa pun yang melihat memutuskan dengan pasti bahwa ini merupakan rahasia gaib, karamah dari mukjizat Ahmad ﷺ.

Dasar-dasar pada permulaan risalah ini amat penting. Selain hampir semua hadis dalam risalah ini diterima dan sahih menurut para imam hadis, semuanya menjelaskan peristiwa-peristiwa kerasulan yang paling pasti. Jika keistimewaan risalah itu harus dijelaskan, perlu ditulis karya sebesar risalah tersebut; karena itu, kami mengarahkan orang-orang yang merindukannya untuk membacanya sekali.

Said Nursî

Peringatan:

Dalam risalah ini aku menukil banyak hadis mulia. Aku tidak memiliki kitab-kitab hadis di sisiku. Jika terdapat kekeliruan pada lafaz hadis yang kutulis, hendaknya diperbaiki atau disebut "hadis menurut makna". Sebab, pendapat yang lebih kuat ialah, "Menukil hadis menurut makna diperbolehkan." Yakni, seseorang hanya mengambil makna hadis lalu mengungkapkan lafaznya sendiri. Karena demikian, jika terdapat kekeliruan pada lafaznya, hendaknya dipandang sebagai hadis menurut makna.

Surat Kesembilan Belas

Mengenai Mukjizat Ahmad

ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻭَﺍِﻥْ ﻣِﻦْ ﺷَﻲْﺀٍ اِلَّا ﻳُﺴَﺒِّﺢُ ﺑِﺤَﻤْﺪِﻩ۪ ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬ۪ٓﻯ ﺍَﺭْﺳَﻞَ ﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﺑِﺎﻟْﻬُﺪٰﻯ ﻭَﺩ۪ﻳﻦِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﻟِﻴُﻈْﻬِﺮَﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺪّ۪ﻳﻦِ ﻛُﻠِّﻪِ ﻭَ ﻛَﻔٰﻰ ﺑِﺎﻟﻠّٰﻪِ ﺷَﻬ۪ﻴﺪًﺍ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠّٰﻪِ

Karena Kalimat Kesembilan Belas dan Kalimat Ketiga Puluh Satu tentang kerasulan Ahmad ﷺ membuktikan kenabian Muhammad ﷺ dengan dalil-dalil yang pasti, kami menyerahkan segi bukti kepada keduanya. Hanya sebagai pelengkap, melalui sembilan belas isyarat yang memuat butir hikmah, kami akan memperlihatkan sebagian kilau hakikat besar itu.

ISYARAT PERTAMA DENGAN BUTIR HIKMAH

Sang Pemilik dan Pengatur kainat ini tentu membuat dengan Pengetahuan-Nya, bertindak dengan Hikmah-Nya, mengatur dengan Melihat segala sisi, memelihara setiap sesuatu dengan Mengetahui serta Melihatnya, dan mengatur dengan Menghendaki hikmah, tujuan, serta manfaat yang terlihat dalam segala sesuatu.

Karena Dia Yang Membuat mengetahui, tentu Dia Yang Mengetahui berbicara. Karena akan berbicara, tentu Dia berbicara dengan mereka yang berkesadaran, berpikir, dan memahami pembicaraan-Nya. Karena akan berbicara dengan yang berpikir, tentu Dia berbicara dengan umat manusia, yang paling menghimpun banyak daya dan memiliki kesadaran menyeluruh di antara makhluk berkesadaran. Karena akan berbicara dengan umat manusia, tentu Dia berbicara dengan manusia sempurna yang layak menerima sapaan.

Karena Dia akan berbicara dengan orang yang paling sempurna, memiliki bakat tertinggi, berakhlak luhur, dan menjadi teladan umat manusia, tentu Dia akan berbicara, dan telah berbicara, dengan Muhammad ﷺ: menurut kesepakatan kawan dan lawan, ia memiliki bakat tertinggi dan akhlak paling luhur; seperlima umat manusia mengikutinya; separuh bumi berada di bawah kekuasaan maknawinya; masa depan diterangi cahaya yang dibawanya selama seribu tiga ratus tahun; bagian manusia yang bercahaya serta ahli iman terus-menerus, lima kali sehari, memperbarui baiat kepadanya, mendoakan rahmat dan kebahagiaan baginya, memuji serta mencintainya. Dia akan menjadikannya rasul ﷺ, dan telah menjadikannya; Dia akan menjadikannya penuntun bagi umat manusia lainnya, dan telah menjadikannya.

ISYARAT KEDUA DENGAN BUTIR HIKMAH

Rasul Yang Paling Mulia ﷺ mengajukan pengakuan kenabian, memperlihatkan Firman seperti Al-Qur'an Yang Agung, dan menunjukkan hingga seribu mukjizat terang menurut para ahli peneliti hakikat. Secara keseluruhan, adanya mukjizat-mukjizat itu sama pastinya dengan terjadinya pengakuan kenabian. Tuduhan sihir yang dinukil Al-Qur'an Al-Hakîm di banyak tempat dari orang-orang kafir paling membangkang menunjukkan bahwa mereka pun tidak dapat mengingkari adanya serta terjadinya mukjizat. Hanya untuk memperdaya diri atau menipu pengikut mereka, mereka menyebutnya—hâşâ—sihir.

Ya, mukjizat Ahmad ﷺ memiliki kepastian sekuat seratus pemberitaan mutawatir (diberitakan oleh banyak orang). Adapun mukjizat merupakan pembenaran atas pengakuannya dari Sang Khâliq kainat; ia berkedudukan sebagai ﺻَﺪَﻗْﺖَ.

Seperti jika dalam majelis raja dan dalam lingkup pandangannya engkau berkata, "Raja menugaskanku untuk pekerjaan tertentu." Jika diminta bukti bagi pengakuan itu dan raja berkata "Ya", ia membenarkanmu. Demikian pula, jika atas permohonanmu ia mengubah kebiasaan dan keadaannya, ia membenarkan pengakuanmu dengan lebih pasti serta kukuh daripada kata "Ya".

Demikian pula, Rasul Yang Paling Mulia ﷺ mengaku, "Aku utusan Sang Khâliq kainat ini. Buktiku ialah: Dia akan mengubah kebiasaan-Nya yang terus berlangsung melalui doa dan permohonanku. Lihatlah jari-jariku; Dia mengalirkan air seperti pancuran dengan lima keran. Lihatlah bulan; dengan isyarat satu jariku, Dia membaginya menjadi dua. Lihatlah pohon itu; untuk membenarkanku ia datang ke sisiku dan bersaksi. Lihatlah sedikit makanan ini; meskipun hanya cukup bagi dua atau tiga orang, ia mengenyangkan dua ratus atau tiga ratus orang." Demikian seterusnya, ia menunjukkan ratusan mukjizat dengan cara ini.

Bukti kebenaran dan hujah kenabian tokoh ini tidak terbatas pada mukjizatnya saja. Sebaliknya, bagi orang yang teliti, hampir seluruh gerakan dan perbuatannya, keadaan dan perkataannya, akhlak dan sikapnya, perjalanan hidup serta rupanya membuktikan kebenaran dan kesungguhannya. Bahkan, banyak tokoh seperti Abdullah bin Salam, salah seorang ulama Bani Israil yang terkenal, beriman hanya dengan melihat wajah Rasul Yang Mulia ﷺ dan berkata, "Pada wajah ini tidak ada dusta; pada wajah ini tidak mungkin ada tipu daya!"

Meskipun ulama peneliti hakikat mengatakan bahwa dalil kenabian dan mukjizat sekitar seribu, terdapat ribuan, bahkan ratusan ribu dalil kenabian. Melalui ratusan ribu jalan, ratusan ribu orang dengan pemikiran berbeda membenarkan kenabian beliau. Al-Qur'an Al-Hakîm saja, selain empat puluh segi i'jaz, memperlihatkan seribu bukti kenabian Ahmad ﷺ.

Selain itu, karena kenabian terdapat dalam umat manusia, dan ratusan ribu orang yang mengaku sebagai nabi serta memperlihatkan mukjizat telah datang dan pergi, tentu kenabian Ahmad ﷺ terbukti dengan kepastian yang melampaui semuanya. Sebab, dalil, sifat, keadaan, serta perlakuan terhadap umat yang membuat semua rasul, seperti Isa aleyhisselâm dan Musa aleyhisselâm, disebut nabi serta menjadi dasar kerasulan mereka terdapat pada Rasul Yang Paling Mulia ﷺ dengan lebih sempurna dan lebih menyeluruh.

Karena alasan dan sebab keputusan kenabian terdapat pada Ahmad ﷺ dengan lebih sempurna, tentu keputusan kenabian berlaku baginya dengan kepastian yang lebih jelas daripada seluruh nabi.

ISYARAT KETIGA DENGAN BUTIR HIKMAH

Mukjizat Rasul Yang Paling Mulia ﷺ amat beragam. Karena kerasulannya umum, ia memperoleh masing-masing satu mukjizat dari hampir sebagian besar jenis kainat. Seolah-olah, sebagaimana seorang ajudan mulia raja yang agung datang dengan berbagai hadiah ke kota yang menjadi tempat berkumpul banyak bangsa, setiap kelompok mengirim wakil untuk menyambutnya; dengan bahasa kelompoknya, mereka mengucapkan selamat datang dan memberikan sambutan,

demikian pula, Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, ajudan terbesar Sang Sultan Azali dan Kekal, datang ke alam sebagai utusan kepada umat manusia, penghuni bumi. Ketika ia membawa cahaya hakikat dan hadiah ruhani yang berhubungan dengan seluruh hakikat kainat dari Sang Khâliq seluruh kainat, setiap kelompok, dari batu, air, pohon, hewan, dan manusia hingga bulan, matahari, serta bintang, menyambut kenabiannya dan mengucapkan selamat datang dengan bahasa masing-masing serta membawa sebuah mukjizatnya di tangan.

Sekarang, membahas seluruh mukjizat itu memerlukan tulisan berjilid-jilid. Para asfiya yang meneliti hakikat telah menulis banyak jilid tentang rincian dalil kenabian. Kami hanya menunjukkan jenis-jenis umum mukjizat yang pasti dan mutawatir secara maknawi itu dalam bentuk isyarat ringkas.

Dalil kenabian Ahmad ﷺ pertama-tama terbagi dua:

Pertama: Keadaan-keadaan luar biasa yang muncul sebelum kenabian dan pada waktu kelahirannya, yang disebut "irhasat".

Bagian kedua: Dalil kenabian lainnya.

Bagian kedua juga terbagi dua. Pertama: Keajaiban yang muncul setelah masa kenabiannya, tetapi untuk membenarkan kenabiannya. Kedua: Keajaiban yang beliau peroleh pada Zaman Kebahagiaan.

Bagian kedua ini pun terbagi dua. Pertama: Dalil kenabian yang tampak pada dirinya, perjalanan hidup, rupa, akhlak, dan kesempurnaannya. Kedua: Mukjizat yang diperolehnya pada hal-hal di alam luar, di luar dirinya.

Bagian kedua ini pun terbagi dua. Pertama: Bersifat maknawi dan Qur'ani. Yang lain: Bersifat materi dan berkaitan dengan makhluk.

