Risale-i NurAl-Maktubat

Dasar Keempat

Al-Maktubat · hlm. 105

Sebagian peristiwa yang dikabarkan oleh Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم dari masa depan bukanlah peristiwa parsial (juz'i) satu per satu; melainkan mengabarkan secara parsial suatu peristiwa universal (kulli) yang berulang-ulang. Padahal peristiwa itu memiliki banyak segi. Setiap kali beliau menerangkan salah satu seginya. Kemudian perawi hadis menggabungkan segi-segi itu, sehingga tampak seolah bertentangan dengan kenyataan. Misalnya: mengenai Hazrat Mahdi terdapat berbagai riwayat. Perincian dan penggambarannya berbeda-beda. Padahal, sebagaimana telah dibuktikan pada salah satu cabang Kelimat Kedua Puluh Empat; Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم, berdasarkan wahyu, telah mengabarkan tentang Mahdi — untuk menjaga kekuatan maknawi ahli iman pada setiap masa, dan agar mereka tidak jatuh dalam keputusasaan di tengah peristiwa-peristiwa yang dahsyat, serta untuk mengikat ahli iman secara maknawi kepada Ahlul Bait beliau yang merupakan mata rantai nurani alam Islam. Sebagaimana Mahdi yang datang di akhir zaman, setiap masa telah menemukan semacam Mahdi dari Ahlul Bait, bahkan beberapa Mahdi. Bahkan dari kalangan Khalifah Abbasiyah yang terhitung sebagai Ahlul Bait, telah ditemukan seorang Mahdi yang menghimpun banyak sifat Mahdi Besar.

Maka sifat-sifat para Khalifah Mahdiyyin dan para Quthub Mahdiyyin — yang merupakan padanan dan contoh yang datang sebelum Mahdi Besar — telah bercampur dengan sifat-sifat Mahdi yang asli, sehingga riwayat-riwayat tentangnya jatuh ke dalam perselisihan.