Kesimpulannya
Al-Maktubat · hlm. 52
Meskipun manusia adalah pelaku yang berkehendak (fâ'il mukhtâr), namun sesuai rahasia وَمَا تَشَٓاؤُنَ اِلآَّ اَنْ يَشَٓاءَ اللّٰهُ, kehendak Ilahi (masyî'ah Ilahiah) itulah yang menjadi pokok dan takdirlah yang berkuasa. Kehendak Ilahi menyurutkan kehendak manusia. Dia memberlakukan ketetapan اِذَا جَٓاءَ الْقَدَرُ عُمِىَ الْبَصَرُ. Apabila takdir berbicara, maka kemampuan manusia tidak berbicara, dan kehendak parsial (ikhtiar juz'i) pun membisu.
Maksud pertanyaan kedua kalian:
Apakah hakikat peperangan-peperangan yang bermula pada masa Hazrat Ali (r.a.)? Dan nama apa yang dapat kita berikan kepada para pihak yang berperang, serta kepada mereka yang terbunuh dan yang membunuh dalam perang itu?