Bagian kedua ini pun terbagi dua. Pertama: Mukjizat luar biasa yang muncul pada waktu pengakuan kenabian, untuk mematahkan sikap keras kepala orang-orang kafir atau menambah kekuatan iman

ahli iman. Ada dua puluh jenis, seperti terbelahnya bulan, air mengalir dari jari-jarinya, mengenyangkan banyak orang dengan sedikit makanan, serta hewan, pohon, dan batu berbicara; setiap jenis berada pada derajat tawatur maknawi, dan setiap jenis pun memiliki banyak kejadian yang berulang. Bagian kedua: Peristiwa masa depan yang diberitahukannya; dengan Pengajaran Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq, ia memberitahukannya, dan semuanya terjadi benar sebagaimana diberitakan.

Kami pun akan memulai dari bagian terakhir ini dan memperlihatkan daftar ringkas. {(Catatan kaki):

Sayangnya, aku tidak dapat menulis seperti yang kuniati. Tanpa pilihan, tulisan berlangsung sebagaimana datang ke hati. Aku tidak dapat sepenuhnya menjaga urutan pembagian ini.}

ISYARAT KEEMPAT DENGAN BUTIR HIKMAH

Perkara gaib yang diberitahukan Rasul Yang Paling Mulia ﷺ melalui Pengajaran Allâmul Ghuyûb tidak terhitung. Karena dalam Kalimat Kedua Puluh Lima tentang i'jaz Al-Qur'an kami telah menunjukkan jenisnya, serta sampai taraf tertentu menjelaskan dan membuktikannya, kami menyerahkan berita gaib mengenai masa lalu, nabi-nabi terdahulu, hakikat Ilahi, hakikat makhluk, dan hakikat akhirat kepada Kalimat Kedua Puluh Lima; sekarang kami tidak membahasnya.

Kami hanya akan menunjukkan beberapa contoh khusus dari banyak berita gaib yang benar mengenai peristiwa yang menimpa para sahabat dan Ahlulbait setelah beliau, serta yang kelak dialami umat. Agar hakikat ini dipahami sepenuhnya, kami akan menjelaskan enam dasar sebagai pendahuluan. Dasar Pertama: Meskipun setiap keadaan dan sikap Rasul Yang Paling Mulia ﷺ dapat bersaksi bagi kebenaran serta kenabiannya, tidak harus setiap keadaan dan sikapnya luar biasa. Sebab, Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq mengutusnya dalam rupa manusia agar menjadi penuntun dan imam dalam keadaan masyarakat manusia serta amal dan gerakan yang akan memberi mereka kebahagiaan dunia dan akhirat; juga untuk memperlihatkan Seni Rabb yang luar biasa serta Tasarruf Kudrat Allah سُبْحَانَهُ dalam hal-hal biasa yang masing-masing merupakan mukjizat Kudrat Allah سُبْحَانَهُ.

Jika dalam perbuatannya ia keluar dari sifat manusia dan menjadi luar biasa, ia tidak dapat menjadi imam secara langsung; ia tidak dapat memberi pelajaran melalui perbuatan, keadaan, dan sikapnya. Namun, hanya untuk membuktikan kenabiannya kepada para pembangkang, ia memperoleh kejadian luar biasa dan sesekali memperlihatkan mukjizat ketika dibutuhkan. Akan tetapi, menurut tuntutan ujian dan percobaan, yang merupakan rahasia tugas serta kewajiban, tentu mukjizat tidak berada pada derajat yang begitu jelas sehingga mau atau tidak orang dipaksa membenarkan.

Sebab, rahasia ujian dan hikmah tugas serta kewajiban menghendaki pintu dibuka bagi akal, tetapi pilihan akal tidak dirampas. Jika begitu jelas tanpa keraguan, ketika itu akal tidak memiliki pilihan. Abu Jahal pun membenarkan seperti Abu Bakar. Manfaat ujian dan kewajiban hilang. Batu bara serta berlian tetap pada tingkatan yang sama.

Sungguh mengherankan: Tanpa berlebihan, ribuan macam manusia beriman kepada Rasul Yang Paling Mulia ﷺ melalui ribuan segi; masing-masing melalui satu mukjizat, satu dalil kenabian, satu perkataan, melihat wajahnya, atau satu tanda lainnya. Namun, sebagian orang malang sekarang seolah-olah menganggap tidak cukup seluruh ribuan dalil kenabian yang membuat ribuan orang berbeda serta pemikir yang teliti beriman, yang disampaikan melalui nukilan sahih dan bukti pasti, lalu menyimpang ke dalam kesesatan. Dasar Kedua: Rasul Yang Paling Mulia ﷺ adalah manusia; sebagai manusia, ia bertindak seperti manusia. Ia juga rasul ﷺ; sebagai rasul ﷺ, ia penerang dan utusan Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq. Kerasulannya bersandar pada wahyu. Wahyu terbagi dua:

Pertama: "Wahyu yang jelas", yang di dalamnya Rasul Yang Paling Mulia ﷺ semata-mata menerangkan dan menyampaikan, tanpa campur tangan. Seperti Al-Qur'an dan sebagian hadis qudsi...

Bagian Kedua: "Wahyu tersirat". Ringkasan dan inti bagian ini bersandar pada wahyu dan ilham, tetapi rincian serta gambarannya menjadi milik Rasul Yang Paling Mulia ﷺ. Dalam merinci dan menggambarkan peristiwa ringkas yang berasal dari wahyu itu, Ahmad ﷺ kadang-kadang menjelaskan dengan kembali bersandar pada ilham atau wahyu, atau menjelaskan melalui firasatnya sendiri. Rincian dan gambaran yang dibuat melalui ijtihadnya sendiri ia jelaskan dengan daya suci yang luhur dari segi tugas kerasulan, atau dari segi kemanusiaannya menurut tingkat adat, kebiasaan, dan pendapat umum.

Jadi, seluruh rincian setiap hadis tidak dipandang dari sudut wahyu murni. Dalam pikiran dan urusannya yang merupakan tuntutan kemanusiaan, karya luhur kerasulan tidak dicari. Karena sebagian peristiwa datang kepadanya melalui wahyu secara ringkas dan mutlak, ia menggambarkannya melalui firasatnya sendiri serta pemahaman umum. Bagian yang mutasyabih (samar) dan sulit dipahami dalam gambaran ini kadang-kadang memerlukan tafsir, bahkan penafsiran seperti mimpi. Sebab, ada beberapa hakikat yang didekatkan kepada pemahaman melalui perumpamaan.

Seperti suatu waktu terdengar suara gemuruh yang dalam di hadapan Nabi ﷺ. Beliau bersabda, "Suara ini adalah suara batu yang bergulir selama tujuh puluh tahun dan sekarang jatuh ke dasar neraka." Satu jam kemudian datang kabar, "Seorang munafik terkenal yang mencapai usia tujuh puluh tahun telah mati dan pergi ke neraka." Kabar itu memperlihatkan takwil peristiwa yang dijelaskan Ahmad ﷺ melalui perumpamaan yang fasih. Dasar Ketiga: Jika berita yang dinukil berbentuk tawatur, ia pasti. Tawatur terbagi dua. {(Catatan kaki):

Dalam risalah ini, kata "tawatur" bukan tawatur dalam bahasa Turki yang bermakna "desas-desus", melainkan pemberitaan kuat yang menyampaikan keyakinan dan tidak mengandung kemungkinan dusta.} Pertama "tawatur yang jelas", kedua "tawatur maknawi".

Tawatur maknawi pun terbagi dua. Pertama, melalui diam. Yakni, persetujuan ditunjukkan dengan diam. Misalnya, seseorang memberitakan suatu peristiwa di tengah kelompok, dalam pandangan kelompok itu; jika kelompok tidak mendustakannya dan menanggapi dengan diam, mereka seolah-olah menerima. Khususnya jika kelompok terlibat dalam peristiwa yang ia beritakan, siap mengkritik, tidak menerima kekeliruan, dan memandang dusta sangat buruk, tentu diam mereka menunjukkan dengan kuat bahwa peristiwa itu terjadi.

Bagian kedua tawatur maknawi ialah: Terjadinya suatu peristiwa, misalnya dikatakan, "Satu kiyye makanan mengenyangkan dua ratus orang," tetapi orang-orang yang memberitakannya menyampaikan dalam bentuk berbeda. Seorang menjelaskan dengan satu cara, yang lain dengan cara lain, dan yang lain lagi dengan bentuk lain; namun, semuanya sepakat tentang terjadinya peristiwa yang sama. Terjadinya peristiwa secara mutlak adalah mutawatir menurut makna dan pasti. Perbedaan bentuk tidak merugikan.

Kadang-kadang khabar wahid, dalam syarat-syarat tertentu, menyampaikan kepastian seperti tawatur. Kadang-kadang pula khabar wahid menyampaikan kepastian melalui tanda-tanda dari luar.

Sebagian besar mukjizat dan dalil kenabian yang dinukil kepada kita dari Rasul Yang Paling Mulia ﷺ disampaikan melalui tawatur, baik yang jelas, maknawi, maupun melalui diam. Sebagian memang melalui khabar wahid. Namun, setelah layak diterima menurut para ahli kritik hadis dalam syarat-syarat tertentu itu, ia harus menyampaikan kepastian seperti tawatur.

Ya, khabar wahid yang disahihkan dan diterima para peneliti hadis yang disebut "Al-Hafiz"—ribuan ahli hadis peneliti yang menghafal setidaknya seratus ribu hadis, para ahli hadis bertakwa yang selama lima puluh tahun melaksanakan salat Subuh dengan wudu Isya, serta para genius dan ahli besar ilmu hadis, penulis Kutubus Sittah, terutama Bukhari dan Muslim—tidak berada di bawah kepastian tawatur.

Ya, para peneliti dan ahli kritik ilmu hadis telah begitu akrab dengan hadis dan memperoleh kecakapan dalam cara ungkapan, gaya luhur, serta bentuk penjelasan Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, sehingga jika melihat satu hadis palsu di antara seratus hadis, mereka berkata, "Ini palsu. Ini tidak dapat menjadi hadis dan bukan perkataan Nabi ﷺ," lalu menolaknya. Seperti ahli penilai emas, mereka mengenal inti berharga hadis dan tidak dapat mencampuradukkan perkataan lain dengannya. Hanya saja, sebagian peneliti seperti Ibnu Jauzi berlebihan dalam kritik dan menyebut sebagian hadis sahih sebagai palsu. Namun, itu bukan berarti "Makna setiap yang palsu keliru"; sebaliknya, berarti "Perkataan ini bukan hadis".

Pertanyaan:

Apa manfaat sanad berantai, sehingga pada tempat yang tidak dibutuhkan, dalam suatu peristiwa yang diketahui, mereka berkata "an filan, an filan, an filan"?

Jawaban:

Manfaatnya banyak. Di antaranya: Melalui rantai itu diperlihatkan suatu jenis ijmak para ahli hadis yang terpercaya, memiliki hujah, dan jujur yang masuk di dalamnya, serta suatu jenis kesepakatan para peneliti hakikat dalam sanad tersebut. Seolah-olah setiap imam dan ahli besar dalam sanad serta rantai itu menandatangani ketetapan hadis tersebut dan membubuhkan capnya bagi kesahihannya.

Pertanyaan:

Mengapa peristiwa mukjizat tidak dinukil dalam bentuk tawatur melalui begitu banyak jalur dan dengan sangat diperhatikan seperti hukum syariat lain yang mutlak diperlukan?

