Contoh Keempat
Al-Maktubat · hlm. 139
Terutama Imam Mâlik, dalam kitabnya yang mu'tabar, al-Muwaththa`, mengabarkan dari sahabat-sahabat termasyhur seperti Mu'âdz bin Jabal: Mu'âdz bin Jabal berkata: Dalam Perang Tabûk, kami menjumpai sebuah mata air yang mengalir dengan susah payah sebesar seutas tali. Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم memerintahkan, "Kumpulkanlah sedikit dari air itu." Mereka mengumpulkan sedikit dalam telapak-telapak tangan mereka. Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم membasuh tangan dan wajahnya dengan air itu; lalu kami menuangkan air itu kembali ke mata air. Tiba-tiba celah mata air itu terbuka, dan mengalirlah air dengan melimpah; mencukupi seluruh bala tentara. Bahkan salah seorang perawi, Imam Ibnu Ishâq, berkata: Air mata air itu mengalir demikian rupa sambil menderu di bawah tanah bagaikan guruh di langit. Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم bersabda kepada Mu'âdz: يُوشِكُ يَا مُعَاذُ اِنْ طَالَتْ بِكَ حَيَاةٌ اَنْ تَرٰى مَا هٰهُنَا قَدْ مُلِئَ جِنَانًا Yakni: Air yang penuh berkah dan menjadi jejak mukjizat ini akan terus mengalir dan mengubah tempat-tempat ini menjadi kebun; jika umurmu panjang, engkau akan menyaksikannya. Dan demikianlah yang terjadi.