Isyarat Keempat
Al-Maktubat · hlm. 345
Kalimat وَرَابِعًا : مَعَ اِعْلاَنِ التَّسْب۪يحَاتِ الرَّبَّانِيَّةِ وَ اِظْهَارِ الْمُقْتَضَيَاتِ اْلاَسْمَائِيَّةِ menyatakan bahwa makhluk dengan tingkatan hidupnya melakukan berbagai macam tasbih rabbani. Ia pun menunjukkan keadaan yang dituntut dan diharuskan oleh asma Ilahi; misalnya: nama Rahîm ingin berbelas kasih, nama Razzâq menuntut pemberian rezeki, nama Lathîf mengharuskan pemberian kurnia, dan demikianlah setiap asma memiliki tuntutannya masing-masing. Maka setiap yang hidup, di samping menunjukkan tuntutan asma itu dengan kehidupan dan wujudnya, melakukan tasbih kepada Sang Pembuat Yang Mahabijaksana sebanyak piranti-pirantinya. Misalnya: sebagaimana seorang manusia memakan buah-buah yang indah, buah-buah itu tersebar di lambungnya, larut, secara lahir sirna; tetapi di samping memberikan kelezatan dan kenikmatan yang aktif ke seluruh sel tubuh selain mulut dan lambung, ia menjadi sarana bagi banyak hikmah seperti memberi makan wujud dan kehidupan di segenap penjuru tubuh serta melangsungkan kehidupan. Makanan itu sendiri pun naik dari wujud nabati ke lapisan kehidupan manusiawi, ia meningkat.
Persis demikian: tatkala makhluk-makhluk ini bersembunyi di balik cadar kefanaan, di tempat mereka — di samping banyak tasbih dari masing-masing yang tetap kekal — ia meninggalkan pula ukiran dan tuntutan banyak asma Ilahi ke tangan asma itu. Yakni mereka menitipkannya kepada suatu wujud kekal, lalu pergi demikian. Gerangan, jika dengan perginya suatu wujud yang fana dan sementara, di tempatnya tinggal ribuan wujud yang meraih semacam kekekalan; adakah dikatakan bahwa ia disia-siakan, atau bahwa itu percuma, atau "mengapa makhluk yang menyenangkan ini pergi.." — adakah boleh dikeluhkan? Melainkan rahmat, hikmah, dan kecintaan terhadapnya menuntut demikian, dan memang harus demikian. Jika tidak, agar tak datang satu kerugian saja, harus ditinggalkan ribuan manfaat; padahal dalam keadaan itu terjadilah ribuan kerugian. Artinya, nama Rahîm, Hakîm, dan Wadûd tak berlawanan dengan kesirnaan dan perpisahan, melainkan mengharuskan dan menuntutnya.