Jawaban:

Sebab, sebagian besar manusia membutuhkan sebagian besar hukum syariat pada sebagian besar waktu. Seperti fardu ain, hukum-hukum itu berkaitan dengan setiap orang. Adapun mukjizat, tidak semua orang membutuhkan setiap mukjizat. Jika membutuhkan pun, mendengarnya sekali cukup. Seakan-akan seperti fardu kifayah, cukup jika sebagian orang mengetahuinya.

Karena itu, kadang-kadang meskipun adanya dan terwujudnya suatu mukjizat sepuluh derajat lebih pasti daripada adanya satu hukum, perawinya satu atau dua orang, sedangkan perawi hukum sepuluh atau dua puluh orang. Dasar Keempat: Sebagian peristiwa masa depan yang diberitahukan Rasul Yang Paling Mulia ﷺ bukan peristiwa khusus; sebaliknya, ia memberitahukan suatu peristiwa umum yang berulang dalam bentuk khusus. Padahal, peristiwa itu memiliki banyak segi. Setiap kali ia menjelaskan satu seginya. Kemudian perawi hadis menggabungkan segi-segi tersebut, sehingga tampak bertentangan dengan kenyataan.

Misalnya, ada berbagai riwayat tentang Mahdi. Rincian dan gambarannya berbeda-beda. Padahal, sebagaimana dibuktikan dalam satu dahan Kalimat Kedua Puluh Empat, Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, dengan bersandar pada wahyu, memberitakan Mahdi untuk menjaga kekuatan maknawi ahli iman pada setiap zaman, agar mereka tidak putus asa dalam peristiwa dahsyat, dan untuk mengikat ahli iman secara maknawi kepada Ahlulbait-nya, suatu silsilah bercahaya dalam alam Islam. Seperti Mahdi yang datang pada akhir zaman, setiap zaman menemukan satu jenis mahdi, bahkan beberapa mahdi dari Ahlulbait. Bahkan, dari para khalifah Abbasiyah yang termasuk Ahlulbait, ditemukan satu mahdi yang menghimpun banyak sifat Mahdi Besar.

Sifat para khalifah mahdi dan wali kutub mahdi yang datang sebelum Mahdi Besar, yang merupakan padanan serta contohnya, bercampur dengan sifat Mahdi yang utama; karena itu, riwayat-riwayat menjadi berbeda. Dasar Kelima: Menurut rahasia

لَا ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ

, Rasul Yang Paling Mulia ﷺ tidak mengetahui yang gaib dengan dirinya sendiri; sebaliknya, Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq memberitahukan kepadanya dan ia pun memberitahukan. Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq adalah Hakîm dan Rahîm. Hikmah serta Rahmat-Nya menghendaki sebagian besar perkara gaib ditutupi dan tetap tidak jelas. Sebab, dalam dunia ini lebih banyak hal yang tidak disukai manusia. Mengetahuinya sebelum terjadi terasa pedih. Karena rahasia ini, kematian serta ajal dibiarkan tidak jelas; musibah yang akan menimpa manusia pun tetap berada di balik tabir gaib.

Karena Hikmah Rabb dan Rahmat Allah سُبْحَانَهُ menghendaki demikian, agar tidak terlalu melukai belas kasih Rasul Yang Paling Mulia ﷺ yang sangat

peka terhadap umatnya dan tidak terlalu menyakiti kasih sayangnya yang kuat kepada keluarga serta para sahabat, tidak diperlihatkan secara umum dan terperinci peristiwa dahsyat yang menimpa keluarga, sahabat, serta umat setelah wafatnya Nabi ﷺ. {(Catatan kaki): Bukti bahwa kepada Ahmad ﷺ tidak diperlihatkan secara pasti bahwa Aisyah akan berada dalam Peristiwa Jamal, agar tidak melukai kecintaan serta kasih sayangnya yang besar terhadap Aisyah As-Siddiqah, ialah sabdanya kepada para istri yang suci, "Seandainya aku mengetahui siapa di antara kalian yang akan berada dalam peristiwa itu?" Namun, kemudian diberitahukan secara ringan, sehingga ia bersabda kepada Ali (ra), "Jika terjadi suatu peristiwa antara engkau dan Aisyah,

ﻓَﺎﺭْﻓَﻖْ ﻭَ ﺑَﻠِّﻐْﻬَﺎ ﻣَﺎْﻣَﻨَﻬَﺎ

" } Itulah tuntutan Hikmah dan Rahmat. Namun, demi beberapa hikmah, Dia tetap mengajarkan peristiwa penting kepadanya, tetapi bukan dalam bentuk yang dahsyat; ia pun memberitahukannya.

Dia juga memberitahukan peristiwa indah, sebagian secara ringkas dan sebagian terperinci; ia pun memberitakannya. Para ahli hadis sempurna, yang berusaha pada derajat takwa, keadilan, dan kejujuran tertinggi, sangat takut terhadap ancaman dalam hadis

ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺬَﺏَ ﻋَﻠَﻰَّ ﻣُﺘَﻌَﻤِّﺪًﺍ ﻓَﻠْﻴَﺘَﺒَﻮَّﺍْ ﻣَﻘْﻌَﺪَﻩُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ

, serta sangat menjauhi ancaman keras dalam ayat

ﻓَﻤَﻦْ ﺍَﻇْﻠَﻢُ ﻣِﻤَّﻦْ ﻛَﺬَﺏَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠّٰﻪِ

, telah menukil berita-beritanya itu kepada kita secara sahih. Dasar Keenam: Keadaan dan sifat Rasul Yang Paling Mulia ﷺ telah dijelaskan dalam bentuk sirah serta sejarah. Namun, kebanyakan sifat dan keadaan itu mengarah kepada kemanusiaannya. Padahal, pribadi maknawi serta hakikat sucinya begitu tinggi dan bercahaya, sehingga sifat yang dijelaskan dalam sirah serta sejarah tidak sesuai dengan ketinggian itu dan tidak sepadan dengan nilai luhurnya.

Sebab, menurut rahasia

ﺍَﻟﺴَّﺒَﺐُ ﻛَﺎﻟْﻔَﺎﻋِﻞِ

, setiap hari, bahkan sekarang pun, ibadah besar sebesar ibadah seluruh umatnya ditambahkan pada halaman kesempurnaannya. Sebagaimana ia memperoleh Rahmat Allah سُبْحَانَهُ yang tanpa batas dengan cara tanpa batas serta bakat tanpa batas, setiap hari ia memperoleh doa yang tak terhitung dari umatnya yang tak terhitung. Tokoh yang diberkahi itu, yang merupakan hasil dan buah paling sempurna kainat ini, penerang serta kekasih Sang Khâliq kainat,

seluruh hakikat dirinya dan hakikat kesempurnaannya tidak dapat muat dalam keadaan serta sikap manusianya yang masuk ke dalam sirah dan sejarah.

Misalnya, tokoh yang diberkahi, yang pada Perang Badar didampingi Jibril dan Mikail sebagai dua ajudan penjaga, tidak dapat muat dalam sikap yang terlihat ketika ia berselisih tentang pembelian kuda dengan seorang Arab Badui di pasar dan menunjukkan Khuzaimah sebagai satu-satunya saksi.

Agar tidak keliru, setiap waktu di tengah sifat-sifat biasa yang didengar dari segi kemanusiaannya, harus mengangkat kepala dan memandang hakikat dirinya yang sejati serta pribadi maknawinya yang bercahaya pada kedudukan kerasulan. Jika tidak, seseorang bersikap tidak hormat atau jatuh dalam keraguan. Untuk menjelaskan rahasia ini, dengarkan perumpamaan berikut:

Misalnya, ada biji kurma. Biji itu ditanam, terbuka, dan menjadi pohon besar berbuah. Ia terus meluas dan membesar. Atau ada sebutir telur merak. Telur itu diberi panas dan menetas menjadi anak merak. Kemudian ia menjadi merak yang sepenuhnya sempurna, setiap sisinya bertuliskan serta bersepuh karya Kudrat. Ia terus membesar dan bertambah indah. Biji dan telur itu memiliki sifat serta keadaan tertentu. Di dalamnya ada bahan yang amat halus. Adapun pohon dan burung yang dihasilkan darinya memiliki sifat serta keadaan besar dan luhur dibandingkan dengan keadaan serta kedudukan kecil dan biasa biji maupun telur tersebut.

Ketika membahas sifat biji dan telur itu dengan menghubungkannya kepada sifat pohon serta burung, akal manusia harus senantiasa mengangkat kepala dari biji menuju pohon, dan mengarahkan mata dari telur menuju burung serta memperhatikannya. Agar akalnya dapat menerima sifat yang didengarnya. Jika tidak, apabila dikatakan, "Aku memperoleh seribu batman kurma dari biji satu dirham," dan "Telur ini adalah sultan burung di ruang langit," ia akan menyimpang dengan mendustakan dan mengingkari.

Seperti ini, kemanusiaan Rasul Yang Paling Mulia ﷺ menyerupai biji dan telur itu. Adapun hakikat dirinya yang bersinar melalui tugas kerasulan seperti pohon Tuba dan burung kerajaan surga. Ia pun senantiasa mencapai kesempurnaan.

Karena itu, ketika memikirkan beliau yang berselisih dengan seorang Badui di pasar, harus mengangkat mata khayal dan memandang pribadinya yang bercahaya, yang menaiki Rafraf, meninggalkan Jibril di belakang, dan bergegas menuju Qâba Qausain. Jika tidak, seseorang bersikap tidak hormat atau nafsu ammarahnya tidak percaya.

ISYARAT KELIMA DENGAN BUTIR HIKMAH

Kami menyebutkan beberapa contoh hadis tentang perkara gaib:

Melalui nukilan sahih yang sampai kepada kita pada derajat mutawatir, Rasul Yang Paling Mulia ﷺ bersabda di atas mimbar, di tengah jamaah sahabat:

ﺍِﺑْﻨ۪ﻰ ﺣَﺴَﻦٌ ﻫٰﺬَﺍ ﺳَﻴِّﺪٌ ﺳَﻴُﺼْﻠِﺢُ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﺑِﻪِ ﺑَﻴْﻦَ ﻓِﺌَﺘَﻴْﻦِ ﻋَﻈ۪ﻴﻤَﺘَﻴْﻦِ

Empat puluh tahun kemudian, ketika dua pasukan terbesar Islam berhadapan, Hasan radıyallahu anh berdamai dengan Muawiyah (ra) dan membenarkan mukjizat gaib kakeknya yang amat mulia.

Kedua, melalui nukilan sahih, beliau berkata kepada Ali:

ﺳَﺘُﻘَﺎﺗِﻞُ ﺍﻟﻨَّﺎﻛِﺜ۪ﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﻘَﺎﺳِﻄ۪ﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤَﺎﺭِﻗ۪ﻴﻦَ

Beliau memberitahukan Peristiwa Jamal, Peristiwa Siffin, serta peristiwa Khawarij.

Ketika Ali (ra) dan Zubair saling menyayangi, beliau berkata, "Orang ini akan berperang melawanmu, tetapi ia tidak berada di pihak yang benar."

Beliau juga berkata kepada para istrinya yang suci, "Salah seorang dari kalian akan memimpin fitnah besar, dan banyak orang akan dibunuh di sekitarnya."

