Risale-i NurAl-Maktubat

Kalimah Keenam

Al-Maktubat · hlm. 279

يُحْي۪ى Yakni: Yang memberi hidup hanyalah Dia. Kalau begitu, Khâliq segala sesuatu pun hanyalah Dia. Sebab ruh, cahaya, ragi, asas, hasil, dan inti alam raya adalah kehidupan. Siapa yang memberi hidup, dialah Khâliq seluruh alam raya. Yang memberi hidup sudah pasti Dia, Hayy lagi Qayyûm.

Nah, kami mengisyaratkan bukti terbesar bagi derajat tauhid ini demikian: — sebagaimana diuraikan dan dibuktikan pada Kalimat lain — kita melihat pasukan makhluk hidup yang teramat megah, yang kemahnya terpasang di padang wajah bumi. Ya, dari pasukan tak terhingga Hayy lagi Qayyûm, pada setiap musim semi kita melihat sebuah pasukan baru yang direkrut, yang datang dari alam gaib. Kita memandang pasukan itu: lebih dari dua ratus ribu golongan tumbuhan dan lebih dari seratus ribu bangsa hewan, kaum-kaum yang beragam. Padahal pakaian setiap bangsa dan golongan berbeda, rezekinya berbeda, latihannya berbeda, purnatugasnya berbeda, senjatanya berbeda, dan masa dinasnya berbeda; namun seorang panglima teragung, dengan kudrat dan hikmah-Nya yang tak terhingga, ilmu dan kehendak-Nya yang tak terbatas, rahmat-Nya yang tak habis, dan khazanah-Nya yang tak berkesudahan, tanpa melupakan, tanpa keliru, tanpa mencampuradukkan, tanpa menunda satu pun.. memberikan kepada lebih dari tiga ratus ribu bangsa dan golongan yang berbeda-beda itu, dengan keteraturan sempurna dan timbangan yang tepat, tepat pada waktunya, rezeki mereka yang berbeda, pakaian mereka yang berbeda, senjata mereka yang berbeda, membuat mereka melakukan latihan yang berbeda, dan memurnatugaskan mereka secara berbeda — yang memiliki mata menyaksikannya dengan mata kepala, dan yang memiliki kalbu membenarkannya dengan haqqul-yaqin.

Nah, mungkinkah ada yang dapat ikut campur, campur tangan, atau memiliki bagian dalam penghidupan, pengaturan, pemeliharaan, dan pemberian makan ini, selain pemilik sebuah ilmu yang meliputi seluruh pasukan itu dengan segala keadaannya, dan sebuah kudrat mutlak yang mengatur seluruh pasukan itu dengan segala perlengkapannya? Seratus ribu kali mahasuci Allah!..

Telah maklum bahwa: seandainya dalam satu batalion ada sepuluh bangsa, membekali mereka secara berbeda-beda sesulit sepuluh batalion, sehingga manusia yang lemah terpaksa membekali dengan satu cara. Padahal Hayy lagi Qayyûm, di dalam pasukan megah ini, memberikan perlengkapan hidup yang berbeda-beda kepada lebih dari tiga ratus ribu bangsa. Dan Ia memberikannya tanpa kesulitan, tanpa beban, dengan cara yang mudah, ringan, teramat penuh hikmah, dan penuh keteraturan. Dan Ia membuat pasukan raksasa itu, dengan satu lisan, mengucapkan هُوَ الَّذ۪ى يُحْي۪ى; membuat jemaah teragung itu di masjid alam raya membaca اَللّٰهُ لآَ اِلٰهَ اِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ لاَ تَاْخُذُهُ سِنَةٌ وَ لاَنَوْمٌ dan seterusnya…