Risale-i NurAl-Maktubat

Jawaban

Al-Maktubat · hlm. 217

Seandainya penandingan mungkin, sudah pasti akan diusahakan. Sebab kebutuhan untuk menandingi teramat keras. Sebab agama, harta, jiwa, dan keluarga mereka terancam bahaya. Seandainya mereka dapat menandingi, niscaya mereka selamat. Seandainya penandingan mungkin, sudah pasti mereka akan menandingi. Seandainya penandingan dilakukan, karena para pendukung penandingan — kaum kafir dan munafik — teramat banyak, sudah pasti akan muncul pendukung penandingan yang menganjurkannya dan menyebarkannya kepada semua orang. — Sebagaimana mereka menyebarkan segala sesuatu untuk melawan Islam. — Seandainya mereka menyebarkannya dan penandingan itu ada, sudah pasti ia akan tercatat dalam sejarah dan kitab secara gemilang. Nah, di hadapan mata ada seluruh sejarah dan kitab; pada tak satu pun darinya terdapat sesuatu selain beberapa bait Musailamah al-Kadzdzab. Padahal Al-Qur'an Yang Mahabijaksana, selama dua puluh tiga tahun terus-menerus menantang dengan cara yang menyentuh urat dan membangkitkan sikap keras kepala. Dan ia berkata:

"Buatlah dan tunjukkanlah tandingan Al-Qur'an ini dari seorang ummi seperti Muhammad al-Amîn صلى الله عليه وسلم. Nah, kalian tak sanggup melakukannya; anggaplah sosok itu bukan ummi, melainkan seorang yang teramat alim lagi penulis. Nah, ini pun tak dapat kalian datangkan; anggaplah bukan seorang saja, melainkan seluruh ulama dan ahli balaghah kalian berkumpul dan saling membantu.. bahkan tuhan-tuhan yang kalian andalkan pun membantu kalian. Nah, dengan ini pun kalian tak akan sanggup; dengan memanfaatkan pula karya-karya fasih yang telah ditulis dahulu, bahkan memanggil generasi mendatang untuk membantu, tunjukkanlah dan buatlah tandingan Al-Qur'an. Nah, ini pun tak dapat kalian lakukan; janganlah tandingan bagi seluruh Al-Qur'an, melainkan datangkanlah tandingan sepuluh surahnya saja. Nah, kalian tak dapat mendatangkan tandingan yang sungguh benar bagi sepuluh surah; nah, susunlah dari hikayat dan kisah yang tak berdasar. Datangkanlah tandingan hanya bagi susunan (nazm) dan balaghahnya. Nah, ini pun tak dapat kalian lakukan; datangkanlah tandingan satu surahnya saja. Nah, janganlah surah yang panjang, datangkanlah tandingan sebuah surah pendek saja. Jika tidak, agama, jiwa, harta, dan keluarga kalian akan terjerumus ke dalam bahaya, di dunia maupun di akhirat!"

Nah, dalam delapan lapisan, dalam bentuk pemaksaan hujjah, Al-Qur'an Yang Mahabijaksana menantang bukan selama dua puluh tiga tahun, melainkan selama seribu tiga ratus tahun, seluruh jin dan manusia, dan terus menantang. Padahal pada zaman dahulu, kaum kafir itu mempertaruhkan jiwa, harta, dan keluarga mereka, memilih jalan perang yang paling dahsyat, lalu meninggalkan jalan penandingan yang paling mudah dan paling singkat. Berarti jalan penandingan itu tak mungkin.

Nah, mungkinkah seorang berakal — khususnya orang-orang di Jazirah Arab pada masa itu, khususnya orang-orang cerdas seperti kaum Quraisy — meninggalkan jalan yang singkat lagi mudah, yakni membuat seorang sastrawan mereka menandingi satu surah Al-Qur'an untuk menyelamatkan diri dari serangan Al-Qur'an, lalu mempertaruhkan jiwa, harta, dan keluarganya dan menempuh jalan yang paling sulit?

Kesimpulannya: sebagaimana kata al-Jahizh yang masyhur: "Penandingan dengan huruf tak mungkin, maka mereka terpaksa berperang dengan pedang…"

Jika dikatakan:

Sebagian ulama muhaqqiq berkata: "Bukan hanya satu surah Al-Qur'an; satu ayatnya, bahkan satu kalimatnya, bahkan satu katanya pun tak dapat ditandingi dan tak pernah ditandingi." Kata-kata ini tampak berlebihan dan akal tak menerimanya. Sebab pada ucapan manusia banyak kalimat yang menyerupai kalimat-kalimat Al-Qur'an. Apakah rahasia hikmah ucapan ini?