Risale-i NurAl-Maktubat

Kesimpulannya

Al-Maktubat · hlm. 366

Sebagaimana dinyatakan dalam Isyarat Kedelapan Belas dari Surat Kesembilan Belas; sebagaimana lapisan awam yang berpendengaran berkata dalam memahami kemukjizatan Al-Qur'an: Jika Al-Qur'an dibandingkan dengan seluruh kitab yang pernah kudengar dan yang ada di dunia, ia tak menyerupai satu pun dari mereka dan tak berada pada derajat mereka. Jika demikian, entah Al-Qur'an di bawah semuanya, atau ia memiliki suatu derajat di atas semuanya. Adapun sisi bahwa ia di bawah semuanya, di samping mustahil, tak ada musuh — bahkan setan sekalipun — yang dapat mengatakan dan menerimanya. Jika demikian, Al-Qur'an di atas seluruh kitab. Jika demikian, ia mukjizat. Persis demikian pula, kami pun berkata dengan hujah yang paling pasti — yang dalam ilmu usul dan ilmu mantik disebut sabr dan taksim:

Wahai setan dan wahai murid-murid setan! Al-Qur'an, entah suatu Kalâmullah yang datang dari Arasy Teragung dan dari ism a'zam, atau — sekali-kali dan seratus ribu kali sekali-kali tidak — rekaan seorang manusia tak berkeyakinan di bumi yang tak takut kepada Allah dan tak mengenal Allah. Ini, wahai setan! Terhadap hujah-hujah terdahulu, engkau tak dapat, tak pernah dapat, dan tak akan dapat mengatakannya. Jika demikian, niscaya dan tanpa ragu Al-Qur'an adalah perkataan Sang Khâliq Alam Semesta. Karena tak ada tengahnya, ia mustahil, dan tak dapat ada. Sebagaimana telah kami buktikan secara pasti, dan engkau pun melihat serta mendengarnya.

Dan Muhammad صلى الله عليه وسلم, entah ia Rasulullah — yang paling sempurna dari seluruh Rasul dan paling utama dari seluruh makhluk — atau — sekali-kali dan seratus ribu kali sekali-kali tidak — harus diandaikan sebagai seorang manusia tak berkeyakinan yang telah jatuh ke dasar safilin, karena ia memfitnah atas nama Allah, tak mengenal Allah, dan tak percaya akan azab-Nya. [Catatan kaki: Bersandar pada apa yang disebutkan Al-Qur'an al-Hakîm untuk membatalkan kekufuran orang-orang kafir dan ungkapan-ungkapan mereka yang kasar, aku terpaksa menggunakan ungkapan-ungkapan ini dengan gemetar dalam bentuk pengandaian yang mustahil, demi menunjukkan kemustahilan total dan kerapuhan total pemikiran kufur ahli kesesatan.] Ini, wahai Iblis! Tak engkau, tak pula para filsuf Eropa dan munafik Asia yang engkau andalkan, dapat mengatakannya; kalian tak pernah mengatakannya dan tak akan mengatakannya. Karena tak ada di dunia yang akan mendengar dan menerima sisi ini. Karena itulah, bahkan para filsuf paling perusak yang engkau andalkan dan para munafik yang paling tak berhati nurani pun berkata: "Muhammad al-Arabî صلى الله عليه وسلم amat cerdas dan amat baik akhlaknya." Karena persoalan ini terbatas pada dua sisi, dan karena sisi kedua mustahil serta tak seorang pun mengakuinya, dan karena telah kami buktikan dengan hujah pasti bahwa tak ada tengahnya; maka niscaya, meski engkau dan golongan setan tak suka, dengan nyata dan dengan haqqul-yaqin, Muhammad al-Arabî صلى الله عليه وسلم adalah Rasulullah, yang paling sempurna dari seluruh Rasul, dan paling utama dari seluruh makhluk. عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ بِعَدَدِ الْمَلَكِ وَاْلاِنْسِ وَالْجَانِّ