ﻭَﺗَﻨْﺒَﺢُ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ كِلَابُ ﺍﻟْﺤَﻮْﺋَﺐِ

Peperangan Ali melawan Aisyah, Zubair, dan Talhah dalam Peristiwa Jamal, melawan Muawiyah di Siffin, serta melawan Khawarij di Harura dan Nahrawan tiga puluh tahun kemudian merupakan pembenaran nyata atas berita gaib dalam hadis-hadis sahih dan pasti ini.

Beliau juga memberitahukan kepada Ali "seorang yang akan membasahi janggutmu dengan darah kepalamu". Ali mengenal orang itu, yaitu Abdurrahman bin Muljam Al-Khariji.

Beliau juga memberitahukan seseorang di antara Khawarij yang disebut Dzus-Tsadyah, dengan suatu tanda aneh sebagai ciri; orang itu ditemukan di antara Khawarij yang terbunuh. Ali menunjukkannya sebagai hujah bahwa ia berada di pihak yang benar, serta mengumumkan mukjizat Nabi ﷺ.

Melalui riwayat sahih Ummu Salamah dan orang-orang lainnya, Rasul Yang Paling Mulia ﷺ memberitahukan, "Husain akan dibunuh di Taff, yakni Karbala." Lima puluh tahun kemudian, peristiwa yang sama dan membakar hati itu terjadi, membenarkan berita gaib tersebut.

Beliau juga berulang kali memberitahukan, "Ahlulbait-ku, setelah aku,

ﻳَﻠْﻘَﻮْﻥَ قَتْلًا ﻭَ ﺗَﺸْﺮ۪ﻳﺪًﺍ

, yakni akan menghadapi pembunuhan, bencana, dan pengasingan." Beliau menjelaskannya sampai taraf tertentu; semuanya terjadi persis demikian.

Pada bagian ini ada pertanyaan penting:

Dikatakan, "Meskipun Ali begitu layak menjadi khalifah, dekat dengan Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, serta memiliki keberanian dan ilmu luar biasa, mengapa ia tidak didahulukan dalam khilafah, dan mengapa pada masa khilafahnya Islam mengalami banyak kekacauan?"

Jawaban:

Seorang kutub agung dari Ahlulbait berkata, "Rasul Yang Paling Mulia ﷺ menginginkan khilafah Ali (ra), tetapi dari yang gaib diberitahukan kepadanya bahwa Kehendak Allah سُبْحَانَهُ berbeda. Ia pun meninggalkan keinginannya dan mengikuti Kehendak Allah سُبْحَانَهُ." Salah satu Hikmah Kehendak Allah سُبْحَانَهُ mestilah sebagai berikut:

Setelah wafatnya Nabi ﷺ, para sahabat paling membutuhkan kesepakatan dan persatuan. Jika Ali memimpin, sebagaimana disaksikan peristiwa yang muncul pada masa khilafahnya dan mengingat sikapnya yang tanpa kompromi, tanpa takut, zuhud, gagah, dan tidak membutuhkan orang lain, serta keberaniannya yang terkenal di seluruh dunia, sangat mungkin ia menggerakkan dorongan persaingan dalam banyak tokoh serta suku, lalu menimbulkan pecah belah.

Salah satu rahasia tertundanya khilafah Ali ialah: Dengan bercampurnya bangsa-bangsa yang amat berbeda, di antara bangsa-bangsa itu terdapat dasar pemikiran tujuh puluh tiga golongan yang kemudian berkembang, sebagaimana diberitahukan Nabi ﷺ. Ketika peristiwa-peristiwa pemicu fitnah muncul, diperlukan keberanian dan firasat luar biasa seperti Ali, serta kekuatan yang kukuh dan dihormati seperti Bani Hasyim dan Ahlulbait, agar dapat bertahan. Ya, ia bertahan... Sebagaimana diberitahukan Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, "Aku berperang demi turunnya Al-Qur'an; engkau pun akan berperang demi takwilnya!"

Selain itu, jika tidak ada Ali, kerajaan dunia mungkin akan membuat raja-raja Bani Umayyah sepenuhnya keluar dari jalan. Padahal, karena melihat di hadapan mereka

Ali dan Ahlulbait, untuk menyeimbangkan diri dengan mereka dan menjaga kedudukan dalam pandangan umat Islam, mau atau tidak, seluruh pemimpin Negara Umayyah—kalaupun bukan diri mereka sendiri, setidaknya para pengikut dan pendukungnya atas dorongan serta persetujuan mereka—berusaha dengan seluruh kekuatan menjaga serta menyebarkan hakikat Islam, hakikat iman, dan hukum Al-Qur'an. Mereka menumbuhkan ratusan ribu mujtahid peneliti, ahli hadis sempurna, wali, serta asfiya. Jika di hadapan mereka tidak ada kewalian, ketaatan beragama, dan kesempurnaan Ahlulbait yang amat kuat, sangat mungkin mereka sepenuhnya keluar dari jalur, seperti pada masa akhir Abbasiyah dan Umayyah.

Jika dikatakan:

Mengapa khilafah Islam tidak tetap pada keluarga Nabi ﷺ? Padahal, mereka yang paling layak dan berhak?"

Jawaban:

Kerajaan dunia menipu. Adapun Ahlulbait ditugaskan menjaga hakikat Islam dan hukum Al-Qur'an. Orang yang memegang khilafah serta kerajaan harus terpelihara dari dosa seperti nabi, atau memiliki hati zuhud yang luar biasa seperti Khulafaur Rasyidin, Umar bin Abdul Aziz dari Bani Umayyah, dan Mahdi dari Abbasiyah, agar tidak tertipu. Padahal, khilafah Negara Fatimiyah yang terbentuk atas nama Ahlulbait di Mesir, pemerintahan Muwahhidin di Afrika, dan Negara Safawiyah di Iran menunjukkan bahwa kerajaan dunia tidak sesuai bagi Ahlulbait; kerajaan itu membuat mereka melupakan tugas utama, menjaga agama dan khidmah Islam. Adapun ketika meninggalkan kerajaan, mereka berkhidmah kepada Islam serta Al-Qur'an dengan cemerlang dan luhur.

Lihatlah! Para wali kutub keturunan Hasan, khususnya empat kutub dan terutama Syekh Abdul Qadir Jailani, yang merupakan Ghaus A'zham, serta para imam keturunan Husain, khususnya Zainal Abidin dan Ja'far As-Sadiq, masing-masing berkedudukan sebagai mahdi maknawi; mereka menghalau kezaliman maknawi serta gelap, dan menyebarkan cahaya Al-Qur'an serta hakikat iman. Mereka memperlihatkan bahwa masing-masing pewaris kakek mereka yang amat mulia.

Jika dikatakan:

Apa hikmah dan segi rahmat dari fitnah dahsyat serta berdarah yang menimpa Islam yang diberkahi dan Zaman Kebahagiaan yang bercahaya itu? Sebab, mereka tidak layak mendapat hukuman yang keras?

Jawaban:

Sebagaimana badai dengan hujan dahsyat pada musim semi menggerakkan bakat setiap jenis tumbuhan, benih, dan pohon,

serta mengembangkannya; masing-masing membuka bunga khasnya dan memulai tugas fitrinya,

demikian pula fitnah yang menimpa para sahabat dan tabiin menggerakkan serta mencambuk berbagai bakat yang berbeda, yang berkedudukan sebagai biji. Dengan seruan "Islam dalam bahaya, ada kebakaran!", fitnah itu menakutkan setiap kelompok dan membuat mereka berlari menjaga Islam. Menurut bakat masing-masing, setiap orang memikul satu dari banyak tugas berbeda dalam tubuh Islam dan bekerja dengan kesungguhan sempurna. Sebagian berusaha menjaga hadis, sebagian menjaga syariat, sebagian menjaga hakikat iman, sebagian menjaga Al-Qur'an, dan seterusnya... Setiap kelompok memasuki suatu khidmah. Mereka berusaha dengan semangat membara dalam tugas-tugas Islam. Banyak bunga dengan warna berbeda terbuka. Melalui badai itu, benih ditebarkan ke berbagai penjuru alam Islam yang amat luas; separuh bumi berubah menjadi taman mawar. Namun, sayangnya, di antara mawar dan taman mawar itu juga tumbuh duri-duri golongan ahli bidah.

Seolah-olah Kudrat Allah سُبْحَانَهُ mengguncangkan zaman itu dengan Jalal, menggerakkan dan membaliknya dengan dahsyat, membangkitkan kegigihan serta daya semangat para pemilik tekad. Dengan daya sentrifugal yang muncul dari gerakan itu, Dia menerbangkan dan menghijrahkan banyak mujtahid yang bercahaya, ahli hadis yang bersinar, hafiz yang suci, asfiya, serta wali kutub ke berbagai penjuru alam Islam. Dia menggugah umat Islam dari timur hingga barat dan membuka mata mereka agar mengambil manfaat dari khazanah Al-Qur'an. Sekarang kami kembali kepada pokok pembahasan.

Peristiwa yang terjadi benar sebagaimana berita gaib Rasul Yang Paling Mulia ﷺ berjumlah ribuan dan sangat banyak. Kami hanya akan menunjukkan beberapa contoh kecil:

Para penulis Kutubus Sittah yang terkenal sahih, terutama Bukhari dan Muslim, sepakat mengenai sebagian besar berita yang akan kami jelaskan. Sebagian besar berita itu mutawatir secara maknawi, dan sebagian lainnya, karena para peneliti sepakat akan kesahihannya, dapat disebut pasti seperti mutawatir.

Melalui nukilan sahih dan pasti, beliau memberitahukan kepada para sahabat, "Kalian akan mengalahkan semua musuh kalian. Kalian akan berhasil menaklukkan Makkah, Khaibar, Syam, Irak, Iran, dan Baitulmaqdis. Kalian juga akan membagi di antara kalian harta simpanan raja Iran dan Romawi, negara-negara terbesar pada masa itu." Beliau memberitahukan tanpa berkata, "Perkiraanku demikian," atau "Aku menduga." Sebaliknya, beliau memberitahukan dengan pasti seolah-olah melihatnya;

semuanya terjadi sebagaimana diberitakan. Padahal, ketika memberitahukannya, beliau terpaksa berhijrah. Para sahabatnya sedikit, sekitar Madinah dan seluruh dunia menjadi musuh.

Melalui nukilan sahih dan pasti, beliau berkali-kali bersabda

ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺴ۪ﻴﺮَﺓِ ﺍﻟَّﺬَﻳْﻦِ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪ۪ﻯ ﺍَﺑ۪ﻰ ﺑَﻜْﺮٍ ﻭَ ﻋُﻤَﺮَ

: Abu Bakar dan Umar akan hidup setelah beliau, menjadi khalifah, serta bertindak dengan sempurna dalam lingkup Rida Allah سُبْحَانَهُ dan persetujuan Nabi ﷺ. Abu Bakar akan memimpin sebentar, Umar akan memimpin lama dan melakukan banyak penaklukan.

