Risale-i NurAl-Maktubat

Bagian ketiga

Al-Maktubat · hlm. 489

— para orang tua — membentuk sepertiga. Mereka mendekati kubur, mendekati kematian, menjauhi dunia, menghampiri akhirat. Apakah manfaat, cahaya, dan hiburan bagi mereka terletak pada mendengarkan petualangan bengis para zalim seperti Hulagu dan Jengis? Dan pada jenis gerakan kalian sekarang yang membuat lupa akhirat, mengikat pada dunia, tanpa hasil, secara maknawi merupakan kemerosotan namun secara lahiriah disebut kemajuan? Dan apakah cahaya ukhrawi ada di bioskop? Dan apakah hiburan sejati ada di teater? Sementara para orang tua malang ini menginginkan penghormatan dari semangat kebangsaan, kalian justru berkedudukan bagai memotong orang-orang malang itu dengan pisau maknawi, memberi mereka pikiran "kalian sedang digiring ke eksekusi abadi", mengubah pintu kubur yang mereka bayangkan sebagai pintu rahmat menjadi mulut naga, dan meniupkan ke telinga maknawi mereka "engkau akan pergi ke sana"; jika ini semangat kebangsaan, maka dari semangat semacam ini kami berlindung kepada Allah seratus ribu kali (al-'iyâdzu billâh)!..