Risale-i NurAl-Maktubat

Contoh Keenam Belas

Al-Maktubat · hlm. 134

Dipelopori oleh Bukhârî, kitab-kitab sahih menerangkan — dengan penukilan yang pasti — bahwa: Hazrat Abu Hurairah kelaparan, lalu pergi mengikuti Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم, dan mereka sampai ke tempat kediaman kebahagiaan. Mereka memperhatikan, ternyata ada segelas susu yang dibawa ke sana sebagai hadiah. Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم memerintahkan: "Panggillah Ahli Shuffah!" Aku berkata dalam hatiku: "Aku sanggup meminum seluruh susu ini. Akulah yang lebih membutuhkannya." Namun demi perintah Nabi صلى الله عليه وسلم, aku mengumpulkan dan membawa mereka. Jumlah mereka melebihi seratus orang. Beliau berfirman: "Berilah mereka minum!" Maka aku memberikan susu dalam gelas itu satu demi satu. Masing-masing minum hingga kenyang, lalu kuberikan kepada yang lain. Dengan memberi minum satu demi satu seperti itu, seluruh Ahli Shuffah meminum susu yang murni itu. Kemudian beliau berfirman: بَقِىَ اَنَا وَاَنْتَ فَاشْرَبْ Aku pun minum. Beliau berfirman: "Minumlah terus!"; hingga aku berkata: "Demi Zat Dzul-Jalâl yang telah mengutusmu dengan kebenaran, tidak ada lagi tempat bagiku untuk minum." Kemudian beliau sendiri mengambilnya. Seraya mengucap Bismillah dan memuji, beliau meminum sisanya. Semoga menjadi seratus ribu keafiatan.

Demikianlah, mukjizat keberkahan yang nyata, tak diragukan, lagi lembut bak susu yang murni dan bersih ini — di samping penukilannya melalui Kutubus Sittah yang sahih, dipelopori oleh Hazrat Bukhârî yang menghafal lima ratus ribu hadis, yang sepasti melihat dengan mata kepala — maka barangsiapa tidak menerima kabar ini sebagai sesuatu yang pasti setingkat tawatur, padahal ia dikabarkan oleh Abu Hurairah, murid yang termasyhur, jujur, lagi hafizh dari Shuffah, Madrasah Suci Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم, yang secara maknawi mempersaksikan seluruh Ahli Shuffah dan seakan-akan mewakili mereka semua — sungguh ia entah hatinya rusak atau akalnya tiada. Gerangan, mungkinkah seorang yang jujur seperti Hazrat Abu Hurairah, yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk hadis dan agama, yang mendengar dan menukilkan hadis وَمَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّاْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ, mengucapkan perkataan yang menyalahi serta peristiwa yang tak berdasar — yang akan menjatuhkan nilai dan kesahihan hadis-hadis Nabi صلى الله عليه وسلم yang ada dalam hafalannya ke dalam keraguan, serta menjadikannya sasaran pendustaan Ahli Shuffah? Hâsyâ...

Wahai Rabb! Demi kehormatan keberkahan Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم ini, anugerahkanlah keberkahan pada rezeki lahir dan batin yang telah Engkau karuniakan kepada kami!..