Beliau juga bersabda

ﺯُﻭِﻳَﺖْ ﻟِﻰَ الْاَرْضُ ﻓَﺎُﺭ۪ﻳﺖُ ﻣَﺸَﺎﺭِﻗَﻬَﺎ ﻭَﻣَﻐَﺎﺭِﺑَﻬَﺎ ﻭَﺳَﻴَﺒْﻠُﻎُ ﻣُﻠْﻚُ ﺍُﻣَّﺘ۪ﻰ ﻣَﺎ ﺯُﻭِﻯَ ﻟ۪ﻰ ﻣِﻨْﻬَﺎ

, lalu memberitahukan, "Dari timur hingga barat akan berada di tangan umatku. Tidak satu umat pun menguasai kerajaan seluas itu." Terjadi sebagaimana diberitakan.

Melalui nukilan sahih dan pasti, sebelum Perang Badar beliau bersabda

ﻫٰﺬَﺍ ﻣَﺼْﺮَﻉُ ﺍَﺑ۪ﻰ ﺟَﻬْﻞٍ، ﻫٰﺬَﺍ ﻣَﺼْﺮَﻉُ ﻋُﺘْﺒَﺔَ، ﻫٰﺬَﺍ ﻣَﺼْﺮَﻉُ ﺍُﻣَﻴَّﺔَ، ﻫٰﺬَﺍ ﻣَﺼْﺮَﻉُ فُلَانٍ ﻭَ فُلَانٍ

, menunjukkan tempat setiap pemimpin musyrik Quraisy akan dibunuh, dan berkata, "Aku akan membunuh Ubay bin Khalaf dengan tanganku sendiri." Terjadi sebagaimana diberitakan.

Melalui nukilan sahih dan pasti, beliau seolah-olah melihat para sahabatnya bertempur dalam perang terkenal di tempat bernama Mu'tah, di sekitar Syam, sejauh satu bulan perjalanan; beliau bersabda

ﺍَﺧَﺬَ ﺍﻟﺮَّﺍﻳَﺔَ ﺯَﻳْﺪٌ ﻓَﺎُﺻ۪ﻴﺐَ، ﺛُﻢَّ ﺍَﺧَﺬَﻫَﺎ ﺍِﺑْﻦُ ﺭَﻭَﺍﺣَﺔَ ﻓَﺎُﺻ۪ﻴﺐَ، ﺛُﻢَّ ﺍَﺧَﺬَﻫَﺎ ﺟَﻌْﻔَﺮُ ﻓَﺎُﺻ۪ﻴﺐَ، ﺛُﻢَّ ﺍَﺧَﺬَﻫَﺎ ﺳَﻴْﻒٌ ﻣِﻦْ ﺳُﻴُﻮﻑِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ

dan memberitahukan peristiwanya satu demi satu kepada para sahabat. Dua atau tiga minggu kemudian Ya'la bin Munabbih datang dari medan perang; sebelum ia berbicara, pemberi berita yang benar ﷺ menjelaskan rincian perang. Ya'la bersumpah, "Terjadi persis sebagaimana engkau katakan."

Melalui nukilan sahih dan pasti, beliau bersabda

ﺍِﻥَّ الْخِلَافَةَ ﺑَﻌْﺪ۪ﻯ ثَلَاثُونَ ﺳَﻨَﺔً ﺛُﻢَّ ﺗَﻜُﻮﻥُ ﻣُﻠْﻜًﺎ ﻋَﻀُﻮﺿًﺎ ﻭَﺍِﻥَّ ﻫٰﺬَﺍ الْاَمْرَ ﺑَﺪَﺍَ ﻧُﺒُﻮَّﺓً ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔً ﺛُﻢَّ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﺭَﺣْﻤَﺔً وَخِلَافَةً ﺛُﻢَّ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻣُﻠْﻜًﺎ ﻋَﻀُﻮﺿًﺎ ﺛُﻢَّ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻋُﺘُﻮًّﺍ ﻭَ ﺟَﺒَﺮُﻭﺗًﺎ

, memberitahukan masa khilafah empat sahabat pilihan, yaitu Khulafaur Rasyidin, bersama enam bulan khilafah Hasan; setelah mereka, khilafah berubah menjadi bentuk kerajaan, kemudian dari kerajaan itu timbul penindasan dan kerusakan umat. Terjadi sebagaimana diberitakan.

Melalui nukilan sahih dan pasti, beliau bersabda

ﻳُﻘْﺘَﻞُ ﻋُﺜْﻤَﺎﻥُ ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﻘْﺮَﺍُ ﺍﻟْﻤُﺼْﺤَﻒَ ﻭَﺍِﻥَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻋَﺴٰﻰ ﺍَﻥْ ﻳُﻠْﺒِﺴَﻪُ ﻗَﻤ۪ﻴﺼًﺎ ﻭَﺍِﻧَّﻬُﻢْ ﻳُﺮ۪ﻳﺪُﻭﻥَ ﺧَﻠْﻌَﻪُ

, memberitahukan bahwa Utsman akan menjadi khalifah, pemberhentiannya akan dituntut, dan ia akan dibunuh secara zalim ketika membaca Al-Qur'an. Terjadi sebagaimana diberitakan.

Melalui nukilan sahih dan pasti, ketika beliau berbekam dan Abdullah bin Zubair meminum darahnya yang diberkahi seperti minuman manis demi mencari berkah, beliau bersabda

ﻭَﻳْﻞٌ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻣِﻨْﻚَ ﻭَ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ

, memberitahukan bahwa ia akan memimpin umat dengan keberanian luar biasa, menghadapi serangan dahsyat, dan karena dirinya manusia akan terjerat peristiwa-peristiwa mengerikan. Terjadi sebagaimana diberitakan. Abdullah bin Zubair mengumumkan khilafah di Makkah pada masa Bani Umayyah dan bertempur banyak kali dengan gagah; akhirnya Hajjaj Yang Zalim menyerangnya dengan pasukan besar dan, setelah pertempuran keras, pahlawan yang mulia itu gugur sebagai syahid.

Melalui nukilan sahih dan pasti, beliau memberitahukan munculnya Negara Umayyah, bahwa sebagian besar rajanya zalim, di antara mereka ada Yazid serta Walid, dan Muawiyah akan memimpin umat; dengan sabda

ﻭَﺍِﺫَﺍ ﻣَﻠَﻜْﺖَ ﻓَﺎَﺳْﺠِﺢْ

, beliau menasihatkan kelembutan serta keadilan. Setelah Umayyah,

beliau berkata

ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﻭَﻟَﺪُ ﺍﻟْﻌَﺒَّﺎﺱِ ﺑِﺎﻟﺮَّﺍﻳَﺎﺕِ ﺍﻟﺴُّﻮﺩِ ﻭَ ﻳَﻤْﻠِﻜُﻮﻥَ ﺍَﺿْﻌَﺎﻑَ ﻣَﺎ ﻣَﻠَﻜُﻮﺍ

, memberitahukan munculnya Negara Abbasiyah dan keberlangsungannya selama waktu yang panjang. Terjadi sebagaimana diberitakan.

Melalui nukilan sahih dan pasti, beliau bersabda

ﻭَﻳْﻞٌ ﻟِﻠْﻌَﺮَﺏِ ﻣِﻦ ﺷَﺮٍّ ﻗَﺪِ ﺍﻗْﺘَﺮَﺏَ

, memberitahukan fitnah dahsyat Jenghis dan Hulagu, serta bahwa mereka akan menghancurkan Negara Abbasiyah Arab. Terjadi sebagaimana diberitakan.

Melalui nukilan sahih dan pasti, ketika Sa'ad bin Abi Waqqas sakit sangat parah, beliau bersabda kepadanya

ﻟَﻌَﻠَّﻚَ ﺗُﺨَﻠَّﻒُ ﺣَﺘّٰﻰ ﻳَﻨْﺘَﻔِﻊَ ﺑِﻚَ ﺍَﻗْﻮَﺍﻡٌ ﻭَﻳَﺴْﺘَﻀِﺮَّ ﺑِﻚَ ﺍٰﺧَﺮُﻭﻥَ

, memberitahukan bahwa kelak ia menjadi panglima besar, melakukan banyak penaklukan, dan banyak bangsa serta kaum memperoleh manfaat darinya, yakni menjadi Muslim; banyak pula yang mengalami kerugian, yakni negara mereka dihancurkan melalui tangannya. Terjadi sebagaimana diberitakan. Sa'ad memimpin pasukan Islam, menghancurkan Negara Iran, dan menjadi sebab banyak kaum masuk ke dalam Islam serta hidayah.

Melalui nukilan sahih dan pasti, pada hari wafatnya Najasyi, raja Habasyah yang beriman, dalam tahun ketujuh Hijriah, beliau memberitahukannya kepada para sahabat dan bahkan melaksanakan salat jenazahnya. Seminggu kemudian datang kabar bahwa ia wafat pada hari yang sama.

Melalui nukilan sahih dan pasti, ketika beliau bersama empat sahabat pilihan berada di puncak Gunung Uhud atau Hira, gunung bergetar dan berguncang. Beliau bersabda kepada gunung

ﺍُﺛْﺒُﺖْ ﻓَﺎِﻧَّﻤَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻧَﺒِﻰٌّ ﻭَ ﺻِﺪّ۪ﻳﻖٌ ﻭَ ﺷَﻬ۪ﻴﺪٌ

, memberitahukan bahwa Umar, Utsman, dan Ali akan menjadi syahid. Terjadi sebagaimana diberitakan.

Sekarang, wahai orang yang malang, tanpa hati, dan tak berdaya! Wahai manusia malang yang menutup mata terhadap matahari hakikat itu dengan berkata bahwa Muhammad ﷺ, orang Arab itu, hanyalah orang cerdas! Dari lima belas jenis umum mukjizatnya, perkara gaib hanya satu jenis; dari jenis itu engkau telah mendengar satu dari lima belas bagiannya, bahkan mungkin satu dari seratus bagiannya. Engkau telah mendengar sebagian yang pasti pada derajat

tawatur maknawi. Orang yang dengan mata akal melihat seperseratus bagian berita gaib ini disebut "genius terbesar", karena melalui firasatnya ia menyingkap masa depan. Maka, katakanlah seperti engkau bahwa itu kejeniusan; apakah orang yang membawa kejeniusan suci setara seratus genius terbesar dapat melihat keliru? Apakah ia merendahkan diri untuk memberi berita keliru? Tidak mendengarkan perkataan pemilik kejeniusan terbesar yang seratus derajat seperti ini mengenai kebahagiaan di kedua negeri tentu merupakan tanda kegilaan seratus derajat.

ISYARAT KEENAM DENGAN BUTIR HIKMAH

Melalui nukilan sahih dan pasti, beliau bersabda kepada Fatimah (r.anha)

ﺍَﻧْﺖِ ﺍَﻭَّﻝُ ﺍَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻰ ﻟُﺤُﻮﻗًﺎ ﺑ۪ﻰ

, dengan berkata, "Di antara seluruh Ahlulbait-ku, engkau akan wafat paling dahulu dan bergabung denganku." Enam bulan kemudian, terjadi persis sebagaimana diberitakan.

Beliau juga bersabda kepada Abu Dzar

ﺳَﺘُﺨْﺮَﺝُ ﻣِﻦْ ﻫُﻨَﺎ ﻭَﺗَﻌ۪ﻴﺶُ ﻭَﺣْﺪَﻙَ ﻭَﺗَﻤُﻮﺕُ ﻭَﺣْﺪَﻙَ

, memberitahukan bahwa ia akan diasingkan dari Madinah, hidup sendirian, dan wafat sendirian di padang pasir. Dua puluh tahun kemudian, terjadi sebagaimana diberitakan.

