Risale-i NurAl-Maktubat

Isyarat Pertama

Al-Maktubat · hlm. 343

Kalimat فَاَوَّلاً: بِتَبَدُّلِ التَّعَيُّنَاتِ اْلاِعْتِبَارِيَّةِ مَعَ اِسْتِحْفَاظِ الْمَعَانِى الْجَم۪يلَةِ وَالْهُوِيَّاتِ الْمِثَالِيَّةِ menyatakan bahwa setelah suatu makhluk pergi dari wujud, secara lahir ia pergi menuju ketiadaan dan kefanaan; namun makna yang diungkapkannya tetap kekal, terpelihara. Hakikat misalinya, rupanya, dan mahiyahnya pun tetap tinggal di alam misal, di lauh-lauh mahfuz yang merupakan contoh alam misal, dan di daya-daya hafalan yang merupakan contoh lauh-lauh mahfuz. Artinya, ia kehilangan satu wujud lahiriah, tetapi meraih ratusan wujud maknawi dan ilmi. Misalnya: sebagaimana kepada huruf-huruf percetakan yang menjadi sarana pencetakan sehalaman diberikan suatu posisi dan susunan, lalu menjadi sarana pencetakan sehalaman; dan setelah halaman itu memberikan rupa dan hakikatnya kepada banyak lembar yang dicetak serta menyebarkan maknanya ke banyak akal, posisi dan susunan huruf-huruf percetakan itu pun diubah. Karena tak diperlukan lagi, dan pencetakan halaman-halaman lain pula diperlukan. Maka persis seperti ini, pena takdir Ilahi memberikan susunan dan posisi kepada makhluk bumi ini, terutama tumbuhan; kudrat menciptakan mereka pada halaman musim semi dan mengungkapkan makna-maknanya yang indah, lalu — karena rupa dan hakikat mereka telah tercatat di buku alam gaib laksana alam misal — hikmah menuntut agar posisi itu berubah, supaya halaman musim semi lain yang akan datang tertulis, dan mereka pun mengungkapkan makna-maknanya.