Risale-i NurAl-Maktubat

Isyarat Ketiga

Al-Maktubat · hlm. 344

Kalimat وَثَالِثًا : مَعَ نَشْرِ الثَّمَرَاتِ اْلاُخْرَوِيَّةِ وَالْمَنَاظِرِ السَّرْمَدِيَّةِ menyatakan bahwa dunia adalah sebuah bengkel dan sebuah ladang, yang menumbuhkan hasil yang sesuai bagi pasar akhirat. Telah kami buktikan di banyak Kalimat: sebagaimana amal jin dan manusia dikirim ke pasar akhirat, demikian pula makhluk dunia lainnya pun menunaikan banyak tugas atas nama akhirat dan menumbuhkan banyak hasil. Bahkan bola Bumi berputar untuk mereka; bahkan dapat dikatakan: "Ia demi mereka." Bahtera rabbani ini melintasi jarak dua puluh empat ribu tahun dalam setahun, lalu berputar mengelilingi medan kebangkitan. Misalnya, ahli surga tentu berhasrat mengenang petualangan dunia dan menuturkannya satu sama lain; bahkan mereka amat penasaran melihat gambar dan misal petualangan itu. Tentu seperti menonton di layar sinema; seandainya mereka menyaksikan gambar dan peristiwa itu, mereka amat berlezat. Karena demikian, tentu di negeri surga — negeri kelezatan dan kediaman kebahagiaan — dengan isyarat عَلٰى سُرُرٍ مُتَقَابِل۪ينَ, di tengah pemandangan sermedi, akan terdapat perbincangan petualangan duniawi dan pemandangan peristiwa duniawi di surga.

Maka tampaknya makhluk-makhluk indah ini, dengan terlihatnya mereka sesaat lalu lenyap, dan datang-pergi silih berganti, berkedudukan bagai bengkel-bengkel pabrik untuk membentuk pemandangan sermedi. Misalnya: sebagaimana ahli peradaban, untuk memberikan semacam kekekalan kepada keadaan yang fana dan meninggalkan kenangan bagi generasi mendatang, mengambil rupa keadaan yang indah atau ajaib, lalu menghadiahkannya kepada masa depan melalui layar sinema, menunjukkan masa lampau pada masa kini dan masa depan, serta menyisipkannya. Persis demikian: setelah makhluk musim semi dan duniawi ini menjalani kehidupan yang singkat, Sang Pembuat Yang Mahabijaksana mereka — di samping mencatatkan tujuan-tujuan ukhrawi mereka di alam itu — mencatatkan pula tugas-tugas kehidupan dan mukjizat subhani yang mereka lihat dalam tingkatan hidup mereka, di dalam pemandangan sermedi di alam abadi; ini adalah tuntutan nama Hakîm, Rahîm, dan Wadûd.