Beliau juga bangun dari tidur di rumah Ummu Haram, bibi Anas bin Malik dari pihak ayah, lalu tersenyum dan bersabda

ﺭَﺍَﻳْﺖُ ﺍُﻣَّﺘ۪ﻰ ﻳَﻐْﺰُﻭﻥَ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ ﻛَﺎﻟْﻤُﻠُﻮﻙِ ﻋَﻠَﻰ الْاَسِرَّةِ

. Ummu Haram memohon, "Berdoalah agar aku pun bersama mereka." Beliau bersabda, "Engkau akan bersama mereka." Empat puluh tahun kemudian, bersama suaminya, Ubadah bin Samit, ia pergi ke penaklukan Siprus; ia wafat di Siprus dan kuburnya menjadi tempat ziarah. Terjadi persis sebagaimana diberitakan.

Melalui nukilan sahih dan pasti, beliau bersabda

ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﻣِﻦْ ﺛَﻘ۪ﻴﻒَ ﻛَﺬَّﺍﺏٌ ﻭَ ﻣُﺒ۪ﻴﺮٌ

, yakni "Dari suku Tsaqif akan muncul seorang yang mengaku nabi dan seorang zalim yang haus darah," memberitahukan Mukhtar yang terkenal mengaku nabi dan Hajjaj Yang Zalim yang membunuh seratus ribu orang.

Melalui nukilan sahih dan pasti, dengan berkata

ﺳَﺘُﻔْﺘَﺢُ ﺍﻟْﻘُﺴْﻄَﻨْﻄ۪ﻴﻨِﻴَّﺔُ ﻓَﻨِﻌْﻢَ الْاَم۪يرُ ﺍَﻣ۪ﻴﺮُﻫَﺎ ﻭَﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﺠَﻴْﺶُ ﺟَﻴْﺸُﻬَﺎ

, beliau memberitahukan bahwa Istanbul akan ditaklukkan oleh kaum Muslim dan Sultan Mehmed Fatih memiliki kedudukan yang tinggi. Terjadi sebagaimana diberitakan.

Melalui nukilan sahih dan pasti, beliau bersabda

ﺍِﻥَّ ﺍﻟﺪّ۪ﻳﻦَ ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﻨُﻮﻃًﺎ ﺑِﺎﻟﺜُّﺮَﻳَّﺎ ﻟَﻨَﺎ ﻟَﻪُ ﺭِﺟَﺎﻝٌ ﻣِﻦْ ﺍَﺑْﻨَٓﺎﺀِ ﻓَﺎﺭِﺱَ

, menunjukkan serta memberitahukan ulama dan wali yang dihasilkan Iran dengan cara tanpa tandingan, terutama Abu Hanifah.

Beliau juga bersabda

ﻋَﺎﻟِﻢُ ﻗُﺮَﻳْﺶٍ ﻳَﻤْﻞَﺀُ ﻃِﺒَﺎﻕَ الْاَرْضِ ﻋِﻠْﻤًﺎ

, menunjukkan serta memberitahukan Imam Syafi'i.

Melalui nukilan sahih dan pasti, beliau bersabda

ﺳَﺘَﻔْﺘَﺮِﻕُ ﺍُﻣَّﺘ۪ﻰ ثَلَاثًا ﻭَﺳَﺒْﻌ۪ﻴﻦَ ﻓِﺮْﻗَﺔً ﺍَﻟﻨَّﺎﺟِﻴَﺔُ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٌ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻗ۪ﻴﻞَ ﻣَﻨْﻬُﻢْ؟ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﺎ ﺍَﻧَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَ ﺍَﺻْﺤَﺎﺑ۪ﻰ

, memberitahukan bahwa umatnya akan terbagi menjadi tujuh puluh tiga golongan, dan golongan selamat yang sempurna di antaranya ialah Ahlusunah wal Jamaah.

Beliau juga bersabda

ﺍَﻟْﻘَﺪَﺭِﻳَّﺔُ ﻣَﺠُﻮﺱُ ﻫٰﺬِﻩِ الْاُمَّةِ

, memberitahukan kelompok Qadariyah yang terbagi banyak cabang dan mengingkari takdir. Beliau juga memberitahukan kaum Rafidah yang terbagi banyak cabang.

Melalui nukilan sahih dan pasti, beliau berkata kepada Imam Ali (ra): Mengenai dirimu, seperti mengenai Isa (as), dua golongan manusia menuju kehancuran: satu karena kecintaan berlebihan, yang lain karena permusuhan berlebihan. Karena kecintaan kepada Isa, orang Nasrani melampaui batas yang dibenarkan dan menyebutnya—hâşâ—"Ibnullah". Orang Yahudi, karena permusuhan, sangat melampaui batas dan mengingkari kenabian serta kesempurnaannya. Mengenai dirimu pun, sebagian akan melampaui batas yang dibenarkan dan menuju kehancuran karena kecintaannya. Beliau berkata

ﻟَﻬُﻢْ ﻧَﺒْﺰٌ ﻳُﻘَﺎﻝُ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟﺮَّﺍﻓِﻀِﻴَّﺔُ

. Sebagian lain akan melangkah terlalu jauh dalam memusuhimu; mereka adalah

Khawarij dan sebagian pendukung Bani Umayyah yang berlebihan, yang disebut Nasibah.

Jika dikatakan:

Al-Qur'an memerintahkan kecintaan kepada Ahlulbait. Nabi ﷺ sangat mendorongnya. Kecintaan itu mungkin menjadi alasan yang memaafkan kaum Syiah, sebab para pencinta sampai taraf tertentu mabuk cinta. Mengapa kaum Syiah, khususnya Rafidah, tidak memperoleh manfaat dari kecintaan itu, bahkan menurut isyarat Nabi ﷺ dihukum karena kecintaan yang berlebihan tersebut?

Jawaban:

Kecintaan terbagi dua.

Pertama: Menurut makna yang menunjuk kepada yang lain, yakni mencintai Ali, Hasan, Husain, dan Ahlulbait demi Rasul Yang Paling Mulia ﷺ serta atas nama Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq. Kecintaan ini menambah kecintaan kepada Rasul Yang Paling Mulia ﷺ dan menjadi sarana kecintaan kepada Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq. Kecintaan ini dibenarkan; meskipun berlebihan, ia tidak merugikan, tidak melampaui batas, dan tidak menghendaki celaan serta permusuhan terhadap orang lain.

Kedua: Kecintaan menurut makna yang menunjuk kepada diri mereka sendiri. Yakni, ia mencintai mereka secara langsung. Tanpa memikirkan Nabi ﷺ, ia memikirkan kepahlawanan dan kesempurnaan Ali, serta keutamaan tinggi Hasan dan Husain, lalu mencintai mereka. Bahkan, meskipun tidak mengetahui Allah سُبْحَانَهُ atau mengenal Nabi ﷺ, ia tetap mencintai mereka. Kecintaan ini tidak menjadi sebab kecintaan kepada Rasul Yang Paling Mulia ﷺ serta Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq; jika berlebihan, ia pun menghendaki celaan dan permusuhan terhadap orang lain.

Menurut isyarat Nabi ﷺ, karena kecintaan yang berlebihan kepada Ali dan berlepas diri dari Abu Bakar As-Siddiq serta Umar, mereka jatuh dalam kerugian. Kecintaan negatif itu adalah sebab kerugian.

Melalui nukilan sahih dan pasti, beliau bersabda

ﺍِﺫَﺍ ﻣَﺸَﻮُﺍ ﺍﻟْﻤُﻄَﻴْﻄَٓﺎﺀَ ﻭَﺧَﺪَﻣَﺘْﻬُﻢْ ﺑَﻨَﺎﺕُ ﻓَﺎﺭِﺱَ ﻭَﺍﻟﺮُّﻭﻡِ، ﺭَﺩَّ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﺑَﺎْﺳَﻬُﻢْ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﻭَ ﺳَﻠَّﻂَ ﺷِﺮَﺍﺭَﻫُﻢْ ﻋَﻠٰﻰ ﺧِﻴَﺎﺭِﻫِﻢْ

, memberitahukan, "Ketika gadis-gadis Persia dan Romawi melayani kalian, bencana serta fitnah kalian akan masuk ke tengah kalian, perang kalian menjadi perang dalam negeri; orang jahat memimpin dan mengganggu orang baik serta saleh di antara kalian." Tiga puluh tahun kemudian, terjadi sebagaimana diberitakan.

Melalui nukilan sahih dan pasti, beliau bersabda

ﻭَﺗُﻔْﺘَﺢُ ﺧَﻴْﺒَﺮُ ﻋَﻠٰﻰ ﻳَﺪَﻯْ ﻋَﻠِﻰٍّ

, bahwa "Penaklukan Benteng Khaibar akan dilakukan oleh Ali." Pada hari kedua, jauh melampaui harapan, sebagai mukjizat Nabi ﷺ, Ali mencabut pintu Benteng Khaibar dan memakainya seperti perisai; setelah berhasil menaklukkan, ia melemparkan pintu ke tanah. Delapan orang kuat tidak dapat mengangkat pintu itu dari tanah; menurut satu riwayat, empat puluh orang tidak dapat mengangkatnya.

Beliau juga bersabda

لَا ﺗَﻘُﻮﻡُ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔُ ﺣَﺘّٰﻰ ﺗَﻘْﺘَﺘِﻞَ ﻓِﺌَﺘَﺎﻥِ ﺩَﻋْﻮَﺍﻫُﻤَﺎ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٌ

, memberitahukan perang Ali dan Muawiyah di Siffin.

Beliau juga bersabda

ﺍِﻥَّ ﻋَﻤَّﺎﺭًﺍ ﺗَﻘْﺘُﻠُﻪُ ﺍﻟْﻔِﺌَﺔُ ﺍﻟْﺒَﺎﻏِﻴَﺔُ

, bahwa "Kelompok yang memberontak akan membunuh Ammar." Kemudian Ammar terbunuh dalam Perang Siffin. Ali menjadikannya hujah bahwa pendukung Muawiyah memberontak. Namun, Muawiyah menakwilkannya. Amr bin As berkata, "Yang memberontak hanya para pembunuhnya, bukan kita semua."

Beliau juga bersabda

ﺍِﻥَّ ﺍﻟْﻔِﺘَﻦَ لَا ﺗَﻈْﻬَﺮُ ﻣَﺎ ﺩَﺍﻡَ ﻋُﻤَﺮُ ﺣَﻴًّﺎ

, memberitahukan, "Selama Umar masih hidup, fitnah tidak akan muncul di antara kalian." Terjadi demikian.

Sehl bin Amr juga ditawan sebelum beriman. Umar berkata kepada Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, "Izinkan aku mencabut giginya, sebab dengan kefasihannya ia mendorong orang-orang kafir Quraisy memerangi kami." Rasul Yang Paling Mulia ﷺ bersabda

ﻭَﻋَﺴٰﻰ ﺍَﻥْ ﻳَﻘُﻮﻡَ ﻣَﻘَﺎﻣًﺎ ﻳَﺴُﺮُّﻙَ ﻳَﺎ ﻋُﻤَﺮُ

. Pada peristiwa menggentarkan dan meruntuhkan kesabaran ketika Rasul Yang Paling Mulia ﷺ wafat, sebagaimana Abu Bakar As-Siddiq dengan keteguhan sempurna menghibur semua orang di Madinah yang bercahaya dan menenangkan para sahabat melalui khutbah penting, demikian pula Sehl pada saat itu di Makkah yang mulia menenangkan serta menghibur para sahabat seperti Abu Bakar As-Siddiq. Dengan kefasihannya yang dikenal, ia menyampaikan pidato dengan makna yang sama dengan khutbah Abu Bakar As-Siddiq. Bahkan, kata-kata kedua khutbah saling menyerupai.

Beliau juga bersabda kepada Suraqah

ﻛَﻴْﻒَ ﺑِﻚَ ﺍِﺫَﺍ ﺍُﻟْﺒِﺴْﺖَ ﺳُﻮَﺍﺭَﻯْ ﻛِﺴْﺮٰﻯ

, bahwa "Engkau akan mengenakan kedua gelang Kisra." Pada masa Umar, Kisra dihancurkan dan perhiasan serta gelang kerajaannya datang; Umar mengenakannya kepada Suraqah dan berkata:

ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠّٰﻪِ ﺍﻟَّﺬ۪ﻯ ﺳَﻠَﺒَﻬُﻤَﺎ ﻛِﺴْﺮٰﻯ ﻭَﺍَﻟْﺒَﺴَﻬُﻤَﺎ ﺳُﺮَﺍﻗَﺔَ

Ia meneguhkan kebenaran berita Nabi ﷺ.

Beliau juga bersabda

ﺍِﺫَﺍ ﺫَﻫَﺐَ ﻛِﺴْﺮٰﻯ فَلَا ﻛِﺴْﺮٰﻯ ﺑَﻌْﺪَﻩُ

, memberitahukan, "Setelah Kisra Persia pergi, tidak akan muncul kisra lagi." Terjadi demikian.

Beliau juga berkata kepada utusan Kisra, "Sekarang putra Kisra, Syirwaih Parwiz, telah membunuh Kisra." Utusan itu memeriksa; terjadi demikian pada waktu yang sama. Ia pun menjadi Muslim. Dalam sebagian hadis, nama utusan itu Firuz.

Melalui nukilan sahih dan pasti, beliau memberitahukan surat yang dikirim Hathib bin Balta'ah diam-diam kepada Quraisy. Beliau mengirim Ali dan Miqdad, "Pada seseorang di tempat tertentu ada surat seperti ini. Ambillah dan bawalah!" Mereka pergi dan membawa surat yang sama dari tempat yang sama. Beliau memanggil Hathib dan berkata, "Mengapa engkau melakukannya?" Ia menjelaskan alasannya, dan beliau menerima alasan itu.

Melalui nukilan sahih, beliau bersabda mengenai Utbah bin Abi Lahab

ﻳَﺎْﻛُﻠُﻪُ ﻛَﻠْﺐُ ﺍﻟﻠّٰﻪِ

, memberitahukan akhir Utbah yang tragis. Kemudian, ketika ia pergi menuju Yaman, seekor singa datang dan memakannya. Peristiwa itu membenarkan doa keburukan maupun berita Nabi ﷺ.

Melalui nukilan sahih, ketika penaklukan Makkah, Bilal Al-Habasyi naik ke atap Ka'bah dan mengumandangkan azan. Di antara pemimpin Quraisy, Abu Sufyan, Attab bin Asid, dan Harits bin Hisyam duduk serta berbicara. Attab berkata, "Ayahku, Asid, bahagia karena tidak melihat hari ini." Harits berkata, "Apakah Muhammad ﷺ tidak menemukan orang selain gagak hitam ini untuk dijadikan muazin?" Ia meremehkan Bilal Al-Habasyi. Abu Sufyan berkata, "Aku takut dan tidak akan berkata apa-apa. Meskipun tidak ada orang, batu-batu Batha ini akan memberitahukannya kepadanya; ia akan tahu." Benar, tidak lama kemudian Rasul Yang Paling Mulia ﷺ bertemu mereka dan menyebutkan percakapan mereka kata demi kata. Ketika itu Attab dan Harits mengucapkan syahadat serta menjadi Muslim.

Wahai pengingkar yang malang! Orang tanpa hati yang tidak mengenal Nabi ﷺ! Lihatlah, dua pemimpin Quraisy yang membangkang beriman melalui satu berita gaib. Betapa hatimu rusak, sehingga engkau mendengar melalui tawatur maknawi ribuan mukjizat seperti berita gaib ini, tetapi tetap tidak memperoleh keyakinan penuh! Bagaimanapun, kami kembali kepada pokok pembahasan.

Melalui nukilan sahih, ketika Abbas ditawan para sahabat pada Perang Badar, diminta tebusan kebebasan. Ia berkata, "Aku tidak memiliki uang." Rasul Yang Paling Mulia ﷺ bersabda, "Engkau meninggalkan uang sejumlah ini di tempat tertentu pada istrimu, Ummu Fadhl." Abbas membenarkannya dan berkata, "Itu rahasia yang tidak diketahui siapa pun selain kami berdua." Ketika itu ia memperoleh iman yang sempurna dan menjadi Muslim.

Melalui nukilan sahih dan pasti, Labid, seorang penyihir Yahudi yang berbahaya, membuat sihir yang aneh dan berpengaruh untuk menyakiti Rasul Yang Paling Mulia ﷺ. Ia melilitkan rambut pada sisir, menyihirnya, lalu melemparkannya ke sumur. Rasul Yang Paling Mulia ﷺ bersabda kepada Ali dan para sahabat, "Pergilah, temukan alat-alat sihir seperti ini dalam sumur tertentu, dan bawalah." Mereka pergi, menemukan persis demikian, dan membawanya. Setiap kali satu ikatan talinya dibuka, rasa sakit Rasul Yang Paling Mulia ﷺ pun berkurang.

Melalui nukilan sahih, dalam suatu kelompok yang di antaranya terdapat tokoh penting seperti Abu Hurairah dan Hudzaifah, Rasul Yang Paling Mulia ﷺ bersabda

ﺿِﺮْﺱُ ﺍَﺣَﺪِﻛُﻢْ ﻓِﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﺍَﻋْﻈَﻢُ ﻣِﻦْ ﺍُﺣُﺪٍ

, memberitahukan akhir mengerikan salah seorang karena murtad. Abu Hurairah berkata, "Dari kelompok itu tinggal aku dan seorang lagi; aku takut. Kemudian orang yang lain berada di pihak Musailamah dalam Perang Yamamah dan terbunuh sebagai orang murtad." Hakikat berita Nabi ﷺ terwujud.

Melalui nukilan sahih, sebelum Umair dan Safwan menjadi Muslim, mereka memutuskan membunuh Nabi ﷺ dengan imbalan harta yang besar; Umair datang ke Madinah dengan niat membunuh Nabi ﷺ. Rasul Yang Paling Mulia ﷺ melihat Umair dan memanggilnya ke sisi beliau. Beliau berkata, "Urusanmu dengan Safwan demikian." Beliau meletakkan tangan di dada Umair; Umair berkata "Ya" dan menjadi Muslim.

Masih banyak berita gaib sahih seperti ini terjadi. Semuanya disebutkan dalam Kutubus Sittah, kitab hadis sahih yang terkenal, dan dijelaskan bersama sanadnya.

Sebagian besar peristiwa yang dijelaskan dalam risalah ini pasti dan meyakinkan pada kedudukan tawatur maknawi. Para peneliti menerima bahwa Bukhari dan Muslim merupakan kitab paling sahih setelah Al-Qur'an. Peristiwa-peristiwa itu juga dijelaskan bersama rantainya dalam kitab seperti Sahih Tirmizi, Nasa'i, Abu Dawud, Musnad Hakim, Musnad Ahmad bin Hanbal, serta Dalail Baihaqi.

Sekarang, wahai pengingkar yang kehilangan kesadaran! Jangan hanya berkata, "Muhammad ﷺ, orang Arab itu, adalah orang cerdas," lalu berlalu. Sebab, berita-berita benar Ahmad ﷺ tentang perkara gaib ini tidak lepas dari dua pilihan.

Engkau akan berkata bahwa tokoh suci itu memiliki pandangan begitu tajam dan kejeniusan begitu luas, sehingga melihat serta mengetahui masa lalu, masa depan, dan seluruh dunia; ia memiliki mata yang memandang penjuru alam, timur serta barat, dan kejeniusan yang menyingkap seluruh waktu lalu serta mendatang. Keadaan ini tidak dapat ada pada manusia. Jika ada, ia merupakan keajaiban dan pemberian dari Sang Khâliq alam. Itu sendiri merupakan mukjizat terbesar.

Atau engkau akan percaya bahwa tokoh yang diberkahi itu adalah petugas dan murid Zat yang segala sesuatu berada dalam Pandangan serta Tasarruf-Nya; semua jenis kainat dan seluruh waktu berada di bawah Perintah-Nya. Segala sesuatu tertulis dalam Buku Catatan Besar-Nya; ketika Dia menghendaki, Dia memberitahukan dan memperlihatkannya kepada murid-Nya.

Jadi, Muhammad ﷺ, orang Arab itu, menerima pelajaran dari Sang Guru Azali dan memberikan pelajaran demikian.

Melalui nukilan sahih, ketika mengirim Khalid untuk perang kepada Ukaidir, pemimpin Düvmetü’l-Cendel, beliau bersabda

ﺍِﻧَّﻚَ ﺗَﺠِﺪُﻩُ ﻳَﺼ۪ﻴﺪُ ﺍﻟْﺒَﻘَﺮَ

, memberitahukan bahwa ia akan menemukannya sedang berburu sapi liar dan ia akan ditawan tanpa perkelahian. Khalid pergi, menemukan persis demikian, menawannya, dan membawanya.

Melalui nukilan sahih, tentang lembaran yang ditulis Quraisy melawan Bani Hasyim dan digantung di atap Ka'bah, beliau bersabda, "Ulat memakan tulisan kalian, tetapi tidak menyentuh Asma Allah سُبْحَانَهُ pada lembaran itu." Beliau memberitahukannya. Kemudian mereka melihat lembaran tersebut; terjadi persis demikian.

Melalui nukilan sahih, beliau bersabda, "Pada penaklukan Baitulmaqdis akan muncul wabah taun (pes) besar." Pada masa Umar, Baitulmaqdis ditaklukkan. Muncul wabah taun demikian, sehingga dalam tiga hari terjadi tujuh puluh ribu kematian.

Melalui nukilan sahih, beliau memberitahukan bahwa Basra dan Baghdad, yang saat itu belum ada, akan muncul; harta simpanan dunia akan masuk ke Baghdad; orang Turki dan bangsa-bangsa sekitar Laut Kaspia akan berperang dengan orang Arab; kemudian sebagian besar mereka akan masuk Islam dan memimpin orang Arab di tengah masyarakat Arab. Beliau bersabda

ﻳُﻮﺷِﻚُ ﺍَﻥْ ﻳَﻜْﺜُﺮَ ﻓ۪ﻴﻜُﻢُ ﺍﻟْﻌَﺠَﻢُ ﻳَﺎْﻛُﻠُﻮﻥَ ﻓَﻴْﺌَﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻀْﺮِﺑُﻮﻥَ ﺭِﻗَﺎﺑَﻜُﻢْ

.

Beliau juga bersabda

هَلَاكُ ﺍُﻣَّﺘ۪ﻰ ﻋَﻠٰﻰ ﻳَﺪِ ﺍُﻏَﻴْﻠِﻤَﺔٍ ﻣِﻦْ ﻗُﺮَﻳْﺶٍ

, memberitahukan kerusakan para pemimpin jahat Umayyah seperti Yazid dan Walid.

Beliau juga memberitahukan bahwa kemurtadan akan terjadi di sebagian tempat seperti Yamamah.

Dalam Perang Khandaq yang terkenal, beliau bersabda

ﺍِﻥَّ ﻗُﺮَﻳْﺸًﺎ وَالْاَحْزَابَ لَا ﻳَﻐْﺰُﻭﻧ۪ﻰ ﺍَﺑَﺪًﺍ ﻭَﺍَﻧَﺎ ﺍَﻏْﺰُﻭﻫُﻢْ

, memberitahukan, "Setelah ini, bukan mereka menyerangku, melainkan aku menyerang mereka." Terjadi sebagaimana diberitakan.

Melalui nukilan sahih, satu atau dua bulan sebelum wafat, beliau bersabda

ﺍِﻥَّ ﻋَﺒْﺪًﺍ ﺧُﻴِّﺮَ ﻓَﺎﺧْﺘَﺎﺭَ ﻣَﺎ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ

, memberitahukan wafatnya.

Tentang Zaid bin Suhan, beliau bersabda

ﻳَﺴْﺒِﻖُ ﻋُﻀْﻮٌ ﻣِﻨْﻪُ ﺍِﻟَﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ

, memberitahukan bahwa satu anggota tubuh akan menjadi syahid sebelum Zaid. Beberapa waktu kemudian, dalam Perang Nihawand satu tangannya terpotong. Jadi, tangan itu lebih dahulu menjadi syahid dan pergi ke surga secara maknawi.

Seluruh perkara gaib yang kami bahas hanyalah satu jenis dari sepuluh jenis mukjizat. Kami belum menyampaikan satu dari sepuluh bagian jenis itu. Bersama bagian ini, dalam Kalimat Kedua Puluh Lima tentang i'jaz Al-Qur'an kami telah menjelaskan secara ringkas empat jenis dari golongan berita gaib yang amat luas. Pikirkanlah bersama jenis di sini keempat jenis besar yang diberitakan dari yang gaib melalui lisan Al-Qur'an itu.

Lihatlah betapa pasti, tanpa keraguan, cemerlang, kuat, dan kukuh hujah kerasulan itu, sehingga orang yang hati serta akalnya tidak sepenuhnya rusak tentu beriman bahwa Ahmad ﷺ adalah rasul ﷺ dari Zat Dzul-Jalâl, Khâliq segala sesuatu dan Allâmul Ghuyûb, serta menerima berita dari-Nya.

ISYARAT KETUJUH DENGAN BUTIR HIKMAH

Kami akan menunjukkan beberapa contoh mukjizat Nabi ﷺ tentang berkah makanan yang pasti dan mutawatir secara maknawi. Sebelum pembahasan, patut menyebutkan sebuah pendahuluan.

Pendahuluan:

Setiap contoh mukjizat penuh berkah berikut dinukil secara sahih melalui banyak jalur; bahkan, sebagian melalui enam belas jalur. Sebagian besar terjadi di hadapan jamaah besar; orang-orang terpandang dan jujur dalam jamaah itu membahas serta menukilkannya. Misalnya, seseorang menukil, "Tujuh puluh orang makan dari empat genggam makanan yang disebut sa' dan menjadi kenyang." Ketujuh puluh orang itu mendengar perkataannya dan tidak mendustakan. Jadi, mereka membenarkan melalui diam.

Padahal, pada zaman kejujuran dan hakikat itu, para sahabat yang mencintai haq, sungguh-sungguh, dan jujur menolak serta mendustakan dusta walau sezarah jika melihatnya. Peristiwa-peristiwa yang akan kami bahas diriwayatkan banyak orang dan dibenarkan yang lainnya melalui diam. Jadi, setiap peristiwa pasti seperti mutawatir secara maknawi.

Sejarah dan sirah bersaksi bahwa setelah menghafal Al-Qur'an serta ayat-ayatnya, para sahabat mengerahkan seluruh kekuatan terutama untuk menjaga perbuatan dan perkataan Rasul Yang Paling Mulia ﷺ, khususnya keadaannya yang berkaitan dengan hukum serta mukjizat, dan sangat memperhatikan kesahihannya. Mereka tidak mengabaikan gerakan, perilaku, atau keadaan Rasul Yang Paling Mulia ﷺ yang paling kecil pun. Kitab-kitab hadis bersaksi bahwa mereka tidak mengabaikannya dan telah mencatatnya.

Pada Zaman Kebahagiaan, banyak orang mencatat dan menulis mukjizat serta hadis yang menjadi dasar hukum. Khususnya, tujuh Abdullah mencatatnya dengan tulisan, terutama Abdullah bin Abbas, penafsir Al-Qur'an, dan Abdullah bin Amr bin As. Terlebih lagi, tiga puluh atau empat puluh tahun kemudian, ribuan peneliti dari tabiin mencatat hadis serta mukjizat melalui tulisan.

Kemudian, terutama keempat imam mujtahid dan ribuan ahli hadis peneliti menukil serta menjaganya melalui tulisan.

Dua ratus tahun setelah hijrah, terutama Bukhari, Muslim, dan para penulis Kutubus Sittah yang diterima memikul tugas menjaga. Ribuan pengkritik keras seperti Ibnu Jauzi muncul, memisahkan dan memperlihatkan hadis palsu yang dicampurkan oleh sebagian pengingkar, orang yang tidak berpikir, hafalannya lemah, atau tidak tahu.

Kemudian, dengan pembenaran ahli kasyaf, para ahli besar dan peneliti seperti Jalaluddin Suyuti, yang dimuliakan dengan pergaulan bersama Rasul Yang Paling Mulia ﷺ ketika terjaga, saat beliau menampakkan diri kepadanya tujuh puluh kali, memisahkan berlian hadis sahih dari perkataan lain dan hadis palsu.

Peristiwa dan mukjizat yang akan kami bahas sampai kepada kita dengan kukuh dari tangan ke tangan, melalui tangan yang kuat, tepercaya, beragam, dan banyak, bahkan tak terhitung.

ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠّٰﻪِ ﻫٰﺬَﺍ ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻞِ ﺭَﺑّ۪ﻰ

Berdasarkan ini, tidak patut terlintas pertanyaan, "Bagaimana kita tahu bahwa peristiwa-peristiwa yang datang melalui jarak waktu panjang hingga zaman ini, dari zaman ini sampai zaman itu, tidak bercampur dan tetap murni?"

Contoh pertama mukjizat pasti tentang berkah: Kutubus Sittah yang sahih, terutama Bukhari dan Muslim, sepakat memberitahukan bahwa dalam walimah pernikahan Rasul Yang Paling Mulia ﷺ dengan Zainab, Ummu Sulaim, ibu Anas, menumis satu atau dua genggam kurma dengan minyak, meletakkannya dalam wadah, lalu mengirimnya melalui Anas kepada Nabi ﷺ. Beliau bersabda kepada Anas, "Panggil si fulan dan si fulan; undang pula siapa pun yang engkau temui." Anas pun memanggil siapa pun yang ditemuinya. Sekitar tiga ratus sahabat datang dan memenuhi Suffah serta kamar kebahagiaan. Beliau bersabda

ﺗَﺤَﻠَّﻘُﻮﺍ ﻋَﺸَﺮَﺓً ﻋَﺸَﺮَﺓً

, yakni "Bentuklah lingkaran masing-masing sepuluh orang!" Kemudian beliau meletakkan tangan yang diberkahi pada sedikit makanan itu, berdoa, dan berkata, "Silakan!" Seluruh tiga ratus orang makan, kenyang, dan bangkit. Beliau bersabda kepada Anas, "Angkatlah!" Anas berkata, "Aku tidak mengetahui apakah makanan lebih banyak ketika kuletakkan wadahnya atau ketika kuangkat; aku tidak dapat membedakannya."

Contoh Kedua: Ketika Nabi ﷺ datang ke rumah Abu Ayyub Al-Ansari, yang menjadi tuan rumah bagi beliau, Abu Ayyub berkata: Aku membuat makanan untuk dua orang, cukup bagi Rasul Yang Paling Mulia ﷺ dan Abu Bakar As-Siddiq. Beliau bersabda kepadanya

ﺍُﺩْﻉُ ثَلَاث۪ينَ ﻣِﻦْ ﺍَﺷْﺮَﺍﻑِ الْاَنْصَارِ

. Tiga puluh orang datang dan makan. Kemudian beliau bersabda ﺍُﺩْﻉُ ﺳِﺘّ۪ﻴﻦَ. Aku mengundang enam puluh lagi; mereka datang dan makan. Kemudian beliau bersabda ﺍُﺩْﻉُ ﺳَﺒْﻌ۪ﻴﻦَ. Tujuh puluh

orang lagi kuundang; mereka datang dan makan. Makanan masih tersisa dalam wadah. Semua yang datang masuk Islam dan berbaiat di hadapan mukjizat itu. Seratus delapan puluh orang makan dari makanan untuk dua orang tersebut.

Contoh Ketiga: Melalui berbagai jalur seperti Umar bin Khattab, Abu Hurairah, Salamah bin Akwa, dan Abu Amrah Al-Ansari, mereka berkata bahwa dalam suatu perang pasukan kelaparan. Mereka mengajukan permohonan kepada Rasul Yang Paling Mulia ﷺ. Beliau bersabda, "Kumpulkan sisa bekal dalam kantong kalian!" Setiap orang membawa sedikit kurma; yang paling banyak hanya mampu membawa empat genggam. Mereka meletakkannya di atas permadani. Salamah berkata, "Aku memperkirakan seluruhnya; baru sebesar kambing yang duduk." Kemudian Rasul Yang Paling Mulia ﷺ berdoa bagi berkah dan bersabda, "Setiap orang hendaknya membawa wadahnya!" Mereka berlari dan datang. Tidak ada satu wadah pun dalam pasukan itu yang masih kosong; semuanya mereka isi. Masih ada kelebihan. Seorang perawi dari sahabat berkata, "Dari jalannya berkah itu aku memahami bahwa jika seluruh penghuni bumi datang, makanan itu juga akan mencukupi mereka."

Contoh Keempat: Kitab-kitab sahih, terutama Bukhari dan Muslim, menjelaskan bahwa Abdurrahman bin Abu Bakar As-Siddiq berkata: Kami, seratus tiga puluh sahabat, bersama Rasul Yang Paling Mulia ﷺ dalam suatu perjalanan. Satu sa', yang sebanyak empat genggam, dijadikan adonan roti. Seekor kambing juga disembelih dan dimasak; hanya hati serta ginjalnya dipanggang. Aku bersumpah, beliau memotong dan memberi masing-masing satu bagian dari panggangan itu kepada setiap orang dari seratus tiga puluh sahabat. Kemudian Rasul Yang Paling Mulia ﷺ meletakkan daging matang dalam dua mangkuk. Kami semua makan sampai kenyang dan masih ada kelebihan. Aku mengangkut kelebihannya pada unta.